Minggu, 09 Maret 2025

ISTRIKU DI REUNI SMA 1


 


Part 1.

Hari itu istriku begitu excited mendapat whatsapp dari grup SMA nya.
Sudah 6 tahun sejak 1998 dia lulus SMA baru kali ini teman teman nya ngajak kumpul bareng dalam acara reuni

enam tahun mas… enam tahun… nggak ketemu.. akhirnya bisa plan ketemuan..
Seru nya begitu bersemangat…

Aku diam saja sambil terus scroll beranda facebook di hp ku
aku tak ingin mengganggu kebahagiannya…

Reni, istriku lulus SMA tahun 1998 dan sejak lulus itu dia tidak kuliah dan hanya bekerja saja dari toko ke toko sebagai pelayan.
Aku berkenalan dengan nya saat dia bekerja di sebuah toko handphone. Kami berkenalan, pacaran , lalu kemudian menikah…
Sesingkat itu memang…

pah… pah.. ini bagus deh.. seru nya sambil memperlihatkan handphone nya kepadaku..
what? Bikini?…

Aku terperangah..
Seumur umur Reni tak pernah terpikir untuk beli bikini, tapi kali ini dia menunjukkan kepadaku di platform belanja online sebuah bikini berwarna pink yang terlihat sangat mini…

buat apaan bikini? tanyaku sembari mengernyitkan dahi
mau dipakai buat acara reuni nanti pah?
hah?

aku terkejut dengan pernyataan Reni istriku
Tensi darah ku terasa naik, kepalaku terasa memanas
Terbayang dalam pikiranku istriku mengenakan bikini sexy dihadapan teman teman SMA nya…

kan rencananya reunian di sebuah villa di Bogor, nah di villa itu ada kolam renang nya pah…
kok pakai bikini? Nggak malu apa?
buat apa malu pah.. peserta reuni nya semua perempuan kok.. teman teman mama SMA.. jawabnya

ooohh…

Kepalaku mendadak dingin..
Jantung ku tak lagi berdegup kencang…

memang nya kapan mau reunian? tanyaku..
sabtu ini pah.. hari minggu nya pulang..
trus ke Bogor naik apa?
ikut mobil nya Dewi.. boleh ya pah?
iya gpp jawabku singkat…

yang bayar villa nya siapa mah? tanyaku..
itu villa miliknya Susan pah… jadi nggak perlu repot repot bayar sewa… yang datang juga cuman berempat pah… aku, Ervina, Dewi sama Susan..

ohh.. ok.. ok

Kulanjutkan scroll beranda facebook di hp ku dan sesekali komentar pada postingan teman teman ku..

pah, aku beli ya bikini nya…
Aku mengiyakan permintaannya karena aku tahu Reni bisa memanagement uang dengan baik
===

Hari hari berlalu..
Sampai saat aku pulang kerja dihari jumat disambut dengan wajah cemberut istriku…
Awalnya aku tak faham
Setelah mandi..
Makan..
Lalu kemudian kami nonton tv, baru kusadari wajah cemberutnya

ada apa mah?
itu si Dewi ternyata sudah berangkat duluan sama suaminya.. katanya mau barengan sama aku..
suaminya?, si Sapri ikut juga? tanyaku gusar

Aku tahu mereka berempat adalah teman satu geng di sekolah
Istriku, Dewi, Ervina dan Susan
Yang kutahu Dewi Menikahi Sapri teman satu kelas mereka di sekolah
Ervina menikahi Desta, guru Bimbel mereka di salah satu instansi bimbingan belajar diluar sekolah
Sedang Susan, aku tak tahu Susan menikahi siapa

Sapri dan Desta saling mengenal karena Sapri dan geng istriku pernah jadi murid bimbel nya Desta

jadi? Mau bagaimana? tanyaku
papah yang antarkan yaaa…. kata istriku sambil memeluk ku manja
nanti papa tinggal dimana?
ya di Villa itu juga
bukannya acara khusus cewek aja?
baaattttaaaall…… Sapri dan Desta juga mau ikut dan tentu saja suaminya Susan si pemilik rumah juga ada disitu

Aku melengos tanda malas menanggapi, batinku aku hanya ingin istirahat tiduran dirumah, eh malah disibukkan dengan acara reunian..

Istriku terus saja merayu sehingga akupun luluh dan mengikuti keinginan nya…
===

Sabtu kami berangkat ke Bogor dan sampai menjelang siang
Begitu sampai dan kuparkir kendaraan di halaman Villa yang ditentukan dalam kordinat whatsapp, kami segera masuk dan Kulihat Susan, Ervina dan Desta datang mendekat dan mengucapkan salam kepada istriku sambil cipika cipiki.

sial.. Desta brengsek…!! Ngapain juga cipika cipiki sama istriku..!

