Jumat, 18 September 2026

Rahasia di balik rumah tangga


 


Saat ini aku sudah memiliki seorang anak perempuan yg mungil dan cantik. Kalau suamiku itu seorang pegawai di salah satu Bank pemerintah. Mungkin karena suamiku ingin karirnya lebih meningkat, maka akhir-akhir ini dia jarang pulang tepat waktu.

Maka apabila suamiku sedang berada di rumah, yg dia lakukan hanyalah makan, istirahat dan tidur. Aku sengaja memberi judul Diperkosa agar pas dengan kejadian sebenarnya.

Saat itu hari-hariku juga terasa membosankan karena sebagai ibu rumah tangga dengan rutinitas yang itu-itu saja. Suamiku kemudian menyarankan agar aku memiliki kegiatan agar tidak terlalu membosankan.

Benar juga sih, dari pada aku hanya bengong sendiri di rumah akan lebih baik jika aku cari kegiatan. Akhirnya aku membuka butik kecil, sekedar untuk mengisi waktu dan menyalurkan hobiku.

Saat itu aku pergi ke kamar, begitu kubuka pintu kamar, langsung melepaskan pakaianku hingga tersisa bra dan celana dalam saja yg masih melekat pada tubuhku.

Ketika aku berjalan hendak memasuki kamar mandi aku melewati tempat rias kaca milikku. Untuk beberapa saat aku melihat tubuhku sendiri, kulihat betisku yang masih kencang, lalu mataku mulai beralih melihat pinggulku yang berukuran sedang dengan pinggang yg kecil.

Kemudian kuperhatikan bagian atas tubuhku, toketku yg masih ditutupi bra terlihat bertambah besar setelah melahirkan.

“Eeeeh… Ngapain Mang di sana!?” aku terkejut akibat ada sosok Mamang yg sedang berdiri di belakang pintu kamar.

“Jangan ngeliatin…! aku lagi ganti baju nih…!” kataku dengan marah sambil menutupi bagian tubuhku yg terbuka.

Tetapi bukannya mematuhi perintahku dia malah melangkahkan kakinya hingga masuk ke dalam kamar ini.

“Hey Mamang…! aku udah bilang, tolong cepatan keluar…! Kalo ngak aku teriak nih…!” bentakku lagi dengan mata melotot.

“Silahkan aja Nyoya teriak sekuatnya… Di rumah ini kan cuma ada kita berdua… Terus hujan di luar juga bakal bikin suara Nyonya ngak bakal kedengeran sama tetangga…” ucapnya dengan tatapan tajam.

Detik demi detik tubuh mantan asisten ayahku itu semakin dekat dan terus melangkah menghampiriku. Terasa jantungku semakin berdetak kencang dan tubuhku semakin menggigil karenanya. Aku pun mulai mundur teratur selangkah demi selangkah, aku tidak tau harus berbuat apa saat itu sampai akhirnya aku terpojok oleh bibir ranjang tidurku.

“Mang…Jangaaaan…!” kataku dengan suara gemetar.

“Huahahaha…! Percuma Nona… Mamang udah nafsu liat badan mulus Nona…” dia hanya tertawa saat melihatku ketakutan.

“Jangan dong Mang…!” jeritku begitu jaraknya beberapa langkah dariku.

Mamang mulai menerjangku hingga terpental jatuh di atas ranjang dan dalam hitungan detik tubuhnya langsung menyusul dan menindih tubuhku yg dalam keadaan pasrah.

Aku terus berusaha meronta saat Mamang mulai menggerayangi tubuhku dalam himpitannya.

Perlawananku yg terus-menerus dengan menggunakan kedua tangan dan kedua kakiku untuk menendang-nendangnya terus membuatnya sedikit kewalahan hingga sulit untuk berusaha menciumku hingga akhirnya aku berhasil lepas dari himpitan tubuhnya yg kekar itu.

Begitu aku mendapat kesempatan untuk mundur dan menjauh dengan membalikkan tubuhku dan berusaha merangkak namun aku masih kalah cepat dengannya, mantan asisten pribadi ayahku itu berhasil menangkap celana dalamku sambil menariknya hingga tubuhku pun jatuh terseret ke pinggir ranjang.

Berhasilah aku di pegangnya…!

“Maaang…. Jangaaaan…” aku memohon melarikan diri.

Rupanya dia sudah kesurupan dan lupa siapa yg sedang ingin diperkosanya ini. Setelah melihat diriku mulai kehabisan tenaga, dia dengan sigapnya menggenggam kedua tanganku.

“Mamang udah lama pengen nyicipin tubuh Nyoya” bisiknya di dekat telingaku.

“Dari pertama kali Mamang jadi asisten, Mamang emang udah nungguin kesempetan kayak gini…” katanya lagi dengan suara nafas yang memburu.

“Tapi aku kan anak majikan” kataku mencoba mengingatkannya .
Hehehe…” balasnya sambil melepas ikatan tali bra yang kukenakan.

“Ha… Haha… Haha… Hmmm..” desah nafasnya memenuhi telingaku.

“Wiiih…! Jadi montok nih badan Nyonya…” ujarnya memandangi tubuhku dengan tatapan nanar.

Tangannya bergetar memegang dan meremas-remas  toketku yg menyebabkan aku mendesah-desah. Lalu wajahnya mendekati kedua tokedku dan kurasakan lidahnya menjalar dan meliuk-liuk di bagian putingku.

Setelah itu tangannya mulai merayap ke bawah, mengelus-elus bagian kewanitaanku yg tidak dihiasi bulu kemaluan sama sekali. Jari Mamang mulai mengelus-elus bibir vaginaku lalu menyusup ke dalam.

“Aaaahh… Maang…!” erangku menahan rasa nikmat yg mulai terasa, walaupun aku di perkosa.

Mamang ngak membuang-buang waktu, dia segera membuka kaos dan celana panjangnya kemudian kembali melumat payudaraku yg sudah mengeras. Perlahan-lahan mulutnya merayap makin ke bawah. Dia mengecup-ngecup gundukan di antara pahaku sekaligus mengelusi paha dan pantatku.

Dengan hati-hati ia membuka kedua pahaku dan mulai mengecup vaginaku disertai jilatan-jilatan sensual. Tubuhku pun bergetar merasakan serangan lidah Mamang.

“Ahh… Ooouuuhh… enaaak… Maaang…! desahku tidak karuan.

Mendengar aku yg sudah menikmati, dia membiarkan tanganku terbebas. Namun perlakuan Mamang semakin menjadi-jadi.Dia bahkan menghisap-hisap kewanitaanku dan meremas-remas payudaraku dengan liar secara bersamaan.

