Rabu, 10 September 2025

Threesome Istriku Dengan Temanku 4


 


Part 4.

 

Pagi itu kontolku juga tegang lalu aku bangun dengan maksud mau naiki istriku, kumasuk ke kamarnya ternyata istriku masih tidur berpelukan dengan Wahyu dengan tubuh diselimuti. Aku mencoba mendekati kepala istriku dan kubelai-belai pipinya dan istriku terbangun.

Aku bilang, “Kontolku tegang nih, yo tak semprotkan ke memekmu.”

Istriku berbisik, “Aduuh Pi, kontol Wahyu masih menancap terus dalam memekku kalau tak ditarik tak bisa lepas sebab nyantol kepalanya, Papie tak hisap saja ya kontolnya?”

“Oke”, sahutku.

Lalu istriku menengadah dan kudekatkan kontolku supaya bisa masuk ke mulutnya, lalu kukocok sendiri kontolku dan kugosok-gosokkan kepalanya ke bibirnya dan kadang-kadang kumasukkan dalam-dalam ke mulutnya. Karena sudah cukup lama tegangnya tak lama hanya 5 menit maniku sudah muncrat lagi ke dalam mulut istriku dan kemudian seluruh bagian kepala kontolku dijilati untuk membersihkan maniku dan setelah itu baru ditelan semua maniku. Aku bertanya,

“Mami tidak nelan maninya Wahyu toch dan tak dimasuki lubang anusnya juga ya?”

“Tidak Pi, semua maninya Wahyu masuk ke dalam memekku dan sampai sekarang belum keluar sehingga rasanya ada sesuatu barang dalam perut yang hangat! Lalu Wahyu hanya mencabut kontolnya kalau minta dihisap setelah itu dimasukkan kembali ke memekku”, jawab istriku.

Kukecup bibirnya dan kubisiki, “Baik-baik ya Mi, semoga dapat kenikmatan lagi!” Lalu aku keluar kamar dan tiduran lagi. Aku terbangun lagi pukul 6 pagi langsung kupergi mandi dan kemudian duduk di sofa menonton TV. Ternyata istriku baru saja diajak bersetubuh lagi oleh Wahyu, karena baru saja berada di atas istriku kemudian tidur lagi dengan berangkulan lagi.

Karena bosan lihat TV lalu kupergi keluar untuk lihat pemadangan alam dan jalan-jalan di taman. Kira-kira sejam kemudian aku balik ke motel dan kulihat kamarnya sudah kosong, rupanya mereka mandi berdua. Aku masuk ke kamar dan melihat di tempat tidur ada gelang karet berbulu yang dipakai dan ada cincin dari bulu buntut kuda.

Aku nonton TV lagi, rupanya lama sekali mereka mandi. Kucoba mendekat ke pintu kamar mandi dan menempelkan kupingku di pintu, oh ternyata mereka main lagi dalam kamar mandi sebab terdengar rintihan istriku, “Aduuh Wahyu.. aduuh Wahyu.. enaknya kontolmu Wahyu, nikmat banget Wahyu rasanya.” Kemudian suaranya Wahyu, “aach.. Reni, memekmu juga nikmat, aku kangen terus dengan memek dan payudaramu yang kenyal ini Reni!”

Aku balik nonton TV lagi jadinya, kira-kira 30 menit lagi mereka keluar dari kamar mandi dengan masing-masing berbalut handuk tubuhnya dan sekarang sudah pisah tidak nyantol lagi kontolnya di memek istriku. Mereka masuk ke kamar dan ganti pakaian, kulihat istriku pakai celana dalam mini warna merah dan pakai bra mini warna merah juga, lalu pakai rok bawah mini hitam dan kaos strip hitam putih tapi pendek jadi hanya sampai bawah bra saja, jadi perutnya yang langsing putih agak kelihatan dari luar.

Melihat istriku pakai kaos agak ketat, Wahyu bilang, “Reni, kamu jangan pakai bra saja lebih bagus karena kaosmu ketat.” Istriku pertama menolak, “aah katanya mau keluar makan dan nanti mau pulang segala nggak enak kalau tak pakai BH.” Wahyu bilang, “Kita kan hanya makan di restoran sini saja sebelum pulang, sebab nanti aku masih mau main lagi Reni.”

