Minggu, 15 Juni 2025

TETANGGAKU 2


 


Part 2

Melihat nafsu istriku yang semakin tak terkendali, tetanggaku berdiri dan mengajak istriku ke kamar. Tanpa pertimbangan lain, istriku mengikuti tetanggaku melangkah menuju kamar. Setelah masuk kamar, tanpa menutup pintu kamar terlebih dahulu dan masih dalam posisi berdiri dipinggir tempat tidur. Istriku dengan tak sabar membuka kaos yang dikenakan tetanggaku hingga lepas dari tubuh tetanggaku, mata isriku semakin bergairah menatap tubuh tetanggaku yang bertelanjang dada. Tetanggaku menarik kaos yang dikenakan istriku hingga lepas dan bibirnya langsung menciumi leher jenjang istriku dengan nafsu yang tak tertahankan. Kaki istriku terjinjit-jinjit menahan nikmat dan kembali lenguhan nikmat keluar dari mulut istriku yang seksi “Uhhhh…… ahhhhh….”

 

Tangan tetanggaku berusaha melepaskan pengait bh di punggung istriku dan buahdada istriku yang besar membusung itupun tumpah setelah penghalangnya lepas. Mata tetanggaku nanar melihat buahdada istriku yang menggiurkan, dia membungkukkan badan dan mulutnya langsung melahap buah dada istriku dengan rakus sementara tangannya meremas-remas keras buahdada istriku yang lain. Tubuh istriku semakin melenting menahan nikmat, kakinya semakin terjinjit dan kedua tangannya mencengkram erat bahu tetanggaku

Percumbuan sambil berdiri di pinggir tempat tidur itu mereka lakukan cukup lama, sehingga nafsu mereka semakin mendesak untuk mendapatkan yang lebih nikmat lagi. Tetanggaku menghentikan cumbuannya, kemudian dengan tergesa-gesa melepas celana panjang sekaligus dengan cd yang dikenakannya . Istrikupun melakukan hal yang sama sehingga. Mata istriku nanar menatap penis tetanggaku yang mengacung keras dan tegang, sinar matanya menunjukkan tatapan ketidaksabaran ingin segera menikmati hangat dan nikmatnya penis tetanggaku, vaginanya terasa basah dan gatal.

Dengan gemetar tangan istriku meraih penis tegang itu…, diremas dan dikocok secara perlahan penuh perasaan, tetanggaku mengeluh nikmat. Tangan tetanggaku menyentuh vagina istriku yang menggairahkan, kemudian telapak tangan itu meremas dan menutar serta menekan-nekan vagina istriku yang semakin basah dan gatal.

Istriku naik ke tempat tidur, berbaring dan merenggangkan pahanya menanti tetanggaku dengan tidak sabar, tubuhnya bergelinjang dan bergerak-gerak erotis mengundang tetanggaku untuk mendekat. Rupanya istriku sudah tak tahan lagi ingin segera merasakan penis tegang tetanggaku memuaskan rasa gatal yang meronta-ronta di dalam vaginanya yang semakin basah.

Namun tetanggaku tampaknya ingin mempermainkan gelora yang sedang melanda istriku. Dia merangkak naik ke tempat tidur, kepalanya di arahkan ke vagina istriku yang terbuka, kedua tangannya dia letakan di bawah paha istriku, kemudian bergeser ke arah pinggang istriku. bibirnya semakin mendekat vagina istriku. Istriku semakin mengelinjang tak sabar, ketika permukaan vaginanya tertiup hembusan nafas tetanggaku yang menderu dan hangat.

Tiba-tiba istriku mengerang cukup keras ketika dirasakannya lidah kasar tetanggaku menjilati lipatan vagina dari bawah hingga ke klitorisnya. Beberapa kali tetanggaku melakukan jilatan-jilatan seperti itu, kepalanya terangguk-angguk dan diakhir dengan menekan kuat lidahnya tepat di klitoris istriku. Tubuh istriku bergetar bagaikan dialiri listrik dan mejerit nikmat “Aaaahhh…”. Dan istriku semakin menjerit ketika bibir tetanggaku menghisap kuat klitoris itsriku yang menonjol keras “Aaaahhhhh…”

Gerakan menjilati lipatan vagina secara berulang-ulang dan diakhiri dengan menekan dan menghisap klitoris, dilakukan berulang-ulang oleh tetanggaku hingga tubuh istriku bergetar dan bergelinjang serta menjerit dan mengerang nikmat tak henti-hentinya.

