Part 3.
Terlihat
dikejauhan Desta menarik bra Susan hingga terlepas diiringi teriakan genit
Susan seolah tak terima bra nya dilepas..
Susan mengejar Desta dengan sebelah tangan nya menutupi payudara nya, sedang
Desta memutar-mutar bra Susan di atas seperti baling baling helikopter…
Suasana menjadi riuh dengan sorakan-sorakan, dan kulihat Erick juga ikut
menertawakan Susan..
…eh?
kok gitu? Hatiku berbicara lantang mempertanyakan kejadian yang menurut ku
aneh..
Kenapa Erick hanya tertawa melihat istrinya dikerjai?
Ah mungkin memang begini gaya mereka bercanda…
Dan saat Desta memutari kolam renang, lalu kemudian mendekati Erick; Erick lalu
mendorong Desta hingga terjatuh ke kolam renang…
Semua terpingkal pingkal..
Lalu saat Susan berada di dekat Erick; Erick juga mendorong Susan hingga
terjatuh ke kolam renang..
Suasana menjadi semakin riuh…
Aku hanya tertawa kecil…
Menyaksikan semua ke anehan itu…
tuh… pah.. lihat kan..? semua tertawa.. tidak ada yang perlu marah marah disini.. ucap istriku..
Tak lama kemudian Dewi tiba tiba saja muncul dihadapan kami berdua, dengan bikini milik istirku di tubuh nya..
disini rupanya… ditunggui dari tadi dikamar… ucap Dewi..
GLEK!!
Mau ngomong apalagi ni orang..
Bisa berabe nih urusan…
Aku hanya terdiam…
Mungkin jantung ku berhenti berdetak saking takutnya jika istriku tahu bahwa
aku sudah menyetubuhi Dewi namun tidak tuntas…..
ada
apa Wi? .. tanyaku
… ini bra nya belum dikaitkan sudah tinggal pergu aja hufth…
Dewi
duduk di samping ku sambil mengarahkan punggung nya agar aku mengikat bra nya..
Aku..
Agak gemetar mengikat bra Dewi karena ada istriku di samping kanan ku..
Meskipun begitu, tetap berhasil juga mengikat bra Dewi…
makasih ya…. ucap Dewi sambil ngeloyor pergi, mendatangi meja minuman dan mendekati suami nya sendiri…
kok nggak di grepe? goda istri ku…
Aku gemas dengan perlakuan istriku lalu mencubit puting kiri nya…
aww sakit… katanya sambil membalas, lalu tangan nya meraba celana pendek ku dan masuk untu meraih penis ku…
eh
jangan.. kataku
kenapa?
ada banyak orang..
gpp lah…
Meskipun sebenarnya bukan banyak orang, tapi karena penis ku belum di cuci bekas vagina Dewi, khawatir istriku mencium aroma tak beres di penis ku, bisa berabe urusan…
nanti
saja dikamar.. jawab ku..
hufthh…
mama bersenang senang aja dulu… kataku …
oke…
Istriku
lalu berdiri meninggalkan aku, menuju Dewi dan Ervina yang tengah mengobrol..
Bongkahan pantat nya..
Weew..
Meskipun hampir setiap hari aku melihat pantat istriku
Tapi kali ini beda..
Bikini yang dipakai nya tak menutupi pantat, hanya melewatkan seutas tali diantara kedua belahan pantat nya…
Glek..
Aku meneguk liur melihat pantat istriku sendiri..
Sebuah pemandangan yang tak biasa kulihat…
Byur…
Seseorang muncul dari kolam renang…
Tepat dihadapan ku…
Susan…
Dengan bra ditangan…
Sedang
payudaranya ter ekspose bebas tanpa penutup apapun, Susan melirik ku sebentar
lalu berpaling dan menuju kerumunan dan di kerumunan itu kulihat Dewi sedang
menggenjot suaminya sendiri; Sapri.
Sapri yang tengah berbaring di kursi santai kolam sedang di goyang Dewi dari
atas, terlihat tubuh Dewi turun naik, maju mundur; meskipun kulihat Sapri masih
saja mengenakan celana dan Dewi masih mengenakan bikini.. aww its weird.. gumam
ku dalam hati…
Gak malu apa dilihati sama teman teman nya…
Tapi mereka terlihat biasa saja…
Ah sial…
Aku
merogoh kantong ku dan mengambil handphone lalu membuka aplikasi game online
ku. belum saja loading nya selesai, Susan dengan payudara nya yang terbuka
tanpa penutup mendekati ku..
