Minggu, 15 Juni 2025

TETANGGAKU 1


 


Part 1

Usiaku 40 tahun, telah beristri berusian 35 tahun dan memiliki 3 orang anak. Aku tinggal di Perumahan ini telah 15 tahun semenjak aku berumah tangga.

Aku bersyukur memiliki istri yang cantik dan seksi. Terutama buahdadanya yang montok membuat mata lelaki jelalatan bila memandang istriku. Apalagi istriku paling senang mengenakan kaos ketat dan jelana jean, sehingga tubuhnya yang seksi begitu jelas tercetak jika dia berjalan.

 

Didepan rumahku adalah pasangan suami istri yang usianya hampir sama denganku. Usia sang suami 40 tahun dan istrinya berusia 35 tahun. Mereka telah 12 tahun menikah dan dikarunia dua orang anak

Tetanggaku adalah seorang konsultan lepas yang sering diberi kepercayaan untuk mengawasi beberapa pelaksanaan proyek atau program pemerintah untuk masyarakat. Sehingga sering kali ia mendapatkan proyek di luar kota. Sedangkan istrinya adalah pegawai instansi pemerintah.

Cerita ini dimulai saat tetanggaku mendapat proyek untuk mengawasi pelaksanaan pencairan dana untuk perkembangan ekonomi masyarakat di daerah pantai utara jawa barat, sehingga seminggu sekali dia baru dia bisa berkumpul dengan keluarganya, yaitu pada hari sabtu dan minggu, sementara hari senin subuh dia sudah berangkat kembali.

Istri tetanggaku adalah seorang wanita yang anggun dan lembut, kesehariannya selalu mengenakan jilbab yang lebar, namun tidak mampu menyembunyikan buahdadanya yang montok dan kulitnya yang putih mulus.

Walaupun aku telah memiliki istri yang cantik dan seksi, namun istri tetanggaku ini telah menggodaku dengan keanggunan dan tutur katanya yang mendesah lembut, sehingga sering secara sembunyi-sembunyi aku memperhatikannya pada saat dia sedang berada di depan rumah atau pada saat sedang ngobrol dengan istriku.

Tutur katanya yang begitu merangsang gairahku, sering membuatku melamun membayangkan betapa menggairahkannya istri tetanggaku ini, pada saat sedang disetubuhi. Terbayang olehku desahannya yang mengerang menahan nikmat, tentu akan membuat gairahku semakin melambung.

Namun apakah mungkin? Aku bisa menikmati tubuh istri tetanggaku yang terlihat demikian soleh, apalagi dia selalu menjaga tingkah lakunya di depan para tetangga. Sehingga sangat tidak mungkin aku bisa berselingkuh dengan tetanggaku yang solehah ini. Akhirnya hasrat untuk bisa menikmati tubuh istri tetanggaku ini hanya menjadi obsesi bagiku

Tiba saatnya proyek pencairan dana untuk perkembangan ekonomi masyarakat dihentikan oleh Pemerintah karena program tersebut selesai dilaksanakan. Akhirnya tetanggaku kembali dari luar kota dan selalu ada di rumah setiap hari.

Ada perubahan besar yang terjadi pada diri tetanggaku semenjak dia mengerjakan proyek pemerintah itu. Dia ditempatkan di suatu wilayah yang terkenal karena prilaku masyarakatnya yang bebas dalam hal hubungan antara pria dan wanita. Seringkali ia diajak berselingkuh oleh wanita-wanita cantik di wilayah itu atau diajak melakukan mesum agar dia menyelewengkan wewenang yang diembannya.

Di awal-awal masa tugasnya dia selalu mampu menolak ajakan mesum tersebut, karena ingat dosa dan anak istrinya. Namun sekuat-kuatnya lelaki, jika harus berhadapan dengan godaan setiap hari, iman dan kesetiaan pada keluarganya akhirnya runtuh juga. Beberapa kali dia terlibat hubungan perselingkuhan dengan wanita-wanita di wilayah itu. Itulah sebabnya dia jarang pulang ke istrinya dengan alasan banyak pekerjaan.

Bermodalkan relasinya yang luas di LSM dan kemampuannya berbicara dalam mempengaruhi orang lain, tetanggaku mengikuti bisnis MLM untuk mengisi waktu luang dan usaha sampingan menambah meringankan beban pengeluaran keluarga.