Kemudian kedua tangan tetanggaku berusaha membuka lipatan vagina yang menutupi liang vagina istriku yang menjanjikan berjuta-juta kenikmatan. Liang vagina itu begitu mengkilat dan basah oleh lendir kenikmatan istriku bercampur air liur tetanggaku. Dada tetanggaku semakin sesak terhalang oleh nafsu yang tak tertahankan. Lidahnya terjulur dan menjilati liang nikmat itu…., kembali istriku menjerit dan melonjak-lonjak merasaan nikmat yang dierikan oleh lidah kasar tetnggaku.

Lonjakan tubuh istriku berubah menjadi hentakan-hentakan pinggulnya menekankan selangkangannya agar lidah tetanggaku masuk semakin dalam. Kedua tangan istriku menjambak rambut tetanggaku dengan keras dan menekan kepala tetanggaku agar lebih dalam lidah kasar itu meruyak liang vaginanya yang semakin berdenyut cepat dan nikmat, kedua paha istriku terangkat dan menjepit erat kepala tetanggaku dan betisnya membelit erat punggung tetanggaku, pantatnya terangkat kaku dan akhirnya “Aaaaaakkkhhhhh…….” jeritan keras keluar dari mulut istriku yang menandakan dia mendapatkan orgasme yang luar biasa nikmat.

Kemudian tubuh istriku berkelojotan beberapa saat dan akhirnya terhempas lemah di atas kasur…., jambakan tangannya dan belitan betisnya di punggung tetanggakupun lepas tak berdaya sementara nafasnya tersengal-sengal kehabisan nafas seolah-olah habis berlari jauh. Sementara itu lidah tetanggaku merasakan kedutan-kedutan cepat disertai dengan rembesan cairan kenikmatan istriku yang terasa asin dan gurih.

Tetanggaku melepaskan dirinya dari himpitan lemah paha istriku, Dia bangkit dan meletakan kedua lututnya di bawah paha istriku yang mengangkang. Tangannya memegangi batang keras penisnya dan mengarahkan kepala penis itu ke depan mulut liang vagina istriku yang semakin basah dan licin. Tangannya menggerak-gerakan kepala penis itu agar membelah lipatan vagina istriku yang licin.

Tangannya terus menggerak-gerakan kepala penisnya di depan liang vagina istriku agar gairah istriku bangkit kembali. Gairah istriku dengan cepat bangkit kembali dan tangan istriku berusaha meraih batang penis tetanggaku agar segera memasuki dirinya.

Mendapatkan isyarat itu, tetanggaku langsung mendorong penisnya hingga setengah batang penisnya masuk menikmati nikmatnya liang vagina istriku, ditariknya kembali hingga menyisakan kepala penis saja yang masih berada dalam jepitan nikmat vagina istriku, kemudian mendorongnya…., menariknya….. demikian berulang-ulang hingga setengah batang penis tetanggaku mengocok-ngocok liang vagina istriku.

Kedua tangan tetanggaku memegangi kedua batang paha istriku yang menempel dipinggangnya. Dalam posisi duduk yang bertumpukan pada kedua lutut yang menekan kasur, pantat tetanggaku menggenjot dan memompa penisnya agar mengocok-ngocok dan mengaduk-aduk liang vagina istriku. Kepala istriku mengeleng-geleng merasakan nikmatnya sodokan dan kocokan tetanggaku, tubuh istriku terguncang-guncang akibat sodokan yang dilakukan berulang-ulang oleh tetanggaku dan betis istriku yang tergantung di belakang tubuh tetanggakupun terayun-ayun keras.