Bawahan bikini nya masih basah..
Masih menjiplak jelas belahan vagina nya di bikini berwarna putih yang basah
itu…
mas
Farhan, bantuin angkat galon dong… katanya..
oh.. dimana…
ayo ikut….
Akupun
mengikuti Susan
Pantat nya memang tak semontok pantat istriku..
Dia lebih tipis dan tak berisi…
Tapi tetap saja lenggak lenggok pantat Susan dihadapanku membuat penis ku
bangun…
Lama aku berjalan mengikuti Susan..
Aku tak memperhatikan jalan..
Aku hanya memperhatikan pantat nya..
Lalu
kami sampai di sebuah dapur..
Tumpukan rak piring dan gelas..
Sebuah kompor dan tumpukan galon…
BLAM…!
Susan menutup pintu dan mengunci nya…
kok dikunci? kataku
Susan
berjalan mendekatiku lalu kemudian merangkul pundak ku..
Bibirnya terus saja menyosor dan langsung saja kusambar bibir nya…
Eee…
kau tak tahu rupanya..Kucing lapar jangan disodori daging… langsung sikat..
Terlebih lagi aku memang belum tuntas dengan Dewi tadi..
Kami
berpagutan satu sama lain..
Bibir Susan rasa minuman ber alkohol yang aku tak dapat menebak merk nya …
Tubuh nya yang sedikit basah mulai mengering karena air nya menempel di baju
kaos ku…
..
eh ada apa nih? kok tiba-tiba nyosor? tanyaku …
kata nya Reni, mas Farhan jago ngemut memek… aku mau dong di emutin memek ku…
..
jangan.. jangan sekarang.. bisa berabe urusan kalau kepergok…
gak papa mas.. gak ada yang tau kok… buruan… Susan lantas membuka bawahan
bikini nya dan duduk di atas meja cuci piring, lalu kemudian mengangkang…
Vagina
nya…
Mulus tak berbulu…
Tanpa basa basi langsung saja ku jilat dan ku emut klitoris nya…
Terlihat ekspresi wajah Susan meringis keenakan dan sesekali dia menutup mulut
nya karena takut berisik..
Mmpphh..
mmpphh… desahan kenikmatan Susan yang ditahan agar tak terdengar…
Tangan nya terus saja menjambak rambut ku, tapi dia tak berani mendorong
kepalaku agar menjauhi vagina nya…
Dan tiba tiba saja tubuh nya mengejang…
Kepalaku di benamkan nya erat kedalam vagina nya dan Crot.. crot…
Cairan bening dan banyak keluar dari vagina nya dan membasahi mulut ku..
Aku
tak perduli..
Aku sudah biasa terkena cairan squirt Reni, jadi aku sudah tau rasanya…
Sesaat
setelah Susan mengejang dan tak dapat bergerak, dia kemudian menggoyang kan
pinggul nya sehingga vagina nya bermain dengan bibirku…
Disaat aku menyudahi permainan lidah ku…
Entah apa yang merasuk pikiranku, lalu tiba tiba saja lidah ku mengeluarkan
kalimat yang tak dikontrol oleh otak ku..
mau
ngentot? tanyaku
Wajah nanar Susan dengan matanya yang sayu menahan nikmat menjawab dengan penuh
nafsu…
mau…
jawabnya
Lalu kami pun berciuman …
Aku membuka celana pendek ku, dan mengarahkan Susan untuk memblowjob penis ku, lalu Susan jongkok dihadapanku dan mulai memblowjob penis ku..
Hmm..
standar…
Atau bisa dikatakan tak hebat, Istriku lebih hebat dalam blowjob… batin ku
berujar.. penisku berontak karena blowjob nya tak sesuai harapan..
Aku hanya menduga bahwa Susan dan suaminya tak pernah melakukan oral sex
sehingga Susan begitu penasaran nya dengan jilmek, dan dia juga begitu amatir
dengan blowjob..
