Rabu, 16 April 2025

Ceritaku dengan teman suamiku


 


Aku seorang perempuan berusia 35 tahun, nama ku Fitri dan aku sudah menikah sejak satu tahun yang lalu. Walaupun aku belum mempunyai anak tetapi hubunganku dan suamiku tetap harmonis saja karena memang suamiku memintaku untuk melakukan KB dengan pil sehingga mencegah kehamilan karena memang dia belum siap mempunyai momongan karena tanggung jawabnya memang sangat besar. Lagi pula sekarang dia belum menetap di satu kota karena dia bekerja di perusahaan yang sering menugaskannya untuk berpindah lokasi dinas. Setelah menikah saja setidaknya kami sudah pindah di tiga kota. Sehingga tak ada kesempatan untuk merencanakan kehidupan menetap di satu kota saja dan itu juga alasan mengapa kami memilih tinggal di tempat kost karena lebih mudah jika suatu waktu suamiku dipindah tugas lagi. Suami ku berusia 40 tahun bernama Sawut, aku memanggilnya wut, dia berusia lima tahun diatasku. Sifatnya yang penyabar dan kebapakan benar-benar membuatku semakin beruntung saja memiliki suami sehebat dirinya. Kalau soal ganteng sih, wajahnya cuman biasa-biasa saja walaupun dulu waktu kami pacaran sempat ada perempuan lain yang juga naksir padanya. Tempat kost kami ini berlantai tiga dimana tiap lantainya dihuni oleh berbagai macam jenis orang mulai dari pedagang, sales, pegawai kantor hingga mahasiswa. Lantai pertama dihuni oleh pembantu yang merangkap tukang cuci dan seterika, penjaga kost dan beberapa kamar dihuni oleh para pegawai dari sebuah instansi pemerintah. Lantai kedua adalah yang paling ramai karena terdapat sekitar 20 kamar didalamnya dan lantai kedua ini benar-benar tertutup dari bagian luar karena satu-satunya penghubung dengan bagian luar bangunan adalah jendela disebuah balkon kecil sementara itu untuk ventilasi hanya terdapat jendela-jendela berteralis yang berukuran sangat kecil di tiap kamar. Aku dan suamiku tinggal di lantai dua ini. Lantai tiga terdapat sedikit kamar yang bercampur dengan tempat untuk menjemur pakaian. Di lantai ini aku tidak begitu kenal dengan penghuninya karena mereka bekerja larut malam dan baru pulang pagi harinya. Saat itu aku sedang membaca sebuah majalah ketika aku mendengar hp ku berbunyi. Ternyata Sawut meneleponku untuk mengabarkan kalau nanti malam dia lembur dan mungkin baru bisa pulang besok karena kebetulan dengan kepindahan bosnya yang sekarang dan pergantian dengan bos yang baru membuat banyak pekerjaan kantor harus lebih cepat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang seharusnya. Aku maklumi itu karena aku tahu kalau suamiku merupakan pekerja yang rajin dan bertanggung jawab terhadap pekerjaannya.

