Pembaca yang budiman, nama saya Eni dan sekarang saya tengah
berumur 35 tahun. Saya pernah punya pengalaman yang indah, dan tidak akan
pernah terlupakan seumur hidup saya. Inilah pengalaman saya merasakan hubungan
sex yang pertama kali dalam hidup saya dengan teman suami
Setiap kali moment penting dalam satu tahunnya kami biasa di isi dengan
kegiatan kemping di alam bebas ,itu terjadi sedari aku masih sendiri dan sampai
saat ini sudah punya suami kami masih terus menjalankan aktifitas itu karena
suamiku dan teman-teman nya merupakan pecinta alam sedari masa bujangan dulu.
Waktu itu aku dan suami serta di temani oleh teman suami ku satu bernama wahyu dan yang satunya lagi bernama roken,kali ini kami mengadakan kemping di daerah bandung,waktu itu kami berangkat dari rumah pagi hari dan sesampainya di tempat sekitar pukul tiga.
Kami langsung mulai mendirikan tenda,kebetulan ada dua tenda yang satu untuk aku dan suamiku dan yang satunya lagi untuk wahyu dan roken.setelah pasang tenda selesai waktu sudah mulai petang ,aku langsung mandi di sungai karena waktunya sudah gelap aku mandi dengan bugil ria pakaian ku hingga cd dan BH kutanggalkan karena fikirku nggak mungkin ada yang melihatnya,namun rupanya perkiraanku meleset ternyata aku lirik di semak-semak ada yang mengintipku.
Setelah selesai mandi akupun langsung masuk ketenda sambil di temani suamiku,di dalam tenda kami bercanda ria hingga akhirnya hasrat birahiku bangkit karena cumbuan suamiku di tambah suasana dingin yang menyelimuti,suamiku mulai melancarkan aksinya dari mulai saling berciuman tangan suamikupun meremas payudayaku,akupun muali menggelinjang menahan nikmat,tanganku pun tank tinggal diam mulai menggenggam rudal suami yang muali mengeras akupun langsung melorotkan celana suamiku dan mengulumnya.. ouuhh nikmat sayang ,tangan suamiku langsung melucuti pakaianku hingga tak bugil.
Lidah suamiku langsung turun ke vaginaku di jilatinya hingga aku kelabakan dan menimbulkan suara desahan mesra,sampai akhirnya aku tak kuat rudal suami langsung aku giring masuk lubang vaginaku ..aaaccchhh…nikkmatt sayyang..terruus sayyanng genjot teruuss dan akhirnya sampailah pada puncak kenikmatan ,kami sama-sama orgasme dan tergeletak.
Tanpa diduga rupanya
sedari dari aku bergumul ternyata Wahyu mengintipku yang sedang asyik bercinta
mungkin karena suara desahanku yang kencang hingga di dengan sampai di
luar,setelah kami selesai melakukan hubungan kami keluar tenda dan ngobrol
dengan wahyu dan roken sambil menikmati kopi hangat serta cemilan,setelah kami asyik
ngobrol aku pamit mau kesungai dulu mau buang air kecil
Setelah berjalan dari tenda menuju sungai di bawah, tiba-tiba sebuah tangan
yang sangat kekar menarik tubuh saya dan yang satunya mendekap mulut saya,
sehingga saya tidak dapat berteriak sedikit pun. Saya tidak dapat melihat sosok
yang mendekap saya karena malam sudah terlalu gelap kecuali sinar temaram bulan
purnama. Waktu itu waktu sudah sekitar jam 12 malam.
Tangan kekar itu lalu mengikat tangan saya dan menutup mata saya dengan kain.
Saya mencoba berteriak, namun derasnya sungai membuat suara saya hampir tidak
terdengar. Saya merasakan baju saya dibuka perlahan. Saya hanya dapat menangis
tidak mampu berbuat apa-apa. Kemudian tangan kekar itu mulai membuka rok,
membuat hawa dingin langsung menyergap tubuh saya dan saya langsung menggigil.
Kemudian saya merasakan bibir saya dicium dam dilumat. Dalam keadaan panik
seperti itu saya hanya dapat terdiam menangis dalam hati mengutuk keadaan yang
membuat saya seperti ini.