Ah entahlah…
sudahlah…
yuk ngentot… bujuk ku..
Susan tak menjawab, hanya mengangguk sedikit, lalu dia telentang di lantai dan
membuka kedua paha nya, tanpa basa basi langsung saja kutancap vagina nya dan
ku pompa dengan ritme yang beragam…
Tapi aku masih saja was was..
Aku selalu khawatir ketahuan dan kepergok…
Pikiranku tidak tenang…
Setelah beberpa menit aku bilang ke Susan kalau aku mau orgasme..
Susan mengiyakan..
Katanya buang didalam aja, tapi aku agak was was..
gak apa-apa nih? tanyaku…
gpp, gak bakal hamill.. katanya..
Dan akhirnya aku menumpahkan sperma ku didalam vagina Susan…
yuk
buruan, ntar ketahuan sama yang lain bisa gawat… kataku…
santai aja lagi.. gak bakal ada yang pergoki kok.. katanya..
Ah brengsek…
Susan
kemudian merapikan bawahan bikini nya, dan tetap saja telanjang dada…
Aku membawa sebuah galon untuk ditaruh di meja dekat kolam renang..
Lagi, Susan berjalan didepan ku dan aku tetap saja memperhatikan pantat nya…
Sesampai
nya di dekat kolam renang, teman-teman istriku sibuk dengan kegiatan masing
masing ..
Damn!
Semua wanita yang ada tak lagi menggunakan penutup payudara…!!
Sial!
Ervina sedang diremas oleh Erick, padahal Erick bukan suaminya
Sedang istriku ada di kolam renang bersama Dewi, Sapri dan Desta…
Dewi
sedang di genjot oleh Desta, dan Sapri tengah menggenjot istriku dari belakang
Terlihat payudara mereka berdua bergoyang menahan serangan genjotan dari
belakang..
Sialan kau Sapri !!! batin ku berujar..
Sesampai nya di meja, aku menaruh galon itu lalu kemudian memberi kode kepada istriku untuk mendekat..
Istriku pun meninggalkan Sapri dan menuju ke arah ku…
ada
apa pah?
mamah ngapain tadi? Di kentot Sapri ya? tanyaku setengah marah
iiihh enggak lah pah… itu hanya akting… nggak benar benar ngentot kok.. Desta dan Sapri juga masih mengenakan celana loo pahh…, jadinya nggak ada penis yang masuk kedalam vagina.. gitu looh..
Aku terdiam sejenak, dan melengos karena sedikit kesal, tapi aku nggak bisa marah karena stamina ku sedikit terkuras setelah menggenjot Susan.
awaaas
aja ya kalau sampai mamah ngentot sama mereka… ancam ku..
iiih.. gpp kali pah, yang penting kan jangan sampai hamil hahaha… istriku
tertawa lalu mencubit perut ku …
bra
mama mana? tanyaku
itu ada disana… jawabnya
kok dilepas..
gak enak pah, cewek-cewek yang lain pada lepas bra.. masa tinggal mamah sendiri
yang gak lepas bra..
Beugh, aturan darimana lagi itu.. batinku berujar sinis tapi tap kusampaikan karena aku tak ingin merusak hari bahagia istriku..
Saat
aku datang, suasana tak lagi riuh…
Aku bergabung dan bergaul dengan teman-teman istriku..
Para
wanita disitu..
Damn..
Tak ada yang malu mempertonton kan payudara nya…
Bahkan
sesekali pembicaraan menjurus kepada kelamin..
Ervina pernah sekali memperlihatkan vagina nya hanya untuk menujukkan bahwa
vagina nya terawat dengan baik…
Ah sial…
Reuni macam apa ini…
Saat
matahari mulai terbenam; Susan kemudian mengajak teman teman yang lain untuk
membersihkan diri siap-siap untuk makan malam.
Aku dan Reni masuk kamar, mandi dan ganti baju. Tak ada obrolan yang berarti
dengan Reni saat itu…
Aku pun tak mengungkit apa yang sudah terjadi di kolam renang karena aku
khawatir bicara banyak, takutnya Reni tahu kalau aku sudah ngentot Dewi dan
Susan dalam mode quickie…
Yeah.. tetaplah itu menjadi rahasia…
BERSAMBUNG.