Aku hampir saja marah, tapi aku menahan diri karena kulihat Ervina santai saja melihat Desta cipika cipiki sama istriku…
Lalu Desta menyalamiku dan memeluk layaknya dua orang pria bertemu, disusul Ervina dan Susan yang juga ikutan cipika cipiki dengan ku…

What?!
Mereka gak malu apa cipika cipiki sama aku?
Ada hasrat berdesir dalam pikiran cabul ku…
Wuih enak juga euy cipika cipiki sama cewek lain..
Dihadapan istriku lagi !!!
Ah setan haha..

Mereka bertiga ngobrol sejenak dan menanyakan kabar kami berdua; tiba tiba saja datang seorang pria paruh baya dan Susan memperkenalkan pria itu sebagai suaminya yang bernama Erick lalu kemudian menyalami kami berdua ….

halo… ucap Erick ramah dengan senyuman…

haaaii… !! halo mpo… apakabar… !!
Terdengar suara riuh, rupanya si Dewi baru saja sampai…
Dewi yang rempong itu begitu heboh dengan pertemuan mereka..
Padahal tubuh nya kecil…
Tapi mulutnya berisik..

Langsung saja si Dewi nyerocos tanpa henti diiringi pelukan dan ciuman sesama mereka; sedang Sapri datang mendekatiku lalu kemudian menyalami aku, Desta dan Erick…

apakabar mas…
baik.. jawab ku sambil tersenyum ….

Si Sapri memang lebih muda dariku, sebab itu dia memanggilku dengan sebutan Mas ….
Setelah berbincang bicang sejenak…
Ervina, Susan dan istriku mendekati Sapri, teman satu geng sekolah mereka.. bersalaman.. dan … cipika cipiki… lagi

bukan maen… cletuk ku dalam hati…

Mungkin itu hal biasa bagi mereka …
Tapi aku terbakar cemburu sekaligus merasa aneh…

Mengapa Erick dan Desta tak marah istrinya cipika cipiki dengan pria lain?

Ah mungkin itu sudah jadi kebiasaan mereka …..
Aku kemudian menenangkan pikiranku dan berfikiran bahwa semuanya baik baik saja dan biasa biasa saja…

Susan mengatakan kalau kamar kami ada di lantai atas sedang kamar mereka semua ada di lantai bawah.

kok Cuma kami yang dilantai atas? tanyaku..
gpp sayang… kan kalau aku mendesah di genjot sayang.. mereka semua gak ada yang dengar.. rayu istriku sambil mengelus dadaku diikuti oleh sorakan dan tawa teman satu geng nya ….

Aku tersipu malu mendengar kalimat istriku yang sedikit menggoda…

dilantai bawah Cuma ada tiga kamar… jadi mohon maaf kalau kebagian lantai atas sahut Susan sambil tersenyum..

Aku tak keberatan, lalu kami pamit masuk kekamar dan membawa barang-barang masuk ke sebuah kamar yang lumayan besar dengan kamar mandi didalam nya. Disana kami membereskan barang bawaan dan Reni istriku berbaring di kasur kelelahan karena perjalanan.

Siang itu pintu kamar kami di ketuk, rupanya Susan sudah menyiapkan hidangan makan siang.
Kami berdua turun ke lantai bawah, duduk di meja makan bersama teman teman yang lain, sembari menikmati santap siang mereka semua asik membicarakan pengalaman mereka, sesekali tertawa dan menceritakan hal hal lucu..

Sedangkan aku..
Aku kudet…
Aku tak bisa bergaul dan menyambung obrolan mereka
Aku hanya jadi pendengar dalam obrolan makan siang itu…

Setelah makan siang kami semua berkumpul didepan sebuah televisi, menyaksikan drama Korea..