Erangan-erangan nikmat terdengar dari mulut istriku bercampur dengan helaan nafas tetanggaku yang cukup keras. Semakin lama batang penis yang masuk semakin dalam dan gerakan mendayung nikmat tetanggakupun semakin cepat, tubuh istriku semakin melonjak-lonjak menerima sodokan-sodokan yang semakin dalam menyentuh relung liang vagina istrku disertai erangan nikmat yang tak terputus “Auh…. Auw….ouhhhhh…… “.Sodokan-sodokan tetanggaku semakin keras menghentak. Buah dada istriku yang besar membusung bergoyang-goyang bagaikan sedang dilanda gempa bumi yang maha hebat menyuguhkan pemandangan yang sangat menggiurkan. Dan erangan nikmat istrikupun semakin menyayat.. ”Auww…. auw…..aauuhhhh…”

Tetanggaku menghentikan gerakannya dan mencabut penisnya yang semakin tegang dan keras serta mengkilat karena dilamuri lendir kenikmatan yang dihasilkan liang vagina istriku. Istriku merasakan sesuatu yang hampa didalam vaginanya, dan merasa kenikmatan yang sedang dirasakannya terpotong, matanya memandang kecewa pada tetanggaku. Tetapi tetanggaku berkata sambil mendesah “Nungging, Bu..!” Sambil bergerak merenggangkan jarak dari tubuh istriku. Istriku paham dengan apa yang diinginkan oleh tetanggaku, dia menggulingkan tubuhnya sehingga agak berputar 90o lalu mengangkat punggung dan pantatnya ke atas sehingga berada pada posisi merangkak dengan pinggang yang agak direndahkan.

Posisi yang sangat seksi yang diperlihatkan istriku pada tetanggaku. Tetanggaku menggeserkan dengan memutar tubuhnya sebesar 90o dengan menggunakan lutut agar menempatkan selangkangannya tepat berada pada pantat istriku yang padat dan seksi. Tangan kanannya memegangi batang penis yang semakin keras dan mengarahkannya ke liang vagina istriku yang dengan gelisah menunggu dalam kebasahan melewati celah pantat istriku yang montok.

Mata istriku terpejam menantikan detik-detik yang mendebarkan, lalu mulut istriku ternganga dengan mata terpejam mengeluarkan lenguhan nikmat ketika batang keras penis tetanggaku kembali memasuki dirinya “Ooouuhhhh……”. Kedua tangan tetanggaku memegangi kedua pinggul istriku, kemudian dia mulai menghela pantatnya menyodok-nyodokan batang penis untuk meraih nikmat dari vagina istriku.

Sodokan-sodokan tetanggaku demikian cepat dan keras, buah dada istriku yang tergantung indah terayun-ayun, kepala istrikupun terdongak-dongak menahan kenikmatan yang menerpa dirinya. Semakin lama sodokan itu semakin keras dan dalam serta menghentak-hentak. Istrikupun membalas hentakan-hentakan keras itu dengan menggoyangkan pinggulnya kekiri dan ke kanan dan terkadang diputar sambil menjerit dan mengerang sangat menggairahkan “aouhhh… aouhhhh…… aaahhh…”. Tampak sekali keduanya sedang berpacu meraih nikmat yang dekat.

Tampaknya puncak kenikmatan tetanggaku sudah semakin dekat dan ia ingin meraih orgasme sambil menindih istriku, dia langsung mencabut penisnya dan menggulingkan tubuh istriku agar telentang. Istriku mengangkat kedua kakinya ke atas dan direntangkan lebar-lebar memberi kemudahan bagi tetanggaku. Tetanggaku langsung memasukkan kembali penisnya ke dalam liang vagina istriku yang semakin licin, basah dan gatal. “Oooouuhhh…….” Lenguh istriku ketika vaginanya kembali dijejali oleh batang penis tetanggaku yang semakin bengkak dan keras, kemudian kembali dia mangayuh tubuh istriku dengan hentakan yang cepat dan keras..