Jadi terpaksa istriku menurut dengan melepas lagi BH mininya. Eeehh, ternyata betul juga pendapat Wahyu, sebab tanpa BH pun ternyata buah dada istriku tetap tegak menantang hanya bedanya putingnya agak nampak jelas dari kaosnya dan kalau jalan kelihatan sedikit bergoyang-goyang buah dadanya.

Setelah semua siap kami pergi makan ke restoran hotel pukul 8.15, di sana kita lihat ada 2 pasangan lagi rupanya juga bermalam di hotel itu sebab yang cewek ada yang masih pakai pakaian tidur segala. Selesai makan kita jalan-jalan di taman sebentar sambil ngobrol-ngobrol lalu balik ke motel dan duduk untuk nonton TV.

Baru beberapa menit perutku terasa sakit, terpaksa aku ke kamar mandi untuk buang air besar. Selesai buang air besar aku mau menonton TV lagi, ternyata mereka berdua sudah tak ada dan masuk ke kamar lagi. Aku melihat istriku sudah tak mengenakan kaos lagi tapi sedang memakai BH mininya, sedang Wahyu sedang melepas celana dan kemudian bajunya lalu dia menarik istriku dan ditidurkannya ke ranjang lalu ditindihnya lagi istriku, yaah rupanya mau main lagi mereka.

Ternyata benar, rok mini istriku dilepas lalu CD mininya disingkap ke pinggir pangkal paha lalu kontolnya dikeluarkan dari CD-nya dan dimasukkan ke memeknya istriku. Jadi Wahyu main dengan masih pakai CD dan istriku pakai BH dan CD mini.

Karena branya mini, otomatis payudara istriku mencuat keluar ketika terkena remasan tangan Wahyu sambil pantatnya terus menggenjot naik turun dengan cepatnya. Kira-kira hampir 10 menit terdengar istriku berteriak, “Aduuh Wahyu, hangatnya manimu, lepaskan semua manimu Wahyu!” karena sebelumnya istriku cuma mendesis terus kenikmatan. Nampak sesaat lagi Wahyu jatuh menelungkup di atas istriku.

Karena sudah hampir jam 10 kubangunkan mereka, sebab Wahyu harus berangkat pulang dengan pesawat jam 11.00. Kuselesaikan semua rekening hotel sementara mereka berpakaian lagi. Kita langsung menuju airport tepat sampai airport pk 10.30.

Lalu kita ngomong sebentar dan Wahyu usul, “Kalau lain kali kita main berempat dengan istriku, bagaimana?” Pertama istriku keberatan sebab aku tak boleh main dengan wanita lain. Tapi Wahyu menjelaskan kalau wanita itu adalah keponakannya sendiri yang kerja jadi sekretarinya dan kadang-kadang melayani tamu-tamunya yang membutuhkan hiburan.

Jadi pasti bersih dan usianya masih muda baru 19 tahun, cukup seksi hanya buah dadanya agak sedikit lebih kecil dari istriku. Kalau istri dia pasti kurang ramai karena agak kerempeng dan tidak ceria, jadi aku dikhawatirkan tak bisa tegang. “Jadi bisa ramai Reni, kita main 2 pasang dalam satu kamar pasti hot”, kata Wahyu.

Akhirnya istriku setuju kapan-kapan main berempat, tiba-tiba istriku pergi lari-lari ke kamar mandi. Setelah pulang dari kamar mandi, aku bertanya, “Ada apa?” Dia menjawab sambil menunjukkan CD mininya yang digenggam. “Waah, maninya Wahyu mulai keluar, CD-ku sampai basah dan lengket jadi tak nikmat dipakai. Mungkin rokku juga basah belakangnya.” Ternyata betul bagian bawah memeknya basah, karena Wahyu sudah hampir check in lalu kami berdua langsung pamit pulang dulu setelah dikecup bibirnya oleh Wahyu.

Kami segera menuju mobil dan jok tempat istriku duduk dilembari dengan kertas koran, hampir sampai di rumah istriku mengeluh lagi, “Aduh Pi, maninya keluar lagi rasanya basah dan lengket semua pahaku. Cepat dikit Pi!” Kukebut terus dan sampai di rumah mobil kuparkir di tepi jalan dan istriku turun lalu menekan bel, setelah dibuka oleh pembantuku dan segera istriku masuk ke kamar utama kita dan masuk ke kamar mandi dalam tanpa ditutup pintunya. Karena anakku sedang tidur di kamarnya, aku langsung masuk ke kamar utamaku, kulihat istriku lagi melepas rok mininya lalu duduk di closet.