Ah sial … nggak ada film lain apa? batin ku

Aku pun memilih untuk menyibukkan diri dengan handphone ku, membuka facebook dan scroll beranda tak jelas…
Aku tak menghiraukan suara gaduh yang mengganggu dan saat kulirik.. eh bukan maen…

Dewi tengah berciuman dengan Sapri …
Mereka tengah mempraktekkan adegan drama korea…

ah kok gitu? batin ku berujar …

Aku menganggap itu biasa saja karena Sapri dan Dewi memang pasangan suami istri; hanya saja aneh jika melakukan itu ditempat terbuka dan dilihat teman teman…
Aku tak perduli..
Kulanjutkan beranda facebook ku, dan setelah bosan kuganti dengan memain kan permainan di handphone ku…

.. aaauwww… terdengar suara teriakan istriku..
Aku terkejut dan saat kulihat istriku tengah memukuli Desta dengan bantal..
Diikuti dengan suara gaduh sorakan mereka semua…

Kulihat istriku tengah mengelus payudaranya dan terlihat wajahnya sedikit meringis…

Ewww…
Mungkin Desta mengganggu istriku dengan menyentuh payudaranya…
Aku ingin marah..
Tapi aku tak tahu duduk permasalahannya..
Aku khawatir menuduh yang tidak sebenarnya terjadi…
Toh mereka semua tertawa dan kulihat istriku juga tertawa lepas setelah puas memukuli Desta…
Ah bodo amat..
Kulanjutkan lagi game di handphone ku…
Terdengar sesekali tawa dan sorak riuh mereka semua
Tapi tak kuhiraukan..
Entah apa yang mereka lakukan…
Lama aku menyendiri dengan gadget dan permainan nya…
Kemudian istriku datang mendekat dan memeluk tubuh ku…

sayang.. ayo berbaur dengan yang lain… pintanya…

Aku hanya tersenyum dan mengatakan kalau aku sudah berada disini

bukan.. bukan itu maksudnya… ngobrol lah dengan yang lain.. pintanya..
Aku mengalah dan mematikan handphone ku
Sial… nonton korea… aku tertawa geli didalam hati mendapati diriku dipaksa menonton drama korea.. ingin terpingkal pingkal rasanya…



Istriku bersandar di dadaku dan akupun memeluknya dengan sebelah tangan
Begitu juga Desta, Sapri dan Erick dalam posisi romantis pada pasangan masing masing

Aku ingin kencing.. aku berbisik pada istriku
Reni melepaskan tangan ku dan membiarkan aku pergi ke toilet, dan aku bergegas menuju toilet
Setelah buang air kecil dan menyiram toilet aku keluar, dan kulihat ada Ervina didepan pintu toilet, mungkin dia juga ingin ke toilet
lorong menuju pintu wc itu begitu sempit meskipun hanya berjarak sekitar 1 meter, apabila ingin berselisihan dengan dua orang maka harus mengalah salah satunya atau akan saling bergesekan tubuh tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, Ervina setengah berlari di lorong sempit itu dan menabrak tubuh ku hingga hampir terjatuh
BRUK !

Refleks tangan ku menangkap tubuh Ervina dan tangan kanan ku tak sengaja terpegang payudara kiri nya dan Ervina terduduk jatuh ke lantai
Terasa lembut payudara nya, seperti dia tak mengenakan bra, atau mungkin dia mengenakan bra yang terbuat dari kain sehingga saat ku pegang tak ada rasa seperti bra…

aduh.. maaf.. maaf .. kataku sambil meraih pergelangan tangan nya…

Ervina refleks berpegangan pada sabuk pinggang ku sehingga tangan nya sangat dekat sekali dengan penis ku; meskipun tangan nya hanya diluar, aku merasakan sensasi yang berbeda, dan saat Ervina berdiri, dia seolah sengaja menggesekkan payudaranya disekujur tubuh ku dan wajah nya begitu dekat dengan wajah ku..
Sial aku jadi salah tingkah..

.. maaf ya.. maaf.. kataku..

nggak papa Farhan, aku yang harusnya minta maaf karena buru-buru.. ujarnya
Disaat aku memalingkan wajah ku dan mulai melangkah untuk pergi, Ervina menggenggam pergelangan tanganku dan melarang ku untuk pergi
eh Farhan… Tunggu sebentar
Ada apa? tanyaku
temani aku sebentar, lorong ini agak gelap dan terpojok..
baiklah…

Kulihat Ervina masuk kedalam toilet dan dia tidak menutup pintu!!
Aku menjadi sungkan dan salah tingkah melihat Ervina perlahan menyingkap rok lebar selutut nya dan mulai me-melorotkan celana dalam nya, lalu berjongkok buang air kecil…

Ah sial brengsek…
Aku salah tingkah dan memalingkan wajah ku meskipun sesekali aku iseng melirik, tapi aku tak berani..
Khawatir dia marah dan berkata yang tidak-tidak pada istriku…

Setelah selesai menunaikan hajat nya,
Ervina mencuci kemaluan nya dan mengelap nya dengan tisu, lalu dia keluar mendekati ku dan memasang celana dalam nya tepat dihadapanku..

Damn! Bedebah! Apa yang terjadi sih?!

terimakasih ya…

BERSAMBUNG.