Namun saya mulai berhenti menangis dan mulai merasakan kenikmatan ketika
payudara saya yang masih terbungkus BH diusap-usap dengan lembut, sementara
bibir masih dilumat. Akhirnya libido saya mulai naik, saya mulai mengeluarkan
desisan-desisan tertahan. Akhirnya ikatan tangan pun dilepaskan. Saya hanya
dapat meraba tubuh yang kekar sedang menikmati tubuh saya.
"Shh.. oh..!" hanya itu yang dapat keluar dari mulut saya ketika
tangan itu mengusap vagina yang masih tersembunyi di balik celana saya dalam
dengan lembut.
Akhirnya penutup mata dibuka setelah saya mulai 'jinak'. Namun alangkah
kagetnya saya ketika saya ketahui kalau orang itu adalah Pak Iwan, pembina
Pramuka di sekolah kami.
"yu..?" kata saya ketakutan.
"Tenang Sayang.. Aku akan membawamu ke puncak keindahan yang belum pernah
kau rasakan..!" kata Wahyu mulai melepas kaitan BH.
Karena nafsu sudah merasuki tubuh ini, saya tidak menolak bahkan mulai melepas
celana wahyu. Bagai tahanan yang sudah lama terpenjara, anunya Wahyu tiba-tiba
melonjak seakan hendak menghirup angin segar.
Wahyu mulai mengelus payudara saya dengan mencubit puntingnya, kontan gairah
saya langsung memuncak. Namun Wahyu begitu pandai memainkan perasaan seorang
wanita. Dia mulai menjilati payudara saya hingga saya kelojotan.
"Sshh.. yuu.. oh..!" hanya itu yang dapat keluar dari mulut ini,
sementara tubuh saya mulai belingsatan.
Saya hanya mencengkram semak belukar karena tidak kuat menahan rasa geli dan
nikmat yang tiada tara.
Wahyu kemudian menarik celana dalam saya hingga saya sudah bugil total.
Perlahan diusapnya vagina saya yang mulai ditumbuhi bulu itu dengan lembut
sekali.
"Ooughh.., yu.. nikmat yu. Terusin yuu..!" kata saya yang ditanggapi Wahyudengan
tersenyum menatap saya.
Gairah yang telah meledak ini membuat saya kehilangan akal sehat. Saya pun
merasakan kenikmatan yang tiada tara ketika ada cairan kental mendesak keluar
dari rahim saya. Mungkin itulah yang kata orang disebut orgasme. Ah.., saya
tidak perduli, intinya saya langsung lemas bagai tidak bertulang.
Saya masih lemas ketika Wahyu menyodorkan kemaluannya ke arah mulut saya.
Dengan penuh nafsu saya mulai menjilati kemaluannya yang kira-kira panjangnya
21 cm dan berdiameter 5 cm itu. Otomatis gairah saya langsung naik, apalagi
ketika Wahyu menjilati vagina saya. Kami sempat melakukan posisi 69.
"Ohh.., kau hebat enni.., ouh..!" desahnya.
"kamu Ju.. ju.. ga he.. bat..! Uhh..!" balas saya.
"aku mau keluar Eni. Jangan dilepas ya..?" peniya sambil tetap
melakukan kegiatannya pada kemaluan saya.
"Hh.., iya Pak.., Eni juga mau.. keluuuar.. aahh..! Crot.. crot..!"
saya kembali mengalami orgasme untuk yang kedua kalinya bersamaan dengan Pak
Iwan.
Saat itu mulut saya serasa dipenuhi sperma Wahyuyang terasa manis. Langsung
saya telan saja semua sprema itu tanpa tersisa.
Wahyu berbaring di samping tubuh saya sambil meremas kedua payudara saya. Kami
berdua sama-sama lemas. Tapi belaian Wahyu kembali membangkitkan gairah saya.
Tangan saya perlahan mulai mengocok penis Wahyu yang mulai tegak. Kini kami
sudah sama-sama bergairah kembali. Wahyu membantu merenggangkan paha saya yang
sudah pasrah menerima agresi kenikmatan Wahyu.