Melihat aku datang, istriku bilang,

“Papi sini lho, lihat Pi pahaku kena cendol maninya Wahyu dan itu keluar terus banyak.” Kulihat paha istriku dan bulu kemaluannya basah kena mani dan dari lubang memeknya keluar jatuh mani Wahyu yang seperti cendol itu.

Melihat itu aku malah jadi nafsu, kontolku jadi tegang, terpaksa aku melepas semua pakaianku. “Papi pasti tegang toch kalau lihat memekku belepotan mani begini”, kata istriku sambil mulai memegang kontolku. Lalu kutarik lepas kaos istriku. “BH-nya jangan dulu ya supaya Papi lebih terangsang kalau Papi mainan payudara Mami!” kata istriku. Istriku bilang kalau tadi malam sampai pagi tadi dia disemprot mani Wahyu sampai 7 kali, yaitu jam 8 malam saat bareng dengan saya, jam 11 malam saat main saya nonton TV, jam 1 tengah malam waktu main di kamar saya, jam 3 fajar waktu kontol Wahyu tegang sendiri, jam 6 pagi sehabis saya nyemprot ke mulutnya, jam 8 pagi saat di dalam kamar mandi dan jam 10 pagi waktu mau pulang.

“Hebatnya Wahyu itu sejak dari awal sampai yang terakhir semprotannya keras terus dan kental serta hangatnya dan banyaknya sama, maka dari itu rasanya penuh dalam perutku tadi sampai suatu saat kutekan perutku dan mulai keluar terus maninya”, kata istriku. “Mi, kalau sudah habis cuci dulu memeknya, aku sudah nggak tahan nih.”

Istriku buru-buru mencucinya dan mengeringkan dengan handuk, lalu kuangkat dia dan kuletakkan di atas tempat tidur. Tanpa tunggu macam-macam aku segera menaiki istriku dan kutancapkan kontolku ke memeknya. “Wah Mi, memekmu masih seret juga buat kontolku, kukira jadi longgar kemasukkan kontol gedenya Wahyu”, kataku.

Istriku lalu cerita, “Waktu kontol Wahyu ditanam semalam suntuk dalam memekku, begitu mulai kurang tegangnya memekku kumulai renggangkan sehingga sampai kepalanya saja yang nyantol di bibir memekku dengan maksud supaya jangan sampai longgar liangnya. Apalagi Wahyu selalu pakai cincin bulu kuda itu kalau di dalam banget geli rasanya kalau goyang sedikit, kalau di luar kurang geli sebab yang kena cuma bibir memek saja. Kalau mainnya Papi dan Wahyu sama saja, hanya Wahyu kalau sudah nafsu banget agak kasar mainnya, lain dengan Papi tetap semangat tapi mesra. Carita sex top: Cerita Dewasa 2016 Merenggut Darah Muda Mirna

Hanya Papi punya kalah besar dan panjangnya saja, tapi Mami mau belikan alat yang bisa buat memperbesar dan memperpanjang kontol, tiap pagi nanti Mami yang melakukannya supaya punya Papi bisa jadi panjang dan besar.

Memang saat Wahyu mau menyemprot, Mami selalu tekan pantat Mami ke atas supaya kontolnya bisa amblas masuk semua sebab kalau nyemprotnya di dalam rasanya hangat, nikmat dan nikmat. Papi punya kalau nyemprotnya keras dan kebetulan maninya agak encer juga bisa langsung kena mulut rahimku jadi hangatnya nikmat Pi.”

“Pi ini lho selain leher buah dadaku juga dicupang oleh Wahyu, tapi nanti Mami gosok dengan minyak kayu putih supaya cepat hilang”, kata istiku sambil melihatkan buah dadanya yang dicupang.

Mendengar cerita istriku itu aku semakin menggebu mengangkat turunnya pantat dan segera hak BH istriku yang terletak di bagian depan itu kubuka hingga buah dadanya yang semakin kencang itu tak tertutup lagi yang sebelah kuremas dan yang sebelah kukecupi dan kugigit-gigit putingnya.

“Aduuh Pi, nikmat banget Pi, aku sudah kangen dengan kontolnya Papi sejak Papi minta tadi malam, masih seret ya Pi, aku masih merasakan seret gesekan kontolnya Papi. Pi mau keluar ya? kok sudah anget banget kontolnya?” tanya istriku.