Ia mulai mengajak teman, relasi dan tetangga-tetangganya untuk bergabung dalam bisnis MLM yang digelutinya. Dan nampaknya bisnis MLM yang digelutinya membuahkan hasil yang lebih besar dari yang dibayangkan. Bonus yang dia dapatkan sudah mencapai angka 3 kali gaji pegawai negeri per bulan, suatu bisnis yang benar-benar menguntungkan.

Iapun dengan intensif sering melakukan prospek pada istriku agar istriku tertarik dan bergabung dengannya. Akhirnya istriku tertarik dan ikut bergabung. Dia begitu intensif memberikan pengarahan dan trik-trik menggeluti bisnis MLM pada istriku.

Satu bulan setelah bergabung, dengan dibantu olehnya, ternyata sudah banyak down line yang bergabung ke istriku dan tentu saja, bonus yang di dapat istriku jauh lebih besar dibandingkan dengan modal awal yang dikeluarkan. Istrikupun semakin bersemangat mengeluti bisnis ini. Sehingga sering menanyakan strategi dan trik-trik jitu dalam menghadapi persaingan bisnis MLM yang semakin ketat. Mereka terkadang berdiskusi di rumahku dan terkadang di rumahnya.

Sebenarnya ada maksud lain, tetanggaku mengajak istriku bergabungnya. Semenjak dia sering ada di rumah. Dia suka memperhatikan istriku yang suka mengenakan kaos ketat dan celana jean, sehingga lekuk tubuh seksi istriku bisa dinikmati mata setiap pria. Apalagi istriku memiliki kulit yang putih mulus, tinggi, langsing, dan buah dada yang besar namun montok dan sekal sehingga terlihat amat seksi ditambah dengan pinggul yang besar dan pantat yang kencang. Secara jujur kuakui bahwa aku bangga memiliki istri yang mulus dan seksi.

Semakin sering tetanggaku memperhatikan istriku, semakin besar keinginannya untuk bisa menggauli istriku. Dan dia selalu mencari cara agar keinginannya terwujud. Mengajak istriku bergabung ke bisnis MLM yang dia geluti adalah termasuk salah satu strategi yang dia tempuh agar dia bisa ngobrol dan berdekatan dengan istriku tanpa dicurigai oleh istrinya maupun olehku. Dan untuk tahapan ini, rencananya berhasil, karena istriku sering meminta pengarahan darinya dalam mengembangkan jaringan.

Pada suatu pagi, ketika anakku sudah berangkat ke sekolah, Istriku mendtangi rumah tetanggaku untuk mengatur strategi rekruitment downline karena istriku akan melakukan prospek pada sore harinya di rumah teman istriku. Saat itu pembantunya sedang mengantar anaknya ke TK sehingga hanya tetanggaku seorang yang ada di rumah.

Banyak hal yang ditanyakan oleh istriku untuk menghadapi kegiatan prospek kelak dan banyak pula hal-hal yang disampaikan tetanggaku pada istriku. Tetanggaku menyiapkan minuman dan makanan ringan selama diskusi berlangsung. Tetapi ternyata tetanggaku telah membubuhkan obat perangsang pada minuman istriku. Obat perangsang itu dia dapatkan dari temannya pada waktu dia masih memegang proyek di luar kota, dan memiliki efek yang luar biasa. Walaupun korba sadar dengan apa yang dia lakukan, namun nafsu berahi korban akan meluap-luap tanpa dapat dikendalikan sehingga akhirnya mau melayani siapa saja yang mengajaknya bercumbu.

 

Obat itu sudah dia buktikan keampuhannya waktu dia masih memegang proyek di luar kota, sehingga akhirnya wanita itu menjadi selingkuhannya selama dia di luar kota.

Disela-sela obrolan, istriku meminum minuman yang telah dibubuhi obat perangsang, hingga akhirnya minuman itu habis diminum oleh istriku yang sedang kehausan. Tetanggaku tersenyum penuh arti sambil menunggu reaksi dari obat tersebut.

