Part 2.
Mendapat dua kontol yang sekaligus mengisi lubang atas dan bawah apalagi yang satu gede sekali istriku tampak bernafsu sekali, nafasnya kelihatan terus memburu sedang memeknya mulai keluar santannya dan kental sekali. Kulihat istriku kadang-kadang tak menghisap kontol Wahyu tapi memepetkan buah dadanya kekontol Wahyu dan ditaruhnya di belahan buah dadanya dan digosok-gosok dengan buah dadanya.
Melihat itu lalu kupegang pantat istriku dan langsung kugoyangkan maju mundur sehingga sekaligus buah dadanya bisa menggosok-gosok kontol Wahyu dan memeknya mengocok kontolku. Praktis kami laki-laki berdua diam hanya dengan goyangan pada pantatnya sudah membuat nikmat kontol dua laki-laki dan kulihat memeknya makin banyak dengan santan kental yang berwarna putih seperti susu.
Aku bilang, “Waduuh Wahyu, santannya Reni mulai keluar dan kental sekali Wahyu”. Langsung dia bilang, “Aku juga tegang banget kontolku disedot-sedot dan dipermainkan lubangnya oleh Reni, ayo kita ganti posisi.” Temanku usul supaya istriku jangan capai sebab masih terus akan dikerjakan semalam suntuk, maka istriku disuruh yang tidur tapi pantatnya di ujung bawah kasur hingga kakinya bisa menapak ke lantai.
Temanku nanti akan menancapkan memeknya dari bawah sambil memegang dan membentangkan kaki istriku. Dan aku yang bertugas mengisi mulut atas dengan kontolku dengan jongkok tepat di atas buah dadanya sehingga kontolku tepat di hadapan mulutnya.
Kontolku juga langsung dicaplok oleh Reni yang sudah memuncak nafsunya, baru beberapa saat Reni melepas kontolku dan mengaduh, “aachh.. Wahyu!” Aku melongok ke belakang ternyata Wahyu masih sibuk mau memasukkan kontolnya sebab belum bisa masuk, yaah karena kelewat besar bendolan kepala kontolnya saat tegang banget itu kira-kira ada 5 cm diameternya.
“Sulit banget An masuknya coba kuberi minyak sedikit dulu”, katanya. “Masak toch padahal sudah kumasukan kontolku dan sudah ada santannya lho”, sahutku. Lalu temanku ambil botol kecil isi minyak dan dioleskan kepala kontolnya dengan minyak lalu dia mengambil semacam longsong dari karet dengan bagian dinding luarnya penuh bulu dari karet kira-kira panjangnya 1 cm. Longsong itu lebarnya kira-kira 10 cm.
Kemudian dipakaikan ke kontolnya hingga batang kontolnya sebagian tertutup dengan longsong berbulu itu. “Ini supaya Reni mendapat kenikmatan yang lebih hebat. Mau coba ya Reni?” katanya sambil ditunjukkan ke istriku kontolnya yang sudah gede dan panjang lagi hitam itu dilongsongi dengan gelang karet putih berbulu itu sehingga benar-benar menakjubkan kelihatannya. Istriku bilang, “Waah kayak apa rasanya nanti Wahyu, aku belum bisa membayangkan. Tapi pokoknya habisi ya Wahyu air mani dan santanku!”
“Oke” sahutnya. Lalu Wahyu mengangkat dan mementang lagi kaki istriku dan ujung kontolnya ditempelkan tepat di lubang memek istriku yang mulai menganga itu dan disentakkan ke dalam. “aacch.. Wahyu, masuk Wahyu kontolmu”, kata istriku.
Memang kepala kontolnya Wahyu sudah masuk lalu digoyang-goyangkan keluar masuk pelan-pelan kepala kontolnya supaya agak terbiasa. “Waduh Wahyu, Pi, rasanya seret sekali bibir memekku bisa merasakan bentuk kontolmu Wahyu”, kata istriku sambil matanya terpejam dan menggigit bibir. Setelah itu baru dimasukkan seluruh batang kontolnya yang tertutup gelang bulu itu pelan-pelan.