Hentakan-hentakan birahi sepertinya telah menguasai diriku, tubuhku menggelinjang hebat disertai desahan dan erangan yg tidak berkesudahan. Kini aku membuka lebih lebar kedua kakiku agar memudahkan mulut Mamang melahap vaginaku.

Sensasi geli bercampur nikmat membuatku tenggelam menuju ke dasar lautan birahi. Si Mamang terlihat tau persis apa yg harus dilakukan selanjutnya, dia membuka celana dalamnya dan merangkak naik ke atas tubuhku.

Kami pun bergumul dalam ketelanjangan yg berbalut birahi. Sesekali Mamang berada di atas dan sesekali di bawah. Pinggulnya terus bergerak liar, demikian pula aku yg tidak tinggal diam dan melakukan hal yg sama.

Kemaluan kami saling beradu, menggesek dan menekan-nekan. Apalgi detak jantungku semakin kencang dan bagian-bagian sensitif di tubuhku mengeras.

Mamang kini memposisikan diri di antara kedua belah pahaku sambil tangannya mengarahkan kejantanannya yg telah menegang menuju ke lubang vaginaku.

“Aaahhhhh… Ouuuuhhhh…” jeritku ketika kontolnya memasuki lubang keintimanku

Mamang menekan pinggulnya lagi sehingga penisnya semakin masuk ke dalam vaginaku yg masih sempit.

“Aakhh…! Hmmmm…!” erangku cukup keras sambil mencengkram erat lengan Mamang.

Aku dapat merasakan batang itu berdenyut-denyut di antara jepitan dinding vaginaku.

Tanpa berlama-lama lagi, dia kembali menggenjot  vaginaku. Penis yg panjang itu seakan mengaduk-aduk isi dalam vaginaku, akibatnya aku mendesah tak tertahan merasakan kenikmatan yang kudapat.

“Aaaah… Aahhh… Aaaah..”racauku sambil menerima gerakan Mamang yg semakin cepat itu.

Nampaknya Mamang mengerti bahwa aku sudah pada situasi terangsang berat,

Perlakuan Mamang membuat birahiku semakin menggila, aku pun semakin melenguh dan mendesah tidak karuan. Bagian belakang tubuh Mamang yg mulai dari punggung hingga pinggangnya tak luput dari remasan-remasan tanganku.

Aku membiarkan diriku dikuasai mantan asisten ayahku itu.

Pinggulnya mulai bergerak, memutar, mengaduk isi dalam vaginaku sekaligus mulutnya bertambah ganas melahap gundukan payudaraku beserta putingnya.

“Ouuhhh… Hhmmmm..” desahku sambil membuka kakiku lebih lebar lagi.

Tentu saja Mamang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dia bahkan mempercepat gerakan pinggulnya.

“Ahhh… yeeaahhh…!” komentarku menyemangatinya.

Aku masih mencoba menggigit bibir agar suaraku tidak terlalu keras namun tetap saja tidak bisa, apalagi bila Mamang menusuk dengan kencang.

Gerakan pinggulku kubuat seirama dengan kocokan penis Mamang.

“Non… Ganti gayanya nungging ya” pintanya setelah kurang lebih setengah jam lamanya dia menyetubuhiku.

Tanpa perlu diminta lagi, aku pun membalik tubuhku dan mengambil posisi menungging. Mamang kemudian mengambil posisi tepat di belakangku.

Tangannya memegang bongkahan pantatku sehingga vaginaku jelas terlihat olehnya, setelah itu, Dia mulai menjilati vaginaku.

“Aauuuuuuhhhh… Nikmaaaaatt!” aku mendesah nikmat karena jilatan si Mamang dalam posisiku yang sedang menungging terasa nikmat sekali.

Mendengar desahanku tadi, dia semakin semangat. Jarinya ikut bermain di dalam lubang vaginaku. Cukup lama juga dia menciumi dan menjilati vaginaku, sampai kurasakan sesuatu mulai mengumpul di paha, pantat dan bibir vaginaku.

Yang saat itu aku hampir orgasme dan ketika Mamang menghentikan jilatannya. Tadinya aku mau protes karena orgasmeku menjadi batal, tapi tentu saja aku gengsi memohon untuk melanjutkan.

Setelah jilatan itu lepas, penis Mamang yg masih tegang langsung melesak masuk lagi ke lubang vaginaku.

“Aaahhh… Enak banget Non !” katanya ketika sudah menggenjot tubuhku dari belakang.

Aku terbuai menikmati setiap tusukannya, apalagi ketika kedua tangannya tidak diam saja dan terus menggerayangi tubuhku. Payudaraku juga tidak lepas dari remasan-remasannya.

Tidak lama kemudian, kedutan kecil mulai terasa di dinding vaginaku. Mamang mempercepat goyangnya, hingga tidak lama kemudian aku merasakan sudah di ambang orgasme.

Sesekali kubenamkan wajahku ke bantal bila aku tidak tahan mendesah keras agar suaraku teredam dan tidak berisik.

Genjotannya kurasakan semakin bertenaga hingga ranjang ini bergoyang-goyang. “Ngek…Ngek…Ngek..”bunyi ranjang

Vaginaku mengucurkan banyak sekali cairan orgasme, kurasakan semua sendiku serasa mau lepas dan kedutan di dinding rahimku menjepit erat penis Mamang.

Tentu saja kini penis Mamang semakin cepat keluar masuk dikarenakan vaginaku telah licin oleh cairan kenikmatan.

“Duuhh… Mang… aku udah orgasme nih… Aaaahhh… Enaaaak…!”ucapku begitu hanyut dalam birahi yg menggebu-gebu.

“Ooooh… Mamaaang juga mau keluar nih Non” desah Mamang yg ternyata sudah tidak tahan lagi.

Dengan sisa tenagaku aku mencoba membantunya keluar lebih cepat. Pantatku bergoyang mengikuti irama hentakan-hentakan Mamang. Merasakan goyanganku, tentu saja dia semakin bernafsu dan mempercepat hujaman-hujaman kejantanannya.

Semakin liar pergumulan ini, keringat terus membanjiri tubuh kami berdua.

Dengan kurang ajarnya karena tidak berniat untuk ejakulasi di luar vaginaku, si Mamang malah menekan penisnya dalam-dalam hingga tubuhnya pun mengejang. dan Semprotan sperma hangat terasa sekali di vaginaku.