Benar juga tak lama lagi creett.. creett, maniku menyemprot. “Waah.. maninya Papi nyemprot ke dalam, sebab semprotannya keras tapi agak encer. Bisa jadi satu dengan Wahyu punya nih!” kata istriku. Karena capai kami berdua tiduran tapi akhirnya tertidur juga.

TAMAT.

 

Threesome Istriku Dengan Temanku 3


 


Part 3.

 

Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampai sulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah mempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya dan kontolku sambil digesek-gesek dengan betisnya.

Wahyu kadang-kadang memeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening dan bibir istriku dan tangan istriku pun mengusap-usap dadanya yang berbulu itu.

Kemudian Wahyu berkata padaku, “An, sebenarnya aku sudah lama tiap kali bertemu dengan Reni, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam ini jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemani tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Reni dan kontolku akan kusimpan dalam memeknya sepanjang malam. Aku akan memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Reni.”

“Boleh Wahyu, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas”, sahutku.

“Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebab Mami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintu kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikut juga”, kata istriku. Setelah itu Wahyu bertanya pada istriku,

“Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?” Istriku menjawab,

“Aku selalu siap setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam ini aku benar-benar sehat makin mendapat semprotan mani semakin sehat rasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masih berada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Wahyu.”

Setelah itu Wahyu berdiri sambil membopong istriku dibawa masuk ke kamar dan ditidurkannya. Wahyu memanggilku untuk menemani istriku dulu karena dia akan ke toilet dulu, kesempatan itu kupakai untuk mencium dan mengecup bibirnya dan mengulangi pesanku,

“Mi jangan lupa kalau maninya Wahyu disemprotkan ke dalam mulut hati-hati jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau kontolnya dimasukkan ke dalam lubang anusmu!”

“Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi”, sahut istriku.

“Selamat menikmati kontolnya Wahyu yang gede ya Mi, nanti Papi diberi ceritanya ya!” kataku. Saat itu Wahyu sudah balik masuk kamar dan aku duduk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adegan permainan Wahyu dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka.

Wahyu naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudian dadanya yang penuh bulu digesek-gesekkan ke buah dada istriku sehingga istriku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu perut, dan memeknya.

Setelah itu Wahyu naik lagi lalu mulai menciumi kening hidung dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku dengan mengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampai istriku meronta karena geli dan tangan istriku segera meraih kontolnya yang selama ini menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek paha istriku.

Segera dipijit-pijitnya kontol Wahyu dan kadang-kadang dikocok juga serta kantung buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuat Wahyu lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istriku sambil tangannya meremas-remas buah dadanya dengan harapan ada air susu yang keluar.

Tapi walaupun buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalau diperas. Kontolnya dipermainkan oleh istriku tampak tegang dan panjang banget, lalu Wahyu mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di memek dan kontolnya tepat di wajah istriku.

Keduanya yang langsung beraksi, kontolnya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah seluruh bagian kepalanya yang nampak gempel besar itu sambil batang kontolnya dipijit terus oleh istriku dan dia terus mencucup clit dan lubang memek istriku.

Kurang lebih 10 menit adegan ini lalu gantian Wahyu yang tidur dan istriku yang duduk di atas kontolnya tepat dengan memeknya. Kepala kontolnya dimasukkan ke dalam memek istriku lalu mulai diputar pantatnya sehingga kontolnya berputar dengan dipegang bibir memek istriku sedang tangan Wahyu tetap meremas buah dada istriku.

Kira-kira sudah 10 menit lewat mani Wahyu tetap belum menyemprot dan istriku juga belum klimaks, lalu oleh istriku mulai digoyang naik turun pantatnya kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat sehingga kontolnya keluar masuk memek seperti dikocok dengan memek. Dengan posisi ini baru 5 menit istriku klimaks dan dia diam terduduk di atas kontol Wahyu dengan memeknya memijit kontol. Setelah fit lagi digoyang lagi sampai klimaks lagi istriku.

Akhirnya istriku menarik Wahyu untuk duduk dan istriku tetap duduk di kontolnya dan kakinya diselonjorkan di antara tubuh Wahyu. Lalu Wahyu yang ganti menggoyangkan pantat istriku maju mundur sambil kadang-kadang istriku ditidurkan ke belakang dan Wahyu tetap mendekapnya. Dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istriku sudah mengerang karena klimaks sampai 2 kali.

Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan, lalu Wahyu menindih istriku setelah kontolnya dimasukkan semuanya ke memek istriku, lalu pantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit dan seluruh memek istriku dan kontolnya memutar di dalam lubang memek sehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas sprei.

Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuat oleh Wahyu. Yaah, menonton itu kontolku jadi tegang terus sampai kemeng rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menit lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sudah mencapai klimaks sampai 2 kali.

Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanya ditumpangkan ke kedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalu pantatnya digoyangkan naik turun hingga kontolnya ikut juga. Dengan posisi ini kontolnya betul-betul kejepit dengan bibir memek istriku sehingga gesekannya betul-betul terasa di memek istriku sampai istriku berulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saat klimaks.

Wahyu minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya dan ganti istriku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hingga kontol Wahyu diputar dengan memek istriku. Kira-kira 5 menit lewat masih belum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar kontolnya oleh istriku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiri yang klimaks lagi.

“Aduuh Wahyu.. aduh Wahyu.. nikmatnya luar biasa aku sudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Wahyu”, pinta istriku. Baru kemudian posisi istriku ditarik ke bawah sehingga pantatnya di pinggir kasur, kemudian Wahyu turun dan kaki istriku diminta mentang lebar-lebar dan diangkat tinggi lalu Wahyu menancapkan kontolnya dari bawah dengan sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buah dadanya.

Lalu mulailah ditembaknya memek istriku dengan kontolnya, pertama mulai pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknya sampai tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk itu terpaksa tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnya supaya kalau ditembak keras memeknya, pantatnya tak naik tapi kontolnya yang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku.

“Aduuh Wahyu.. aduh Wahyu.. nikmat banget kontolmu Wahyu, tapi aku tak kuat menahan nikmatnya Wahyu.., aku butuh manimu Wahyu dan kontolmu sudah makin hangat Wahyu”, teriak istriku. Akhirnya “Huuh”, desis Wahyu dan “Crutt”, maninya muncrat, “Huuh”, desis Wahyu lagi dan “Crutt”, maninya muncrat lagi dan setiap kali maninya muncrat istriku mengerang, “aach.. sseett!”

Setelah itu Wahyu tengkurap di tubuh istriku, “Wahyu tubuhku hangat rasanya kena semprotan manimu”, kata istriku. Kemudian tubuh istriku diangkat naik dan Wahyu segera tidur di sebelahnya dengan memeluk istriku dan kontolnya yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalam memek istriku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti. Melihat itu walaupun kontolku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikir istriku capai apalagi memeknya masih disumpal dengan kontol Wahyu, jadi terpaksa aku masuk ke kamar dan tidur.

Suatu saat aku terbangun, karena terasa kontolku dipijit-pijit dan ketika membuka mata ternyata istriku dengan masih dibopong di muka berpelukan oleh Wahyu tangan istriku memijit-mijit kontolku. Ketika aku bangun, istriku bilang, “Ayo Pi jangan tidur saja Mami mau disemprot Mani lagi berdua berbarengan.” Eeeh, ternyata pikiranku tadi meleset, kukira istriku yang lemah lembut itu sudah capai tadi ternyata masih ingin dikerjain berdua lagi.

Aku lihat ternyata memek istriku tetap didongkrak dengan kontol Wahyu, jam saat itu sudah jam 1 tengah malam jadi aku sudah tidur dua jam. Kemudian istriku ditidurkan di bawahku dan langsung Wahyu mulai menembak memek istriku dengan kontolnya yang gede itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan kontolku ke mulut istriku untuk dihisap.

Kontolku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantong kontolku diremas-remas dan rambut bawah kantong kontolku ditarik-tarik juga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan jarinya hingga aku terus bernafsu dan tegang lagi.

Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian juga Wahyu yang menembakkan kontolnya semakin seru dan nafasnya mulai ngos-ngosan dan crot.. crot.. crot, maninya muncrat ke dalam memek istriku, kulihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga dan memenuhi mulut istriku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan padaku kalau maniku sudah habis masuk. Dan Wahyu pun lalu menelungkup di atas istriku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempat menghisap-hisap pentil istriku. Lalu dia bilang,

“Waah Pi, mani Wahyu rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiap nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena memekku disumpal terus dengan kontolnya Wahyu ya Pi? sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jam sudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras banget.” Belum sempat kujawab, Wahyu bilang,

“Gila, istrimu itu minta disumpal terus memeknya, pokoknya kontolku malam ini tak boleh lepas dari memeknya.”