Setelah terbenam semuanya, istriku mendesis lagi, “Aduh Pi, kontol Wahyu mentok sampai dalam kepalanya rasanya menyodok mulut rahimku. Enaaknya luar biasa dan gelinya juga hebat kena gelang bulu itu”, dengan kontol tetap terbenam penuh Wahyu mulai menggoyangkan pantatnya naik-turun bergantian dengan kiri-kanan, sehingga kontolnya menyapu seluruh dinding memek istriku.
Tangan istriku mulai meremas kain sprei dan minta kontolku untuk dihisapnya. Kontolku juga dipermainkan dengan lidah, lubangnya dibuka-buka dengan lidah, enaknya luar biasa. Aku sambil melihat ke belakang, kulihat kontol Wahyu mulai digoyangkan keluar masuk sehingga bulu karetnya menyentuh clit-nya juga dan terlihat bulunya banyak santan istriku yang menempel.
Setelah gampang masuk keluar kontolnya, maka kaki istriku disuruh membuka dengan telapak kakinya manjat di pinggir kasur sehingga tangan Wahyu langsung meremas buah dada yang ada di bawah pantatku.
Baru 3 menit jalan adegan ini, istriku sudah mengaduh, “Aah.. aah, aku mau klimaks, Wahyu, Pi!” Benar juga sekejap lagi istriku tampak lemas sehingga menghisapnya kendor dan Wahyu berkata, “Gila An, pijatan memek istrimu kuat sekali di kontolku.”
Memang kalau klimaks istriku memeknya memijit kontol dengan kuat dan nikmat rasanya. Setelah agak kuat, istriku bilang, “Pi, Wahyu tolong semprotkan semua manimu ya, aku sudah pengin hangatnya manimu sekalian.” Aku tanya pada istriku, “Mi, gimana? Mami nikmat dan puas keinginan Mami untuk merasakan 2 kontol sekaligus terlaksana?”
“Ya Pi, Mami puas banget dan memang enaknya dan grengnya luar biasa sekaligus melihat, memegang dan menikmati 2 kontol, apalagi ada yang gede-gede. Mami jadi kepingin terus”, sahutnya. Lalu Wahyu sudah mulai menggenjot lagi memek Reni dengan kontolnya dan kontolku dihisap lagi sambil dibantu dikocok dengan tangan. Setelah 5 menit lagi, istriku mencapai klimaks lagi. Lalu temanku bilang, “Ayo An, sekarang kita puaskan Reni dengan semprotan mani secara berbarengan.”
Wahyu mulai menggerakan lagi keluar masuk dan kadang memutar sehingga istriku sering menggelinjang tubuhnya dan kontolku mulai dihisap lagi sambil kadang-kadang dikocok dengan tangan, sedang buah dada istriku tetap menjadi bagian dari tangan Wahyu yang tak bosan-bosan meremas-remasnya.
Makin lama Wahyu semakin cepat dan semakin keras menghunjamkan kontolnya ke memek Reni dan mulai mendengus-dengus seperti sapi. Melihat itu akan jadi memuncak nafsuku dengan kontol terus dikocok oleh istriku maka air maniku tak tertahan lagi, creet.. creet.. cret, maniku menyemprot masuk ke mulut istriku.
Karena seminggu tak bersetubuh maka maniku banyak serta kental juga sehingga mulut istriku penuh dengan mani yang putih seperti cendol itu. Lalu kontolku kukeluarkan dari mulutnya dan mani yang masih menetes dari lubang kontolku kugeser-geserkan ke bibir istriku dan langsung ditelan semua maniku.
Baru saja habis menelan maniku terdengar suara mengaduh dari temanku, “Uuuh.. uuhh.. uuhh”, sambil menekankan kuat-kuat kontolnya yang terbenam itu ke memek istriku. Dan tiap kali Wahyu mengaduh istriku pun ikut mengaduh, “aah Wahyu.. aahh Wahyu.. aah Wahyu.” Jadi rupanya tiap kali semprotan mani Wahyu terasa sekali nikmatnya oleh istriku. Aku lalu rebah tidur sebelah istriku dan temanku juga langsung rebah menindih tubuh istriku.