Croott… Croot… Crooott”terasa semprotan air mani di dalam vaginaku

Sungguh persetubuhan tadi membuat tenagaku terkuras sampai aku merasa ngantuk. Aku pun langsung merebahkan diri di atas ranjangku yg masih dalam keadaan berantakan. Mataku terpejam dan sebentar saja aku jadi terlelap ketiduran.

Aku terbangun lagi ketika jam dinding menunjukkan sore hari.

Percintaan liar tadi masih saja membayangi pikiranku, bagaimanapun si Mamang memuaskan tubuh ini masih jelas terasa. Rasa panas serta sedikit nyeri pada vaginaku pun masih sangat terasa. Aku masih belum bergerak dari ranjang karena masih lelah.

 

Kejadian indah di dalam travel

 


Saat itu umur gw 23 tahun dan sudah bekerja 2 tahun di sebuah perusahaan swasta di daerah Mampang Jakarta Selatan. Nama gw Adi dan berasal dari salah satu kota di Jawa Tengah, postur 177 cm 64 kg cukup ideal kata temen-temen kantor, dan di Jakarta inilah gw kenal yang namanya seks, sesuatu yang sangat tabu di kota kelahiranku. Jum’at sore pertengahan Juli gw rencana pulang kampung dengan jasa travel, sengaja ambil bangku belakang karena biasanya kosong, dan gw dijemput langsung di kantor jam 19.00. ternyata mobil travel kapasitas 8 orang itu hanya terisi satu orang di depan, dan 2 orang ibu-bu di tengah dengan anak bayinya, jadilah gw sendiri di belakang sesuai rencana, bisa tidur 8 jam lumayan….. ternyata kata Pak Atmo (supir travel) ada 2 penumpang lagi yang mesti dijemput di Bekasi…. (buyarlah rencana gw), “tenang Mas Adi… yang mo dijemput cewe’ semua kok…hehe…” kata Pak Atmo sambil menyerahkan kwitansi pembayaran, “Nenek-nenek di depan juga cewe’ Pak…” gw sudah sering ketemu Pak Atmo jd sudah terbiasa bercanda. “Itu mah dah kadaluarsa, kayanya sih masih muda Mas, soalnya gw yang terima telpon orderannya..” Pak Atmo kembali mengemudi ke arah Tol Cikampek.

Tepat di rumah tujuan, gw bisa tersenyum, 2 orang wanita dengan tas gede masih muda, sepertinya sudah menunggu jemputan mobil travel… yang satu sepertinya lebih tua, tinggi dengan body proposional, putih, bibir tipis manis, dengan hidung mancung, leher jenjang, dengan baju berkancing depan yang sepertinya sengaja dilepas satu kancing bagian atas, rambut di ikat keatas benar-benar menunjukan wanita dewasa.Satu wanita lagi lebih pendek, agak gemuk dan yang paling menonjol adalah toket-nya yang gedhe banget (setelah gw tahu ternyata ukurannya 36B), putih lebih putih dari wanita yang pertama, dari muka yang manis dan pipi yang tembem (bikin penyen nyubit) sepertinya dia masih umur belasan ukuran anak SMA. Gw bebas mengamati mereka dari dalam mobil selama mereka masih sibuk urusan tas dan pembayaran, sampai akhirnya mereka masuk, wanita pertama yang gw sebut duduk ditengah (namanya Ayu 28 tahun setelah kenalan), dan yang lebih muda ternyata adiknya duduk di dekat pintu (Dini nama panggilannya masih kelas 2 SMEA di kotanya), Pak Atmo pun mengedipkan mata saat lewat di kaca sebelah gw… hehehehe…

Sepanjang jalan sampai kembali masuk Tol Cikampek mereka ngobrol sendiri sampai akhirnya Ayu membuka obrolan, “Mas-nya turun dimana?”, pura-pura kaget “Eh Mba.. gw turun di T****, Mba sendiri turun dimana?”, tiba-tiba dia mengulurkan tangan “Jangan panggil Mba ah… ga enak, Gw Ayu dan ini adikku Dini habis liburan di rumah Pakde yang tadi” gw pun salaman dengan keduanya sambil menyebut nama gw, Tangan Ayu agak keras tapi halus juga sih, dan salamannya pun kuat, nah… kalo Dini tanganya haluuuussss banget dan pasrah tanpa genggaman… hehe.. langsung mikir macem-macem… akhirnya gw lebih banyak ngobrol sama Ayu, sedangkan Dini kayanya dah Ayu mulai merasa mengantuk. “Adi, kamu sudah pulang kerja… kenapa kamu masih pakai seragam?” Ayu duduk. agak mendekat katanya biar Dini tidurnya ga keganggu soale pantatnya gede kata Ayu… “Iya nih ‘yu… males balik kontrakan tanggung””Emang kerja Adi ma kontrakan jauh ya” sekarang Ayu bener-bener dah nempel ma gw. “Ga jauh sih

“Yo… 10 menit,” jawabku sambil membungkuk untuk mengambil minuman kaleng yang kupegang.

Di dalam tas di bawah jok mobil, tepat saat saya bersandar di tas itu, lengan kiri saya terbentur tanpa sengaja. toket Ayu… “lh… Adi nakal ga bilang-bilang mo nyandar Ayu cubit lengan kiri gw. “Sorry ‘Yu… lagian sih lo mepet banget duduknya… sakit ya….” gw mulai berani karena gw tahu Ayu pasang badan biar mepet ke tempat duduk gw, “lya sakit tahu….” sambil digalak-galakin pake mata melotot tp jd tambah imut si Ayu, “Baiklah, itu saja permintaan maafku… Aku akan memijat yang sakit.” sambil kedipin mata gw pancing Ayu… “Gombal… itu mah maunya Adi kali…hihihi.. nakal ya..” tangan kanan Ayu terselip di belakan tangan kiriku “Adi… Ayu ngantukk numpang tidur di bahu Adi ya…” belum gw jawab kepala Ayu

