Part 3.
Dia kalau mengecup sampai lama hingga istriku sampai sulit bernapas dan minta dilepas kecupannya. Sedang bagianku adalah mempermainkan clit-nya dan memasukkan jari tengahku ke dalam lubangnya dan kontolku sambil digesek-gesek dengan betisnya.
Wahyu kadang-kadang memeluk tubuh istriku dan kemudian menciumi pipi dan mengecup kening dan bibir istriku dan tangan istriku pun mengusap-usap dadanya yang berbulu itu.
Kemudian Wahyu berkata padaku, “An, sebenarnya aku sudah lama tiap kali bertemu dengan Reni, aku kepingin menikmati tubuhnya dan malam ini jadi kenyataan. Untuk itu malam ini istrimu kupinjam untuk menemani tidur sebab aku akan melampiaskan seluruh nafsu binatangku pada Reni dan kontolku akan kusimpan dalam memeknya sepanjang malam. Aku akan memberikan kenikmatan dan kepuasan yang tak terkira pada Reni.”
“Boleh Wahyu, malam ini istriku biar melayanimu agar kamu benar-benar puas”, sahutku.
“Tapi kalau nanti malam Papi butuh ya Papi ikut masuk saja sebab Mami tetap akan melayani Papi juga malam ini, untuk itu nanti pintu kamarnya biar terbuka saja jadi Papi dapat lihat dan dapat masuk ikut juga”, kata istriku. Setelah itu Wahyu bertanya pada istriku,
“Apakah kamu sudah fit lagi untuk main?” Istriku menjawab,
“Aku selalu siap setiap saat untuk melayanimu dan Papi. Malam ini aku benar-benar sehat makin mendapat semprotan mani semakin sehat rasanya, sebab manimu tadi yang keluar hanya sedikit lainnya masih berada di dalam rasanya masih hangat di dalam perutku, Wahyu.”
Setelah itu Wahyu berdiri sambil membopong istriku dibawa masuk ke kamar dan ditidurkannya. Wahyu memanggilku untuk menemani istriku dulu karena dia akan ke toilet dulu, kesempatan itu kupakai untuk mencium dan mengecup bibirnya dan mengulangi pesanku,
“Mi jangan lupa kalau maninya Wahyu disemprotkan ke dalam mulut hati-hati jangan sampai tertelan dan jangan mau kalau kontolnya dimasukkan ke dalam lubang anusmu!”
“Iya Pi, akan kuingat terus pesan Papi”, sahut istriku.
“Selamat menikmati kontolnya Wahyu yang gede ya Mi, nanti Papi diberi ceritanya ya!” kataku. Saat itu Wahyu sudah balik masuk kamar dan aku duduk lagi di ruang TV sambil menonton juga mau menonton adegan permainan Wahyu dengan istriku karena pintu kamarnya terbuka.
Wahyu naik ke tempat tidur dengan posisi di atas istriku, kemudian dadanya yang penuh bulu digesek-gesekkan ke buah dada istriku sehingga istriku menggelinjang kegelian dan terus digesekkan ke bawah yaitu perut, dan memeknya.
Setelah itu Wahyu naik lagi lalu mulai menciumi kening hidung dan pipi dari istriku lalu mencium telinga istriku dengan mengeluarkan lidahnya untuk mengorek lubang telinga istriku sampai istriku meronta karena geli dan tangan istriku segera meraih kontolnya yang selama ini menggelantung dan ujungnya menggesek-gesek paha istriku.
Segera dipijit-pijitnya kontol Wahyu dan kadang-kadang dikocok juga serta kantung buah pelirnya diremas-remas juga. Hal itu membuat Wahyu lebih ganas dia segera mencucupi puting buah dada istriku sambil tangannya meremas-remas buah dadanya dengan harapan ada air susu yang keluar.
Tapi walaupun buah dada istriku montok tak keluar air susunya kalau diperas. Kontolnya dipermainkan oleh istriku tampak tegang dan panjang banget, lalu Wahyu mengambil posisi gaya 69, hingga mulutnya pas di memek dan kontolnya tepat di wajah istriku.
Keduanya yang langsung beraksi, kontolnya yang gede segera dijilati dan dilumat dengan lidah seluruh bagian kepalanya yang nampak gempel besar itu sambil batang kontolnya dipijit terus oleh istriku dan dia terus mencucup clit dan lubang memek istriku.