“Nggak Pi, Wahyu yang minta dulu supaya kontolnya dipendam semalam suntuk dalam memekku, dan aku setuju”, jawab istriku.

“Kontolnya terasa hangat terus di memekku, dan kalau mulai tegang terasa mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknya Pi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula kontolnya tetapi kepala kontolnya tetap nyantol di bibir memekku jadi tak mau lepas seperti Papi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur.” kata istriku.

Setelah fit kembali istriku dibopong lagi dengan masih disodok memeknya dengan kontolnya dan dibawa balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagi karena mengantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain kebiasaan kadang-kadang kontolku tegang sendiri jam-jam itu.

Bersambung.

Threesome Istriku Dengan Temanku 2


 


Part 2.

 

Mendapat dua kontol yang sekaligus mengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istriku tampak bernafsu sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedang memeknya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istriku kadang-kadang tak menghisap kontol Wahyu tapi memepetkan buah dadanya kekontol Wahyu dan ditaruhnya di belahan buah dadanya dan digosok-gosok dengan buah dadanya.

Melihat itu lalu kupegang pantat istriku dan langsung kugoyangkan maju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok kontol Wahyu dan memeknya mengocok kontolku. Praktis kami laki-laki berdua diam hanya dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat kontol dua laki-laki dan kulihat memeknya makin banyak dengan santan kental yang berwarna putih seperti susu.

Aku bilang, “Waduuh Wahyu, santannya Reni mulai keluar dan kental sekali Wahyu”. Langsung dia bilang, “Aku juga tegang banget kontolku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya oleh Reni, ayo kita ganti posisi.” Temanku usul supaya istriku jangan capai sebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruh yang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisa menapak ke lantai.

Temanku nanti akan menancapkan memeknya dari bawah sambil memegang dan membentangkan kaki istriku. Dan aku yang bertugas mengisi mulut atas dengan kontolku dengan jongkok tepat di atas buah dadanya sehingga kontolku tepat di hadapan mulutnya.

Kontolku juga langsung dicaplok oleh Reni yang sudah memuncak nafsunya, baru beberapa saat Reni melepas kontolku dan mengaduh, “aachh.. Wahyu!” Aku melongok ke belakang ternyata Wahyu masih sibuk mau memasukkan kontolnya sebab belum bisa masuk, yaah karena kelewat besar bendolan kepala kontolnya saat tegang banget itu kira-kira ada 5 cm diameternya.

“Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu”, katanya. “Masak toch padahal sudah kumasukan kontolku dan sudah ada santannya lho”, sahutku. Lalu temanku ambil botol kecil isi minyak dan dioleskan kepala kontolnya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong dari karet dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira-kira panjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira-kira 10 cm.

Kemudian dipakaikan ke kontolnya hingga batang kontolnya sebagian tertutup dengan longsong berbulu itu. “Ini supaya Reni mendapat kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Reni?” katanya sambil ditunjukkan ke istriku kontolnya yang sudah gede dan panjang lagi hitam itu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga benar-benar menakjubkan kelihatannya. Istriku bilang, “Waah kayak apa rasanya nanti Wahyu, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya Wahyu air mani dan santanku!”

“Oke” sahutnya. Lalu Wahyu mengangkat dan mementang lagi kaki istriku dan ujung kontolnya ditempelkan tepat di lubang memek istriku yang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam. “aacch.. Wahyu, masuk Wahyu kontolmu”, kata istriku.

Memang kepala kontolnya Wahyu sudah masuk lalu digoyang-goyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala kontolnya supaya agak terbiasa. “Waduh Wahyu, Pi, rasanya seret sekali bibir memekku bisa merasakan bentuk kontolmu Wahyu”, kata istriku sambil matanya terpejam dan menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang kontolnya yang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.

Setelah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi, “Aduh Pi, kontol Wahyu mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku. Enaaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu”, dengan kontol tetap terbenam penuh Wahyu mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga kontolnya menyapu seluruh dinding memek istriku.

Tangan istriku mulai meremas kain sprei dan minta kontolku untuk dihisapnya. Kontolku juga dipermainkan dengan lidah, lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Aku sambil melihat ke belakang, kulihat kontol Wahyu mulai digoyangkan keluar masuk sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihat bulunya banyak santan istriku yang menempel.