Aku bersandar ke belakang, dan lengan kiriku tidak lagi menyentuh payudara kanan Ayu… tapi nempel… hehehe… “wah ini anak berani amat ya… pasti bandel nih…” batinku(Bro sekalian, semua obrolan diatas dilakukan dengan cara berbisik, biar si-Dini dan Ibu-Ibu depan gw ga denger)Gw cuma diem untuk beberapa lama sambil konsentrasi ma lengan kiri gw yang melekat di toket kanan Ayu, Ayu mainin telapak tangan gw… “katanya mo tidur…” gw ledek dia, Ayu memalingkan muka yang hanya beberapa centi dari muka gw, “gimana mo Saat tidur, Susu Ayu dibelai oleh ibu Adi… merengek dan dimanja dengan tubuhnya. semakin mendorongku ke samping, ga tahu apa yang gw pikir saat itu, karena deketnya muka gw ma Ayu, filmbokepjepang.sex tiba-tiba aja gw kecup bibir Ayu sekali, anehnya Ayu langsung ketawa cekikikan tertahan (kaya kuntilanak) sambil telungkup di atas paha gw sementara kedua tangannya menutupi mulutnya biar ga lepas ketawanya…. gw bengong… “Gila lo Adi… kaget Ayu… nekat lo ya…” Ayu bersandar dan sekarang tangan kiri gw dah merangkul di bahu Ayu… “Rambutmu berantakan sekali, ‘Yu….??” Ayu sedikit duduk.

maju dan melepas jepit rambutnya…. dan…. gila…! panjangnya rambut Ayu…”panjang amat ‘Yu…” heran dan takjub dengan rambut panjang yang tipis lebat dan halus… “Adi, rambut Ayu tuh sampe pinggang bagus ga…?” Ayu kembali bersandar di dada kiriku, sementara gw duduk mepet banget ma di dalam mobil… “sibuk… berani menantangku, gadis”, untungnya di dalam mobil, aku mikir bingung, se jago-jagonya pengalaman gw ma cewe’, baru kali ini nemuin cewe super agresif diatas mobil umum, padahal baru kenal 2 jam. Telapak tanganku masih diam manis diatas toked kiri Ayu, dengan pintar Ayu menutupi tanganku dengan rambut panjangnya, sementara tangan kanan Ayu tepat dipaha gw, gw lirik Dini dia tidur dengan muka menghadap jendela mobil.

Bayi depan kursiku pun mulai rewel, “Mbok disusui ndisit to’…” si-Nenek minta Ibu si Bayi, “ngantuk aku Bu…” si-lbunya bayi dengan malas memangku sang bayi dan menyusuinya… gw dan Ayu terdiam beberapa menit, dan saat kembali tenang, tangan kiriku mulai bergerilya masuk kebalik kemeja Ayu… “mo, Apa yang kau lakukan dengan tanganmu…” Ayu mencubit tanganku yang manja… “Aku ingin seperti bayi di depan… nenen…” gw bercanda dan Ayu memerosotkan posisi duduknya sehingga gw lebih leluasa merangsek ke balik BH Ayu… kira-kira 34++ ukuran toket Ayu, masih kencang dengan pentil yang sedang… gw remas pelan dengan intens, dan sesekali gw pencet pentil toked kirinya… Ayu pun mendesah… gw miringkan kepala Ayu dan langsung gw lumat bibirnya… hebat banget cara Ayu berciuman lidahnya berusaha masuk sedalam- dalamnya ke mulut gw, ga lama tapi sangat menggairahkan sementara tangan kiri gw tidak lepas dari toket Ayu yang masih terhalang BHnya. Sampai akhirnya mobil travel harus masuk ke rumah makan di daerah S*****ng (kalo ga salah), semua penumpang turun, ada yang ke kamar kecil ada juga yang pesan makan, sedangkan gw bertiga pesan minum… “Dini ga kebelakang…” gw buka omongan ke Dini yang kelihatannya bete baru bangun tidur… “Ga Mas.. pengennya tidur lagi…” Ayu pun langsung mengelus rambut adiknya, “Ya Masih pagi, kalau kamu mau kembali ke mobil, geser saja kursinya ke tempatnya semula… Dini mo dibungkusin apa..” Dini pun menggeleng dan pamit balik ke

mobil…”Ayu mo makan ato minum apa, ntar gw ambilin…” gw tawarin Ayu, “Ga Di… makasih, Ayu minum teh aja deh…” sambil senyum Ayu memainkan rambutnya yang panjang… gw pesen teh ke kasir dan langsung bayar, ketemu Pak Atmo… “Mas.. itu anak orang diapain…hehehe” Pak Atmo nyindir sambil acungin jempol “Tahu tuh Pak, langsung nabrak gitu aja… hehe…””Iya gw tahu… tapi jangan di mobil gw ntar ketahuan penumpang yang lain bisa dipecat gw…, noh tuntasin di kamar mandi…” Pak Amat mukanya nunjukin ke kamar mandi khusus yang terpisah di belakang rumah makan.”Bisa aja Pak Amat…” gw dan Pak Amat ketawa sambil jalan ke arah masing-masing sambil Pak Amat ngingetin waktunya cuma 30 menit. “Nih ‘Yu tehnya, ga begitu panas kok..” gw sodorin gelas teh buat Ayu.”Adi kenal ma supir travelnya ya…” Ayu minum sedikit demi sedikit tehnya.”lya, gw kalo lagi cape ato ga enak badan pulang naik travel ini, jadi sering ketemu ma Pak Amat…” gw juga minum kopi panas sedikit demi sedikit Ayu mo ke toilet ga…? gw mo kencing, mo sekalian ga…” Gw berdiri dan nunggu jawaban Ayu, yang ternyata dia juga siap-siap berdiri “Nitip aja boleh ga Di…” sambil tersenyum genit Ayu ngeledek, “yang Ada gue nitip ke lo Ayu…” sambil acak-acak gemes kepala Ayu… dan Ayu pun langsung mengamit lengan kiriku berjalan ke arah toilet (pasti orang lain tahunya gw dan Ayu dah sepasang apalah gitu suami istri ato pacaran deh…)

“Eh Ayu… bukan toilet disamping situ…” gw gandeng Ayu ke bagian belakang, Ayu diem nurut aja, sementara gw lirik ke arah pak Amat yang lagi makan sendirian dan senyum sambil tunjukin jempol dan mengangguk ke arahku… “Sialan tuh Pak Amat, jadi malu tapi dah kepalang, bodo amat lah…!” dalam hati gw mengutuk atas kesempatan yang diberikan Pak Amat…. hehehe… gw yakin pasti dulunya pak Amat super badung juga, apalagi hidup di jalanan dari umur 21 tahun sampai sekarang di usia 53 tahun. “Adi, kok remang-remang amat sih toiletnya…” belum selesai Ayu bicara, gw peluk Ayu dari belakang dan langsung gw cium leher Ayu dan gw remas kedua toket Ayu… “Adi… jangan DI’.. ntar ada yang liat…” Ayu menunduk menghindar… dan gw balikkan tubuh Ayu… “tenang aja Ayu… ni toilet dah jarang dipake kok… waktu qt cuma 15 menit…” gw berusaha mencium Ayu lagi… “sebentar Adi, Ayu pipis dulu…” Ayu masuk toilet dan menutup pintu.