Kurang lebih 10 menit adegan ini lalu gantian Wahyu yang tidur dan istriku yang duduk di atas kontolnya tepat dengan memeknya. Kepala kontolnya dimasukkan ke dalam memek istriku lalu mulai diputar pantatnya sehingga kontolnya berputar dengan dipegang bibir memek istriku sedang tangan Wahyu tetap meremas buah dada istriku.
Kira-kira sudah 10 menit lewat mani Wahyu tetap belum menyemprot dan istriku juga belum klimaks, lalu oleh istriku mulai digoyang naik turun pantatnya kadang-kadang pelan kadang-kadang cepat sehingga kontolnya keluar masuk memek seperti dikocok dengan memek. Dengan posisi ini baru 5 menit istriku klimaks dan dia diam terduduk di atas kontol Wahyu dengan memeknya memijit kontol. Setelah fit lagi digoyang lagi sampai klimaks lagi istriku.
Akhirnya istriku menarik Wahyu untuk duduk dan istriku tetap duduk di kontolnya dan kakinya diselonjorkan di antara tubuh Wahyu. Lalu Wahyu yang ganti menggoyangkan pantat istriku maju mundur sambil kadang-kadang istriku ditidurkan ke belakang dan Wahyu tetap mendekapnya. Dalam waktu 15 menit dengan posisi ini istriku sudah mengerang karena klimaks sampai 2 kali.
Puas dengan posisi ini ganti istriku ditelentangkan, lalu Wahyu menindih istriku setelah kontolnya dimasukkan semuanya ke memek istriku, lalu pantatnya digoyang memutar sehingga bulu kemaluannya menggesek clit dan seluruh memek istriku dan kontolnya memutar di dalam lubang memek sehingga istriku menggelinjang lagi dengan tangannya menarik lepas sprei.
Sedangkan mau mengerang sulit, karena bibirnya dikecup kuat-kuat oleh Wahyu. Yaah, menonton itu kontolku jadi tegang terus sampai kemeng rasanya, dan adegan ini berjalan cukup lama sampai kira-kira 10 menit lebih. Dan dalam waktu 10 menit itu paling tidak istriku sudah mencapai klimaks sampai 2 kali.
Setelah itu kakinya yang kekar itu keduanya ditumpangkan ke kedua kaki istriku yang ramping dan indah itu lalu pantatnya digoyangkan naik turun hingga kontolnya ikut juga. Dengan posisi ini kontolnya betul-betul kejepit dengan bibir memek istriku sehingga gesekannya betul-betul terasa di memek istriku sampai istriku berulang kali menelan air liurnya dan geleng-geleng kepala saat klimaks.
Wahyu minta ganti posisi lagi, sekarang dia agak mengangkat pantatnya dan ganti istriku yang harus menggoyangkan pantatnya memutar hingga kontol Wahyu diputar dengan memek istriku. Kira-kira 5 menit lewat masih belum lepas juga maninya, padahal kalau aku yang diputar kontolnya oleh istriku 5 menit langsung muncrat maniku, akhirnya malah istriku sendiri yang klimaks lagi.
“Aduuh Wahyu.. aduh Wahyu.. nikmatnya luar biasa aku sudah tak kuat menahannya lagi semprotkan manimu Wahyu”, pinta istriku. Baru kemudian posisi istriku ditarik ke bawah sehingga pantatnya di pinggir kasur, kemudian Wahyu turun dan kaki istriku diminta mentang lebar-lebar dan diangkat tinggi lalu Wahyu menancapkan kontolnya dari bawah dengan sedikit membungkuk agar tangannya bisa meremas buah dadanya.
Lalu mulailah ditembaknya memek istriku dengan kontolnya, pertama mulai pelan-pelan lalu tambah lama tambah keras dan cepat menembaknya sampai tiap kali ditekan pantat istriku terpental naik. Untuk itu terpaksa tangannya melepas buah dada istriku dan memegang pinggangnya supaya kalau ditembak keras memeknya, pantatnya tak naik tapi kontolnya yang deras menghunjam masuk menerobos sampai mulut rahim istriku.