Setelah gampang masuk keluar kontolnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapak kakinya manjat di pinggir kasur sehingga tangan Wahyu langsung meremas buah dada yang ada di bawah pantatku.

Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah mengaduh, “Aah.. aah, aku mau klimaks, Wahyu, Pi!” Benar juga sekejap lagi istriku tampak lemas sehingga menghisapnya kendor dan Wahyu berkata, “Gila An, pijatan memek istrimu kuat sekali di kontolku.”

Memang kalau klimaks istriku memeknya memijit kontol dengan kuat dan nikmat rasanya. Setelah agak kuat, istriku bilang, “Pi, Wahyu tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudah pengin hangatnya manimu sekalian.” Aku tanya pada istriku, “Mi, gimana? Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 kontol sekaligus terlaksana?”

“Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luar biasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 kontol, apalagi ada yang gede-gede. Mami jadi kepingin terus”, sahutnya. Lalu Wahyu sudah mulai menggenjot lagi memek Reni dengan kontolnya dan kontolku dihisap lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi, istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang, “Ayo An, sekarang kita puaskan Reni dengan semprotan mani secara berbarengan.”

Wahyu mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehingga istriku sering menggelinjang tubuhnya dan kontolku mulai dihisap lagi sambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah dada istriku tetap menjadi bagian dari tangan Wahyu yang tak bosan-bosan meremas-remasnya.

Makin lama Wahyu semakin cepat dan semakin keras menghunjamkan kontolnya ke memek Reni dan mulai mendengus-dengus seperti sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan kontol terus dikocok oleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi, creet.. creet.. cret, maniku menyemprot masuk ke mulut istriku.

Karena seminggu tak bersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istriku penuh dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu kontolku kukeluarkan dari mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubang kontolku kugeser-geserkan ke bibir istriku dan langsung ditelan semua maniku.

Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari temanku, “Uuuh.. uuhh.. uuhh”, sambil menekankan kuat-kuat kontolnya yang terbenam itu ke memek istriku. Dan tiap kali Wahyu mengaduh istriku pun ikut mengaduh, “aah Wahyu.. aahh Wahyu.. aah Wahyu.” Jadi rupanya tiap kali semprotan mani Wahyu terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalu rebah tidur sebelah istriku dan temanku juga langsung rebah menindih tubuh istriku.

Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masih meremas buah dada Reni. Kemudian tubuh Wahyu dipeluk erat oleh istriku dan kakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Wahyu dengan maksud agar kontolnya jangan buru-buru dicabut dari memeknya. Kira-kira sampai 5 menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafas tersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci dan ternyata Wahyu dengan merangkul istriku juga ikut ke kamar mandi untuk cuci bersama.

Untuk mencuci kontol-kontol, istriku yang bertugas karena kepunyaan Wahyu yang banyak belepotan santan dari mani istriku maka kontolnya yang dicuci dulu. Kulihat dari memek Reni meleleh sedikit mani yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir memeknya memerah.

Istriku bilang, “Ya Pi bibir memekku merah? Itu gara-gara kontol temanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir memek sampai dinding dalam memek seret terus, sehingga memekku bisa merasakan lekuk-lekuk kontol Wahyu.”

“Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?” balas Wahyu. Istriku tertawa tanda setuju, sambil terus mencuci kontol Wahyu dan kemudian kontolku. Setelah itu giliran istriku memeknya mau dicuci oleh tamanku, istriku duduk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian memeknya dicuci dan jari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil mani yang menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke istriku. Istriku bilang,

“Wah Pi, maninya Wahyu ngendon dalam memekku nih sebab tadi semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikit sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangat dan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai rasanya masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?”

“Biarin saja lama-lama kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi.”

“Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke memekmu”, sahut Wahyu. Istriku menjawab,

“Betul Wahyu, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas.”

Setelah selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata,

“An, kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah baya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidak jatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang tak tegang terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya juga yahut, kalau jadi istriku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali! Istriku berbisik padaku,

“Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2 laki-laki sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta nikmatnya pun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Wahyu ya, aku akan melayani Wahyu untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnya supaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta.” Aku menjawab,

“Boleh saja, Wahyu malam ini Reni biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya.”

“Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku”, kata Wahyu.

Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Wahyu sedang pahanya di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang kontol Wahyu lalu digosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Wahyu diletakkan di buah dada istriku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup bibir istriku.

Bersambung.