"Tahan ya Sayang..! Mungkin ini agak sakit..," kata Wahyumenghibur
saya.
"Udah Pak.., masukin saja..! Eni sudah nggak tahan nich..!" pinta
saya tidak sabaran.
Perlahan Wahyumulai menyerang saya. Rasa sakit dan perih saya caba tahan dengan
sedemikian rupa, tapi, "Aawww.., Pak..! Sa.. kit..!"
Wahyukemudian menghentikan serangannya untuk memberikan kesempatan kepada saya
untuk menarik napas sebentar.
Tiba-tiba, "Bleess..! Aauwww..!" pekik saya.
Seluruh kemaluan Wahyu telah menembus lubang saya, rasanya nikmat sekali.
Perlahan-lahan Wahyumulai mengayunkan kemaluannya dengan teratur.
"yuu.., aacchh..!" kata saya sambil menggigit jari.
Namun Wahyu seakan tidak mendengarkan perkataan saya, dia terus saja menggenjot
kemaluan saya yang kesakitan. Namun setelah agak lama, saya tidak lagi merasa kaget
dengan rudal besarnya karena telah berganti dengan rasa nikmat.
"Ohh.., yu. Nikmat yu..! Terus yu..! Ohh..!" hanya itu yang dapat
saya ucapkan karena kenikmatan telah menguasai diri saya malam itu.
Tiba-tiba saya merasakan dorongan yang mendesak dari dalam rahim saya ini.
Rupanya saya akan orgasme lagi.
"Pak.., Eni mau keluar nih..!" kata saya memelas.
Tapi Wahyutidak menggubris saya, dia terus menggenjot pantatnya hingga saya
mengalami orgasme yang ketiga kalinya. Kaki saya melingkar di pinggang Wahyumemaksanya
menghentikan kegiatannya.
Hingga ketika saya mulai melemaskan kaki ini, Wahyukembali melaksanakan
kegiatannya. Rupanya dia belum Orgasme. Dia terus menggenjot tubuh saya hingga
saya belingsatan bagai cacing kepanasan.
"Oh.., terus Pak..! Nikmat sekali..!" ceracau saya yang membuat Wahyutambah
bergairah.
"Eni.. Bapak mau keluar nich..! Dikeluarin di dalam.., atau di luar
saja..?"
"Oh.., di dalam saja yu.., Eni juga mau keluar nih..!"
Wahyu semakin mempercepat genjotannya, sedang saya menggoyang-goyangkan pantat
ini di atas batu sugai dengan gerakan memutar.
Hingga akhirnya, "yu.., Eni mau keluar..!"
"aku juga Sayang..!" kata Wahyu sambil mempercepat ayunan pantatnya.
Tangannya meremas payudara saya dengan keras membuat saya tambah belingsatan.
"Crot.., crot..!" kami orgasme lagi dalam waktu yang bersamaan.
Terasa hangat sperma Wahyu di dalam vagina saya. Kemudian tanpa mengeluarkan
kemaluannya, Wahyu terbaring lemas menindih tubuh saya yang bersimbah keringat.
Udara pagi yang dingin telah kalah oleh gairah tubuh yang membara. Wahyu mencium
bibir saya lagi.
"Hosh.. hosh.. kamu hebat Sayang. Hosh-hosh..!" kata Wahyu memeluk
tubuh yang mungil ini.
"kamu juga hebat." kata saya membalas ciuman wahyu.
Pada saat itu saya baru menyadari kalau saya sudah ketagihan dengan rudal besar
teman suami. Tapi toh saya tidak menyesal bercumbu dengan wahyu. Dia memang
laki-laki yang perkasa.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi. Saya mandi bersama Wahyu
di sungai yang dingin. Wahyu masih sempat membuat saya orgasme sekali sebelum
kami pulang ke bumi perkemahan.
Sejak saat itu setiap ada kesempatan, saya dan Wahyu pasti melakukannya lagi.
Saya benar-benar ketagihan. Itulah pengalaman saya yang tidak akan pernah saya
lupakan. Hingga saat ini pun saya dengan pacar saya sering melakukan hubungan
badan.
TAMAT