“Aduuh Wahyu.. aduh Wahyu.. nikmat banget kontolmu Wahyu, tapi aku tak kuat menahan nikmatnya Wahyu.., aku butuh manimu Wahyu dan kontolmu sudah makin hangat Wahyu”, teriak istriku. Akhirnya “Huuh”, desis Wahyu dan “Crutt”, maninya muncrat, “Huuh”, desis Wahyu lagi dan “Crutt”, maninya muncrat lagi dan setiap kali maninya muncrat istriku mengerang, “aach.. sseett!”
Setelah itu Wahyu tengkurap di tubuh istriku, “Wahyu tubuhku hangat rasanya kena semprotan manimu”, kata istriku. Kemudian tubuh istriku diangkat naik dan Wahyu segera tidur di sebelahnya dengan memeluk istriku dan kontolnya yang masih tegang itu dimasukkan lagi ke dalam memek istriku dan kemudian kedua tubuh yang bugil itu diselimuti. Melihat itu walaupun kontolku tegang aku tak ikut masuk sebab kupikir istriku capai apalagi memeknya masih disumpal dengan kontol Wahyu, jadi terpaksa aku masuk ke kamar dan tidur.
Suatu saat aku terbangun, karena terasa kontolku dipijit-pijit dan ketika membuka mata ternyata istriku dengan masih dibopong di muka berpelukan oleh Wahyu tangan istriku memijit-mijit kontolku. Ketika aku bangun, istriku bilang, “Ayo Pi jangan tidur saja Mami mau disemprot Mani lagi berdua berbarengan.” Eeeh, ternyata pikiranku tadi meleset, kukira istriku yang lemah lembut itu sudah capai tadi ternyata masih ingin dikerjain berdua lagi.
Aku lihat ternyata memek istriku tetap didongkrak dengan kontol Wahyu, jam saat itu sudah jam 1 tengah malam jadi aku sudah tidur dua jam. Kemudian istriku ditidurkan di bawahku dan langsung Wahyu mulai menembak memek istriku dengan kontolnya yang gede itu dan aku terpaksa bangun mendekatkan kontolku ke mulut istriku untuk dihisap.
Kontolku terus dijilati disedot lubangnya sambil kantong kontolku diremas-remas dan rambut bawah kantong kontolku ditarik-tarik juga pinggiran lubang anusku dielus-elus dengan jarinya hingga aku terus bernafsu dan tegang lagi.
Memang kalau kita main bertiga ini tambah terangsang demikian juga Wahyu yang menembakkan kontolnya semakin seru dan nafasnya mulai ngos-ngosan dan crot.. crot.. crot, maninya muncrat ke dalam memek istriku, kulihat itu tak tahan juga langsung maniku kulepaskan juga dan memenuhi mulut istriku dan setelah ditelan mulutnya dibuka ditunjukan padaku kalau maniku sudah habis masuk. Dan Wahyu pun lalu menelungkup di atas istriku untuk istirahat, tapi mulutnya masih sempat menghisap-hisap pentil istriku. Lalu dia bilang,
“Waah Pi, mani Wahyu rupanya masuk terus ke dalam rahimku sebab tiap nyemprot tak pernah keluar lagi, apa karena memekku disumpal terus dengan kontolnya Wahyu ya Pi? sebab biasanya kalau punya Papi paling 1 jam sudah mengalir keluar lagi walaupun nyemprotnya keras banget.” Belum sempat kujawab, Wahyu bilang,
“Gila, istrimu itu minta disumpal terus memeknya, pokoknya kontolku malam ini tak boleh lepas dari memeknya.”
“Nggak Pi, Wahyu yang minta dulu supaya kontolnya dipendam semalam suntuk dalam memekku, dan aku setuju”, jawab istriku.
“Kontolnya terasa hangat terus di memekku, dan kalau mulai tegang terasa mulai goyang-goyang dan semakin keras yang menyodok-nyodoknya Pi, kalau tidur walaupun sudah tidur pula kontolnya tetapi kepala kontolnya tetap nyantol di bibir memekku jadi tak mau lepas seperti Papi punya biasanya lepas sendiri kalau tidur.” kata istriku.
Setelah fit kembali istriku dibopong lagi dengan masih disodok memeknya dengan kontolnya dan dibawa balik ke kamar depan dan aku pun tertidur lagi karena mengantuk. Seperti biasa aku selalu bangun jam 4.30 pagi selain kebiasaan kadang-kadang kontolku tegang sendiri jam-jam itu.
Bersambung.