Walaupun dengan nafas yang masih memburu tangan temanku tetap masih meremas buah dada Reni. Kemudian tubuh Wahyu dipeluk erat oleh istriku dan kakinya pun dilipatkan erat-erat ke pantat Wahyu dengan maksud agar kontolnya jangan buru-buru dicabut dari memeknya. Kira-kira sampai 5 menit kita bertiga terdiam tanpa kata-kata hanya dengan nafas tersengal-sengal, baru kemudian aku turun menuju kamar mandi untuk cuci dan ternyata Wahyu dengan merangkul istriku juga ikut ke kamar mandi untuk cuci bersama.
Untuk mencuci kontol-kontol, istriku yang bertugas karena kepunyaan Wahyu yang banyak belepotan santan dari mani istriku maka kontolnya yang dicuci dulu. Kulihat dari memek Reni meleleh sedikit mani yang keluar ke pahanya dan kulihat bibir memeknya memerah.
Istriku bilang, “Ya Pi bibir memekku merah? Itu gara-gara kontol temanmu itu toch yang seretnya bukan main mulai dari bibir memek sampai dinding dalam memek seret terus, sehingga memekku bisa merasakan lekuk-lekuk kontol Wahyu.”
“Tapi nikmat dan nikmat toch sayang?” balas Wahyu. Istriku tertawa tanda setuju, sambil terus mencuci kontol Wahyu dan kemudian kontolku. Setelah itu giliran istriku memeknya mau dicuci oleh tamanku, istriku duduk di closet dengan kaki terbuka lebar kemudian memeknya dicuci dan jari tengahnya dimasukkan pelan-pelan untuk mengambil mani yang menempel di dalam dan ternyata ada sedikit dan ditunjukkan ke istriku. Istriku bilang,
“Wah Pi, maninya Wahyu ngendon dalam memekku nih sebab tadi semprotannya banyak dan sampai tiga kali tapi yang keluar sedikit sekali. Mungkin masuk ke rahim sebab dalam perutku masih terasa hangat dan saat nyemprot ujung lubangnya benar-benar disodokkan sampai rasanya masuk lubang rahimku. Gimana ya Pi?”
“Biarin saja lama-lama kan keluar sendiri, sekarang dikeluarkan percuma nanti malam kamu kan masih akan disemprot lagi.”
“Bukan malam ini saja mungkin sampai besok pagi akan kusemprotkan sampai habis maniku ke memekmu”, sahut Wahyu. Istriku menjawab,
“Betul Wahyu, kamu biar kembali ke rumah dengan tempat yang kosong jadi manimu 2 hari ini harus dihabiskan sampai tuntas.”
Setelah selesai mencuci, kita bertiga dengan berbugil ria duduk di sofa sambil makan kacang mete dan nonton TV. Temanku berkata,
“An, kamu beruntung sekali punya istri dia, walaupun sudah setengah baya dan punya anak tapi buah dadanya masih berdiri menantang tidak jatuh, juga perut dan pahanya mulus sekali tidak keriput, siapa yang tak tegang terus lihat tubuh seindah ini. Apalagi hisapannya juga yahut, kalau jadi istriku tiap hari bisa kusetubuhi minimum 2 kali! Istriku berbisik padaku,
“Sudah kesampaian keinginanku untuk melayani nafsu birahi 2 laki-laki sekaligus dan ternyata memang tambah besar nafsunya serta nikmatnya pun tambah. Oya Pi, malam ini aku tak tidur dengan Wahyu ya, aku akan melayani Wahyu untuk menyalurkan nafsu sexnya sepuas-puasnya supaya tak kecewa kalau balik ke Jakarta.” Aku menjawab,
“Boleh saja, Wahyu malam ini Reni biar melayani kamu supaya kamu bisa melampiaskan semua nafsu binatangmu padanya.”
“Memang sejak aku makan sate kambing, aku sudah minta supaya dia malam ini dan besok pagi melayani nafsu binatangku”, kata Wahyu.
Kemudian istriku minta tiduran, kepalanya di pangkuan Wahyu sedang pahanya di pangkuanku sambil tangannya memegang-megang kontol Wahyu lalu digosokan ke pipinya dan diciuminya. Tangan Wahyu diletakkan di buah dada istriku sambil mengusap, meremas dan kadang menunduk untuk mengecup bibir istriku.
Bersambung.