Lima menit setelah istriku menghabiskan minumannya, istriku merasa aneh pada dirinya, entah mengapa dia merasa sangat terangsang saat itu, seluruh peredaran darahnya mengalirkan rangsangan-rangangan birahi yang sangat kuat. Istriku berpikir, kenapa hal itu bisa terjadi, lamunannya menerawang ke aku yang selalu mencumbunya di kala gairahnya sedang naik. Baru dia ingat karena sudah satu minggu dia tidak bercumbu denganku, dikarenakan tamu bulanan datang mengunjunginya dan baru kemarin sore bersih dan aku belum mau menyentuhnya, hanya bercumbu sebatas buah dada ke atas setelah itu kamipun tidur. Itulah barangkali yang menyebabkan gairahnya begitu tinggi pagi itu.

Pikiran itulah yang ada di benak istriku ketika dia merasakan rangsangan birahi yang kuat melanda dirinya. Semakin lama gairah itu semakin kuat dan istriku sudah hampir tak dapat mengendalikannya. Suaranya parau dan mendesah.., nafasnya tersengal- sengal terpacu oleh rangsangan yang demikian kuat, vaginanya mulai basah dan gatal. Istriku gelisah dalam duduknya, keringat khas bagi orang yang sedang terangsang keluar dari tubuhnya..”Uhhhh…” tanpa sadar istriku mengeluh.

“Ada apa, Bu ?” tanya tetanggaku berpura-pura…

“’’Ngga .. tahu yah…! Badan saya, kok… jadi ‘ngga enak begini..!” jawab istriku terengah-engah menahan hawa nafsu. Dimataku saat itu, tetanggaku begitu menawan dan simpati. Orangnya pinter bicara, bisa mempengaruhi orang lain dan tampan. Istriku begitu terpana melihat pesona yang terpancar dari tetanggaku.

Tetanggaku mendekat ke istriku dan duduk di samping istriku. Tubuh istriku merinding begitu didekati oleh tetanggaku, gairahnya semakin menggebu, ingin rasanya dia memeluk dan bercumbu dengan tetanggaku saat itu…., ‘tapi mana mungkin ? Dia kan suami orang dan aku sendiri punya suami…!’ begitulah lamunan istriku ketika pengaruh obat perangsang mulai menguasainya.

Tangan istriku disentuh oleh tetanggaku, ser…. Rasa nikmat begitu cepat menjalar di seluruh pembuluh darah istriku. Istriku semakin tak mampu menguasai diri. Akal sehat menyuruhnya untuk menepis tangan tetanggaku yang menyentuhnya, namun rangsangan dan gairah begitu kuat, sehingga istriku tak mampu menepisnya dan membiarkan rasa nikmat itu terus menjalar.

Tatapan mata istriku semakin sayu, tetanggaku mencium punggung tangan istriku yang sedang digenggamnya. Serrrr…. Rasa nikmat semakin menjalar memuaskan desakan rangsangan yang semakin meronta-ronta. Mata istriku terpejam menikmati sensasi kemesraan yang diberikan oleh tetanggaku. Lalu tetanggaku mencium bibir istriku disaat matanya masih terpejam. Serr…ser…ser… rasa nikmat semakin datang bertubi-tubi. Tubuh istriku melayang nikmat, bagaikan menikmati ciumannya yang pertama yang tak pernah dia lupakan.

Tetanggaku semakin menghisap bibir istriku. Istriku semakin melayang nikmat hingga akhirnya tangan istriku meraih kepala tetanggaku dengan gemas dan membalas ciuman tetanggaku dengan hisapan dan jilatan lidah yang liar berapi-api. Gairah berahi yang menggebu membuat istriku lupa akan kesetiaanya padaku.

Istriku semakin tenggelam dalam kubangan gairah yang menyala-nyala, hisapan bibir istriku demikian dalam dan lama. Nafas istriku semakin terengah-engah. Tangan tetanggaku bergerak liar mengusap dan meremas leher, punggung, pinggang serta pantat istriku yang bergelinjang dan menggeliat diguncang nafsu yang menggebu. Mulut istriku mengerang nikmat penuh rangangan dan tatapan matanya semakin sayu bahkan terpejam menikmati sensasi nikmat yang menghanyutkannya.

Tangan tetanggaku semakin liar…., buah dada istriku yang montok membusung diremasnya dengan penuh nafsu dari luar kaos yag dikenakan istriku. Tubuh istriku menggeliat sambi mengerang “Ahhh….ouh…..”. Tetanggaku semakin bergairah meremas dan mempermainkan kedua buahdada istriku yang semakin membusung.

BERSAMBUNG.