Sambil nunggu gw lihat-lihat sekitar toilet yang ternyata bersih dan terawat, tapi lampu cuma 5 watt, kata Pak Amat sengaja gelap biar orang-orang pakai toilet yang baru.”Adi… sini deh masuk…” Ayu berbisik sambil membuka pintu sedikit.. dan begitu gw masuk Ayu langsung memelukku dan melumat habis mulut gw, sempat gelagapan tangan memeluk erat punggung Ayu… dan terkejut saat kedua tanganku berusaha meraih bokong Ayu… “Gila Ayu… lo dah ga pake celana….? gw mundur melihat paha dan kaki mulus Ayu (biar gelap tetap aja paha ma betis Ayu bersinar terang… hehehe… lebay…)Ayu benar-benar ahli dibidang esek-esek, dia langsung berlutut dan menurunkan resleting celana gw, dikeluarkan kontol gw yang setengah tiang langsung masuk kemulut Ayu… dimainkan dengan lidah, disedot, dan dikocok maju mundur dengan lidahnya, hanya dalam hitungan detik kontol gw dah 100% berdiri tegak… Ayu berdiri membelakangiku.. dan langsung membungkuk..

berpegangan pada bibir bak mandi yang terbuat dari tembok… “Ayo Adi… cepetan, katanya waktunya ga lama…” sementara Ayu mengocok meqinya dengan tangan kiri… gw pun maju dan kuremas kedua bongkah pantat Ayu yang padat, sementara kontolku dipegang Ayu dan diarahkan ke mulut vagina yang tertutup rambut yang sangat lebat… “Ayu jembut lo banyak lebat amat sih jadi susah nyari lobangnya nih…” akhirnya gw pegangin kontolku sendiri sementara tangan kanan Ayu membuka lebar vaginanya… sementara tangan kirinya membantu mengarahkan kontolku, susah dengan posisi seperti ini, apalagi gw masih pake baju dan celana yang gw pelorotin dikit… Akhirnya kepala kontol gw ketemu pintunya… pelan pelan gw dorong… “Adi.. pelan-pelan, gw dah lama ga ML nih… punya lo kegedean…” tangan kiri Ayu ke arah belakang menahan tubuhku, pelan maju mundur gw mainkan kontol gw… semakin dalam dan setelah lancar sampai setengah batang kontol gw… langsung… Blesss…. “Ahh….. Adiiii… sakiiiit… tahu…!” gw pegang pinggul Ayu, dan mulai memaju mundurkan pantat gw… ingat dengan waktu dan lokasi yang ekstrem (toilet maksud gw) pikiran gw terpecah, tapi tetap memompa kontol gw dalam vagina Ayu yang menggesek semua kulit kontol gw, tidak sempit tapi kenyal didalam, pokoknya rasanya beda banget…. walaupun gw percepat gerakan gw, tapi kontol gw kayanya masih males nembak-in isi nya, sementara Ayu sepertinya merasakan yang bebeda, “Adiiiii… terus… yang keras Adi… uuhhhh….

ahh… gede banget Adi…” Ayu sangat menikmati… sementara gw coba raih kedua toketnya dari balik kemeja, dan ternyata BH nya pun sudah entah kemana, dari belakang gw remas toket Ayu dengan kuat, sambil terus kocok kontol gw…. 5 menit sudah dengan posisi yang sama…. (kayanya ga mungkin ganti posisi dengan tempat seperti itu…) sampai akhirnya… “Adi… yang da… III..am teruuuusss… Ayu mo.. ke.. luarrr… ughh….!” kembali gw cengkram pinggul Ayu dengan kuat dan gw sodok semakin cepat …. sampai Ayu “Massss…. aghhhh…. gw keluaaarrrrr…..!” dia berdiri bersandar ke arahku sambil tangannya terus mengocok vagina yang sudah sangat basah… gw ngerasa badan Ayu beberapa kali terkejang, sementara gw terus meremas remas kedua toket Ayu dengan gemas, sampai kadang gw pencet pentilnya dengan keras…. “Adii… udah…udah… Ayu ga tahan… “Ayu membalikkan badan dan menciumku bertubi-tubi… Mengingat waktu, gw pun mundur, kencing dan membetulkan baju celana gw, sementara Ayu berdiri tersandar sambil menunduk dengan rambut terjuntai ke depan… (kaget gw mirip banget kuntilanak…) “Ayo Ayu cepetan rapin baju lo…, ntar ditinggal mobil lho..” gw ngomong sambil keluar toilet… Ga lama gw ma Ayu jalan lewat samping rumah makan, ke arah mobil yang ternyata belum semua penumpang masuk, saat buka pintu mobil ternyata Dini lagi makan roti dan minum teh kotak… “Mba dari mana aja sih dicariin….” Gw ma Ayu sempet bingung, tapi Ayu langsung mengusai keadaan… “Maaf Dini, Mba sakit perut, toilet samping penuh, jadi dianter Adi ke toilet belakang, Mba kan tahunya Dini mo tidur, ga laper katanya…” seperti anak kecil..

Ayu merangkul Dini dan mengecup keningnya… “Mba iku ra iso ndelo’ sing ngganteng musti klalen mbe adine… (Mba tuh kalo liat yang ganteng langsung lupa ma adiknya)” Dini ngambek pake bahasa jawa, mungkin dia pikir gw bukan orang jawa… “Sopo sing ganteng Din…?? (siapa yang ganteng Din..??)” gw senyum sampil acak-acak rambut bondolnya, dan akhirnya Dini tertawa malu, mobilpun kembali berjalan ke arah Cirebon… gw, Ayu dan Dini pun bercanda (tentunya ga berisik biar ga ngganggu yang lain). “Mba, aku mo tidur slonjoran.. kakiku pegel” Dini merajuk ke Ayu, “Wah.. kamu tuh Din bikin repot aja, emangnya ni ranjang…” Ayu protes tapi sepertinya dia sayang banget ma Adiknya, akhirnya mereka bertukar tempat Ayu dipinggir dengan 2 bantal jok mobil dipangkuan untuk punggung dan kepala Dini tiduran… “Mas Adi… kaki Dini ke Mas ga papa ya…” belum dijawab Dini dah selonjorkan kedua kakinya diatas paha gw… “lya boleh… tapi tanganku diatas kakimu ga pa-pa ya….” Dini yang memakai celana gombrang sangat santai cenderung manja, Ayu sambil membelai-belai kening Dini “Yah.. gitulah Di’… adikku manjanya setengah mati…” gw Cuma tersenyum dan tangan kanan gw sudah diatas tulang kering kaki Dini yang putih mulus dan montok….”Mas Adi… mbok sekalian dipijitin kaki Dini…. hehehe… amal Iho Mas…” Dini mulai ga sopan kaya Kakaknya… “Dini ga boleh gitu ah…! maaf ya Di’….” Ayu sepertinya ga enak atau cemburu… ga jelas… “Ga papa kok Yu… tapi ntar klo gw pegel gantian gw dipijitin ya…” akhirnya kita pun tertawa… Sambil memijat sekenanya (yang penting keras biar berasa) qita bertiga diam menikmati AC mobil, yang baru sadar ternyata ga begitu dingin cenderung gerah. Lama kelamaan pijitannku tinggal elusan dan gw mulai ngantuk sambil membayangkan peristiwa 10 menit di toilet tadi. Sadar ga sadar kaki kiri Dini sering bergerak dan menggesek kontolku, yang mau ga mau harus bereaksi…