Kedua telapak tangannya diletakkan pada kedua buah dada istriku yang bergoyang-goyang akibat sodokan yang tak pernah berhenti. Sambil terus menyodok-nyodokan batang penisnya semakin dalam hingga seluruh batang penis tetanggaku amblas ditelan vagina istriku, tangannya meremas-remas buah dada istriku diselingi dengan pilinan pada putting susu istriku. “Ouhhh…ouhhh….ouhhhh …..” erangan kenikmatan yang dirasakan istriku semakin melambungkan dirinya, istriku mengeleng-gelengkan kepalanya sambil memejamkan mata menahan nikmat. Riuh rendah erangan nikmat istriku semakin nyaring berpadu dengan helaan nafas tetanggaku.

Akhirnya tetanggaku meletakan kedua siku tangannya dipinggir pangkal lengan istriku, tangannya merengkuh bahu istriku, dadanya diturunkan hingga mulutnya dapat mengulum putting susu istriku, istriku semakin meregang dan gelengan kepalanya semakin keras disertai dengan erangan nikmat yang tak putus-putus.

Akhirnya tetanggaku merapatkan dadanya menghimpit rapat buah dada istriku, mulutnya mencium wajah istriku. sodokan-sodokan penisnya mulai terlihat keras dan kaku dan akhrnya sodokan itu berubah menjadi hentakan-hentakan yang keras dan kejang-kejang tak terkendali, geliat tubuh istrikupun terlihat liar tak terkendali dan menghentak-hentak membalas hentakan tetanggaku.

Hingga pada suatu titik yang sama, tubuh mereka melenting kaku dan berpelukan sangat erat, secara bersamaan dari mulut mereka terdengar jeritan nikmat “Aaaaaarrggghhhh….”. Tubuh mereka berkelojotan beberapa kali, kemudian terhempas lunglai dan layu. Tetanggaku terbujur lemas di atas tubuh istriku selama beberapa menit.

Tetanggaku menggulingkan tubuhnya sehingga berbaring di sisi istriku, dada mereka terengah-engah kehabisan nafas. Suasana enjadi hening….

 

Tak lama kemudian tetanggaku bangun dan mengenakan pakaian, sementara istriku masih terdiam, matanya terlihat menerawang jauh memikirkan apa yang baru saja terjadi. Dia masih belum mengerti mengapa gairahnya begitu tinggi hingga akhirnya dia berselingkuh dengan tetanggaku ini. Ada sedikit rasa penyesalan pada diri istriku atas apa yang telah tejadi.Tetapi kepuasan dan kenikmatan yang diperolehnya dapat memuaskan beban gairah berahi yang tadi sangat bergelora, sehingga kepuasan dan kenikmatan yang dia dapatkan mampu menggeser rasa sesal karena telah menghianatiku.

Istriku bangkit dari tidurnya dan mengenakan pakaiannya. Tetanggaku menghampiri istriku dan berusaha mencium lembut bibir istriku, istriku mengelak…., namun tak keluar kata-kata komentar dari mulut istriku. Setelah dirasakan cukup rapih istriku keluar kamar dan pulang ke rumah.

Sesampainya di halaman rumah wajah istriku pucat pasi, karena melihat motorku terparkir di halaman rumahku. Dia menarik nafas panjang beberapa kali untuk menenangkan diri. Setelah merasa cukup tenang, istri membuka pintu rumah dan dia semakin grogi melihatku yang sedang duduk dikursi tengah sambil menatap kehadirannya dengan sorot mata yang tajam dan mulut yang terkatup rapat.

“Kok… udah pulang Pah…? Udah lama ?” kata istriku seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Cukup lama…., untuk melihat Mamah bercinta dengan tetangga kita …! Bagaimana …… puas ? ” jawabku ketus balik bertanya ….

DUARRRR…..

Jawaban dariku seolah-olah bagaikan suara petir di siang bolong. Tubuh istriku yang masih kelelahan akibat persetubuhannya dengan tetanggaku langsung limbung ambruk terduduk merasakan beban kesalahan yang sangat berat yang menindihnya dan dia tidak sempat berpikir dari mana aku bisa tahu perbuatannya. Dia merangkak menghampiriku dan bersujud di kakiku sambil menangis “Maafkan Mamah …Pah.!” Sambil terus menangis sambil menciumi kakiku.

BERSAMBUNG.