Dini ga tenang tidurnya, sementara Ayu sangat nyenyak tidur duduk sambil memeluk Adiknya… gw coba elus-elus lagi betis montok Dini sambil pura-pura tidur dan ternyata benar, kembali kaki Dini menggesek-nggesek kontolku dengan pura-pura tidur…. iseng gw cubit kecil betis Dini… dan ternyata dugaan ku benar, dia ga tidur… tangan Dini menutup mulut sambil ketawa kecil cekikikan (sama nih gaya kakak ma adiknya). Setelah gw yakin Dini ga tidur, gw cubit aja paha dia… Dini kaget langsung tanganku dipegang… dan hanya dipegang (bukan ditepis)… langsung tandukku keluar…. “Kakaknya udah… tinggal Adiknya nih….” (batinku dalam hati…) akhirnya gw mulai elus-elus paha atas Dini dari luar celana tipisnya… dan gw lihat Dini hanya menggigit bibir bawahnya sambil matanya melihat ke muka Ayu… semakin lama tangan kananku mendekati arah pangkal pahanya… sedikit gw sentuh dan gw tarik lagi sampai akhirnya ke dua paha besar Dini dalam posisi terbuka… tetap diluar celananya, gw elus meqi Dini yang sangat empuk dan besar… tembem banget dan sepertinya belum banyak rambut… belahan meqi gw usap-usap pelan, sampai akhirnya tangan kanan Dini mencengkeram erat tanganku dan digesek-gesekan dengan cepat di celah vaginanya, gw hanya ikutin arah tangannya yang semakin cepat dan menekan ke dalam, dan hanya hitungan detika kaki Dini menginjak kuat paha gw sementara tanganku dijeput kedua pahanya.. dan tangan kirinya meremas toket besarnya… yahh…..

Dini klimaks dalam diam…. setelah tenang, gw kembali bersandar senyaman mungkin ku lihat nafas Dini juga sudah teratur…. dan mobil travelpun masuk ke sebuah Pompa Bensin yang terang benderang…. Ayu pun bangun….”Siapa yang mau ke toilet mumpung lagi berhenti…” suara Pak Amat mengingatkan…. Ayu dan Dini pun ke toilet… “Ma kasih ya Mas…” Dini berbisik pelan sewaktu ngelewatin gw….Saat mobil kembali berjalan, posisi dah berganti Ayu kembali di tengah, dan langsung ambil bantal diletakkan diatas paha gw… dia pun langsung rebah terlentang sementara kakinya ditumpukan ke paha Dini… karena Ayu tinggi, posisi kepala bersandar di dinding mobil yang akhirnya gw lipat kaki kiriku agar lebih tinggi sehingga Ayu lebih nyaman… “Gantian ya Di… Ayu yang slonjoran… sambil kedipin mata…” mau ga mau tangan kananku diatas perut rata Ayu… dan tangan kiriku dibawah kepala Ayu… Mobil berjalan agak ngebut, tangan Ayu memeluk tanganku ditarik ke atas sampai ke arah toketnya…. pelan dan pasti gw buka kancing kemeja Ayu, satu… dua… tiga… tanganku ditahan begitu gw mo buka yang kancing keempat, gw lirik Dini yang sepertinya tidur setelah dapetin nikmat orgasme… setelah yakin Dini aman, tangan kiriku mengangkat kepala Ayu agak tinggi dan langsung kami berciuman, sungguh sensaional ciuman kami, lidah saling terobos dan berusaha tidak menimbulkan bunyi…

sementara tangan kanan gw leluasa menjamah kedua toket Ayu… gw remas bergantian, gw pencet, dan pelintir pelan sambil sesekali gw tarik puting Ayu yang sudah mengeras.. puas berciuman dengan sedikit menggeser ketengah gw berusaha mencium toket Ayu, awalnya susah tapi Ayu dapat merubah posisi sehingga sekarang pentil toket kiri Ayu sudah dikuasai mulutku, dengan posisi itu gw buka semua kancing kemeja Ayu… gw puaskan birahi mulut gw sama kedua toket kenyal dan padat milik Ayu.. sampai akhirnya sebuah lobang yang membangunkan semua orang yang ada dalam mobil… “Maaf… maaff…” Pak Amat sepertinya pecah kosentrasi… hehehe… Ayu kembali duduk masih terengah-engah, sambil menyilangkan kemeja yang tidak terkancing, Dini bangun dan kembali tidur dengan posisi bersandar ke bahu Ayu… (wah payah nih….!?) filmbokepjepang.sex karena ga sabar gw buka gesper, dan resteling celana gw, langsung keluarin kontol gw yang sudah mo tidur lagi, gw raih tangan kiri Ayu untuk kocok kontol gw… Ayu menatap gw.. “sabar ya Di…”

sambil melirik ke belakang arah Dini.. perlahan Ayu memindahkan kepala Dini ke samping arah jendela mobil, tanpa berusaha mengancingkan kemejanya, Ayu mengikat rambut ke belakang… dan langsung telungkup ke arahku diraihnya kontolku dan langsung dikocok, dikulum dengan sangat rakus… gw hanya bisa diam tertahan, tangan kiriku menahan ikatan rambutnya sambil mengikuti naik turunnya kepala Ayu yang sedang sibuk mengoral kontolku… sensasi yang sangat indah, sedangkan tangan kananku mengelus-elus punggung Ayu, sampai tiba-tiba Dini bergeser tidurnya ke kiri dan menimpa pinggul Ayu yang sedang menunduk mengoralku, diam sesaat sampai memastikan Dini tertidur… kembali Ayu meneruskan oralnya perlahan, namun sepertinya dia berusaha lebih dalam dan memainkan kontolku dengan lidahnya… Tangan kananku sekarang diatas kepala Dini, gw belai pelan sambil terus turun kepipi, leher..

dan akhirnya tangan gw sudah diatas toket besar milik Dini…. dan Dini tahu maksudku, dengan merubah posisi sedikit kini tanganku bisa masuk ke balik kaos dan BHnya dari kerah kaos yang agak kendor.. toket Dini sangat besar, kenyal, menggairahkan… BH Dini pun gw angkat keatas sampai kedua toket Dini seakan meloncat keluar… dengan bebas gw remas kuat toket kanan Dini.. dan puting susunya sangat kecil tapi sudah mengeras… kembali gw kosentrasi dengan kontolku…..Kocokan mulut Ayu gw percepat dengan tangan kiriku yang mencengkram rambut belakang kepalanya… agar tidak mengeluarkan bunyi kontolku seakan tidak pernah keluar dari mulut Ayu… sambil memejamkan mata gw bersandar, menaikturunkan kepala Ayu dengan tangan kiri, dan meremas toket besar Dini dengan tangan kananku… sampai akhirnya gw akan orgasme… dengan kode cengkraman ku yang lebih kuat di rambut Ayu… sambil menahan agar kontolku tidak dilepaskan mulut Ayu… akhirnya… gw menekan kepala Ayu sedalam-dalamnya sementara toket Dini gw remas kuat beberapa saat tanpa gerakan… crooottt……crooootttt….crooooottt… sperma gw gw tumpahkan dalam mulut Ayu.. yang sempet terbatuk dan tersedak… sampai gw lepaskan kepala Ayu dan dia mulai menelan semua spermgw tanpa melepaskan kontolku… remasanku di toket Dini mulai mengendur, diganti tekanan yang berputar-putar pelan… Sebuah pengalaman yang sangat sensaional dari dua orang kakak beradik…. gw tahan kepala Ayu untuk tetap diatas kontolku sampai Dini membetulkan letak BHnya, dan Ayu pun dengan perlahan menjilat seluruh kontolku sampai bersih….

Akhirnya kamipun melanjutkan menikmati sisa perjalanan dengan senyum puas, dan terdiam…. sampai akhirnya Ayu dan Dini turun di sebuah komplek dengan rumah type sederhana, “Ayu turun disini? Katanya mo ke kota P*****?””Lusa Di’ ke kampungnya, ini rumah Om Slamet adiknya Ibu… ada titipan dari Pakde Jakarta”, gw pun ikut turun membantu merekan membawa tas sampai di pintu pagar, “Mas Adi… ajak kita dong jalan2 mumpung masih disini….” Dini biasa merajuk… “liat nanti deh Dini… ntar kalo bisa gw langsung kesini deh…, gw jalan lagi ya… makasih Ayu… makasih Dini…” dan merekapun mengucapkan terima kasih bersama-sama… Gw penumpang terakhir diantar Pak Amat, sebagai ucapan terima kasih, gw kasih tip Pak Amat sebesar harga tiket… “Wah Mas Adi… ma kasih banget nih… gimana tadi si-cewe’-cewe itu…” sambil kedipin mata Pak Amat tersenyum mantap Pak Amat….””Wah…. coba ya saya ikutan… hehehehe…, udah Mas Adi saya jalan dulu sore mesti balik Jakarta lagi….” akhirnya mobilpun pergi meninggalkan gw yang sedang tersenyum mengingat pengalaman gila semalaman

 


Kesempatan dalm kesempitan

 


Sebut saja namaku Hasan dan saat ini aku tinggal bersama dengan istriku di sebuah komplek yuang indah asri. Waktu itu suatu ketika aku merasa sangat bosan berada dirumah dan aku tiba-tiba berpikiran untuk memutar sebuah vidio porno diruang tamu Kurebahkan tubuhku di sofa ruang tengah, setelah memutar DVD BF. Setelah kubuka celanaku, aku sekarang hanya pakai kaos, dan tidak pakai celana dalam. Pelan-pelan kuurut dan kukocok kontolku.

Tampak dari ujung lubang kontolku melelehkan cairan bening, tanda bahwa birahiku sudah memuncak.

Lagi enak-enak ngocok sambil nonton bokep dan membayangkan Mifta, terdengar suara langkah sepatu dan seseorang memanggil-manggilku. “Hasan? Vivi? Kalian dimana? Jadi pergi tidak?” seru suara itu.

Belum sempat aku memakai celana ehh.., tau-tau Mifta udah nongol di ruang tengah, dan… “Aahhhh Kamuu ngapain” terjeritnya.

“Aku.. eh.. anu.. aku.. ee.. lagi.. ini…” aku tak bisa menjawab pertanyaannya. Gugup. Panik. Sal-ting. Semua bercampur jadi satu.

“Kamu kenapa tidak mengetuk dulu sih?” aku protes.

“Udah, sana, pake celana dulu! Pagi-pagi telanjang, nonton bf sendirian, lagi ngapain sih?” ucapnya sambil duduk di kursi di depanku.

“Yee… namanya juga lagi horny… ya udah mending coli sambil nonton bf. daripada main PSK” sahutku.

“Udahah, pakai celana kamu aku ngilu ngelihatnya udah tegang gitu malah besar lagi”

“Ahh udah terlanjut kamu ngeliat. Aku lanjutin aja yah” kilahku.

“Apaan sih, tadikan janjinya mau ngajak pergi. Ini kok malah telanjang sih?” sahutnya.

“Iyah kamu mau nolongin aku gak ? bantuin aku kali ini”. aku berusaha merayunya.

“Gila kamu! Kamu sudah punya istri minta keistri kamu saja!” Mifta protes sambil melotot.

“Tenang saja aku tidak macam-macam, aku cuman minta kamu bantuin kocokin kontol aku saja” kataku.

“Jangan aneh2 yah san, Aku bukan perempuan yang semurah itu mengocok penis suami orang lain”

“Tenang rahasia ini cukup kita dua yang tau, aku gak bakal ngasih tau orang kok”

Mifta terdiam tanpa kata karena dia hanya terfokus dengan kontolku saja

“yah sudah, duduk sini dekat aku.” katanya. Mifta mulai mengocok kontolku dengan perlahan semakin lama semakin kencang dan tatapannya masih terpana oleh kontolku yang sangat menegang

“Mif bosen nih cuman dikocokin pakai tangan, aku mau yang agak beda”sambil menatap payudaranya yang bulat dan besar

“Apaan? Kamu bilang kan cuman kocokin, sekarang mau minta lebih lagi dasar nakal banget!” kataku

“Lagian sudah terlanjur juga, sekalian aja”

Mifta hanya diam dan membuka bajunya 1 demi 1 kancing telepas dan payudara bulat itu menyembul keluar yang sudah tidak terbungkus bra karena dia mengenakan kemeja jadi putingnya tidak terlihat

Dia membuka tali pinggang dan kancing celana jeansnya Perlahan, diturunkannya jeansnya, Tapi akhirnya, celana itu terlepas dari kaki yang dibungkusnya.

Wow… aku terbelalak melihatnya. Paha itu sangat putih sekali… mekinya masih tertutup oleh Celana dalam model “BoyShort” yang berwarna Pink membuatku semakin gemas dan membara ingin menciumi daerah kewanitaannya

“Jangan dilihatin saja atuh, aku sudah pasrah kamu nikmati saja tubuhku. akupun sudah lama tidak dijamah oleh lelaki” katanya sambil menyakinkan ku

“Beneran nih?” kataku gembira

“Iyah” katanya.

Sambil memandangi tubuh mifta, aku menurunkan celana dalamnya perlahan dan terlihatlah vagina yang mulus dengan sedikit bulu halus, kuciumi vaginanya sembari menurunkan celana dalamnya sungguh nikmatnya aroma khas  vagina yang membuatku semakin membara sekali

“Kamu mulus sekali Mif” aku terus meneracau. Linda menatapku dan tersenyum. “Susumu montok bangeeettttt…” kubalik badannya dengan posisi nungging kulihat bongkahan pantatnya yang bulat dan padat segera kuremas-remas pantat mifta yang montol itu. Sekarang, puas dengan patatnya, kuarahkan jariku turun ke anus dan vaginanya. Mifta langsung melumat bibirku dan lidahnya menerobos masuk kemulutku.

“Ehmmm Srup sruph Ehmmm” Aku tidak tinggal diam kulawan dia kugigit bibirnya kuhisap lidahnya yang lembut sangat membuatku bernafsu

Tangannya mulai meraba dadanya, dan tangan yang satunya turun meraba paha dan selangkangannya. Tangan kirinya meremas payudaranya Puting itu merah sekali, tegak mengacung. Meski sudah melahirkan, dan memiliki satu anak, kuakui, payudara Linda lebih bagus dan kencang dibandingkan. Kulihat tangan kiri Linda memilin-milin putingnya, dan tangan kanannya mengosok-gosok memeknya.

“Sssshh… ooohhh… hhhhhh…” Kudengar suaranya mendesis seolah menahan kenikmatan. Aku kembali memejamkan mataku dan meneruskan kocokan pada kontolku sambil menikmati rintihan-rintihanya.

Mifta berbalik lagi dan sekarang sudah menghadap kontolku tap pikir panjang diemutnya langsung kepala penisku dihisapnya batang kontolku, Nikmat sekali hisapnya sampai keubun-ubun lidahnya terus menyapu kepala kontolku dengan liar membuat aku bergetar nikamt. tangannya mengocok kontolku sambil menghisapnya

“Achh… Liiiinn… enak bangeeeeett… sssshhh…” aku menceracau menikmati jilatan lidah dan hangatnya mulutnya saat menghisap kontolku. Betul-betul menggairahkan melihat bibir dan lidahnya Hingga akhirnya…

“Aku mau keluuarr nihh Mifff”

“Keluarin sayang… kontol kamu udah berdenyut tuh… udah mau muncrat yaaa…”

“Aku.. iiy.. iiyyaaa… Miiiiffftaaa… Ouuuuuffffff… argggghhhhhhhhh…”

Tak dapat kutahan lagi. Bobol sudah pertahananku. Crottt… crooottt… crooootttt… kusembut spermaku di muka, bibir dan dadanya. Tanganya takmau berhenti mengocok kontolku, seolah ingin melahap habis cairan yang kumuntahkan.

“Telan semua spermaku mif!”kataku

Mifta menyedot semua sisa spermaku yang masih dikeluarkan kepala kontolku yang merah sekali

“Mmmm… ccppp… ssllrppp….” terdengar lidah dan bibirnya sedang menyedot.

“Enakk banget sperma kamu sayang, aku jadi pengen lagi”

“Aku pengennya numpahin spermaku dimeki kamu,”

“Nakal banget yah kamu”

Kuminta dia duduk, sambil kedua kakiya diangkat mengangkang. Kulihat mekinya yang licin karena cairan kewanitaanya meleleh akibat perbuatan jariku.

“Basahh banget meki kamu mif,” tanyaku.

“Udah cepetan aku udah nggak tahan nih, Masukin cepat!!!! Ohhh… Shhhhh…” mifta meringis saat lidahku menari di ujung klitorisnya.

“Hasann Jangan siksa aku, Aku udah bener bener nggak tahan memek aku gatel” bisiknya samil menjambak rambutku.

Kumainkan lidahku di itilnya yang udah membengkak. Jari ku menguak bibir vaginanya yang semakin membengkak. Perlahan kumasukkan kontolku, mencari G-spotnya. Akibatnya luar biasa. Mifta makin meronta dan merintih. Jambakannya makin kuat karena kontolku sudah masuk dan perlahan kugoyang dengan kuat Cairan birahinya makin membasahi kontolku.

“ayoo sayang sodok sedalam-dalamnya aah ochhh.. ahhhhhh.. shhhh…. c’mon honey.. enak.. enak…” Aku paham, gerakan pantat Linda makin liar. Makin kencang. Kurasakan pula meqinya mulai berdenyut…

“Sebentar lagi dia akan orgasme lagi ” pikirku.

“Aaarrrrggghhhhh Aaaaakuuuu kelluuatt Saannn” meleleh semua cairan kewanitaan dia dibatangku yang membautku semakin nafsu kuentot sekencangnya dan sedalamnya membuat dia terhentak hentak Pertahananku pun jebol karena nafsu merasakan mekinya Mifta sudah becek dan Liang vaginanya menjepit penisku dengan kuat

“Sayangg kita barengann yah! aku juga sampai nih!!” “Aaah aaahh Oghhh” Kupeluk tubuh mifta yang mungil kurasakan getaran dan kenikmatannya kontolku masih menancap dimekinya sesekali kuhujam dalam dalam kontolku membuat sensasi orgasme kami semakin memuncak.