Aku mendengar suara pintu kamarku diketuk. Apakah sih Sawut pulang malam ini? Mungkin saja pekerjaannya lebih cepat selesai sehingga dia dapat pulang lebih cepat. Setelah kubuka bukannya aku gembira tapi malah kecewa. Ternyata yang mengetuk pintuku adalah seorang tetangga kost-an yang kamarnya berada di sebelah kamarku. Namanya mas Sam, dia seorang marketing di perusahaan properti dan dia sudah cukup lama tinggal di kost ini.  Ada apa mas Sam? Kok malam-malam belum tidur? tanyaku berusaha sopan walaupun aku mencium bau alkohol dari mulutnya itu. Tidak begitu keras sih tetapi mengganggu juga lama-lama. Anu mbak. Saya ada perlu sebentar kok. Ada yang mau saya bicarakan. Kata mas Sam sambil melongok kekamarku dan sepertinya dia melihat kalau suamiku tidak ada didalam. Aduh, Sawut belum pulang tuh. Nanti aja kalau udah pulang saya minta dia supaya ke kamarnya mas Sam aja. Jawabku sambil berusaha menutup pintu tetapi terhalang oleh salah satu tangan mas Sam.Wah kebetulan mbak. Yang mau saya bicarakan tuh nggak ada hubungannya dengan Sawut tapi sama mbak Fitri aja kok. Jawabnya dan jawaban itu benar-benar membuatku tambah bingung aja. Apa sebenarnya yang di inginkan mas Sam ini.Begini mbak. Maksud kedatangan saya kemari adalah untuk meminta pertimbangan mbak Fitri. Soalnya saya malu untuk minta pertimbangan dari cewek lain di kost ini. Jelasnya walaupun dalam hati aku masih bingung juga maksud dari pembicaraannya ini.Maksudnya meminta pertimbangan apa yah? kataku mencoba untuk memperjelas perkataannya barusan.Begini mbak. Besok khan teman perempuan saya mau merayakan ulang tahun dan kebetulan saya cukup dekat dengan dirinya. Nah saya itu bingung mau ngasih kado apa, tapi kata temen ceweknya dia pernah curhat kalau lagi pengen beli satu set pakaian dalam yang dari merk ternama. Masalahnya saya khan nggak tau ukurannya berapa. Kalau saya tanya langsung khan jadi nggak surprise lagi mbak. Jelas mas Sam sambil menatapku tajam.Aku mencoba untuk menghindari tatapannya itu tapi sepertinya susah juga mengingat dia duduk didepanku saat ini dan ruangan kost ini juga sempit. Terus? Saya khan juga nggak tahu temannya mas Sam itu badannya seperti apa. Jadi bagaimana mungkin saya bisa memberikan solusi buat mas?Sam tersenyum. Kalau itu sih nggak usah khawatir mbak. Karena postur tubuh teman saya itu sama persis dengan mbak walaupun nggak secantik mbak Fitri. Katanya lagi. Terus terang saja aku enggan memberi tahu nomor pakaian dalamku kepada orang luar tetapi sepertinya cuma itu satu-satunya cara agar dia segera keluar dari kamar ini.Akhirnya aku memberikan nomor ukuran pakaian dalamku kepada mas Sam dan pria itupun akhirnya beranjak pergi dari kamarku setelah sebelumnya mengucapkan terima kasih dengan sedikit senyuman tersungging di bibirnya.Paginya Masto pulang sekitar jam 6 pagi lalu tertidur. Hari itu dia bilang kalau dia diliburkan oleh bos-nya karena sudah semalaman lembur. Seperti biasa aku merawat seluruh keperluannya dan menyiapkan makanan untuknya jika sudah terbangun nanti, seperti layaknya seorang istri yang setia pada suaminya.Siang mbak Fitri. Tumben jam segini baru belanja. Sapa seorang teman kost yang merupakan mahasiswa tingkat akhir. Namanya Roni, dia asli dari sebuah kota kecil di Jawa Timur. Terbiasa dengan kerja keras sejak kecil membuatnya terlihat mempunyai tubuh yang kekar dan berotot. Macam binaragawan saja batinku dalam hati tiap melihat lekuk tubuh pemuda ini.Iya nih, soalnya mas Sawut baru saja pulang tadi jam 6 soalnya lembur jadi nggak sempat belanja. Kuliah jam siang yah? tanyaku pada Roni dan pemuda ini mengiyakan sambil tersenyum ramah. Lalu dia buru-buru menstater motornya untuk menuju kampus tempatnya kuliah. Dia mungkin salah satu penghuni kost yang baik-baik menurutku karena tidak pernah macam-macam.Sekitar dua hari kemudian aku dikejutkan dengan sebuah paket yang ditujukan padaku. Aku buka paket itu dan betapa terkejutnya aku karena isi paket itu adalah satu set pakaian dalam yang super seksi bewarna hitam dan ukurannya pun sesuai dengan ukuran tubuhku. Aku heran dan menebak-nebak siapa yang mengirim ini semua dan jawabanku adalah mas Sam. Mengingat cuma dia seorang yang mengetahui ukuran pakaian dalamku selain Masto. Lagipula dia pernah berkonsultasi untuk hal ini sebelumnya.Aku melihat kearah pintu kamar mas Sam dan sepertinya dia tidak ada di kost waktu itu, aku bermaksud untuk mengembalikan pakaian dalam ini kepadanya. Jujur saja aku merasa sangat terganggu, untungnya Masto tidak ada disini sekarang ini.Malamnya aku mendapatkan telepon dari Masto kalau dia sedang ada pekerjaan lembur malam ini dan sekali lagi aku ditinggal sendirian dalam di kost ini.Sekitar jam 11 malam pintu kamarku diketok oleh seseorang. Begitu kubuka langsung aku kaget karena yang datang adalah Sam tetangga kost ku. Mas Sam ada apa malam-malam gini? tanyaku dengan nada tidak menyenangkan.Sekali lagi aku mencium aroma alcohol dari mulut pria ini. Begini mbak, saya ada sesuatu yang harus saya bicarakan dengan mbak Fitri. Ini penting mbak. Katanya padaku.Aku dari awal sudah tidak senang dengan cara orang ini berperilaku langsung saja aku utarakan kegusaranku terhadapnya. Mas Sam, begini yah mas. Jujur aja saya nggak begitu suka dengan cara mas Sam selama ini. Ini udah kelewatan mas. Buat apa sih mas kirim paket yang tidak senonoh seperti itu? kataku dengan nada keras.Sejenak terbersit raut wajah bingung di wajahnya tetapi aku sudah terlanjur dongkol terhadap pria ini sehingga tidak aku gubris sama sekali. Maksud mbak ini apa? Paket apaan? tanyanya pura-pura tidak tahu. Udah deh mas. Saya juga udah males menjelaskan. Saya mau tidur, permisi. Kataku ketus sambil menutup pintu kamar. Aku sudah benar-benar muak dengan pria ini. Apa sih maunya sebenarnya.

Sekitar seminggu kemudian, Masto mendapatkan tugas dari kantornya untuk pergi keluar kota selama satu minggu. Kantornya menyuruh Masto untuk membenahi permasalahan di kantor cabang yang ada dikota itu. Masto berkata kalau dia berhasil menyelesaikannya dengan baik maka dia bisa dipromosikan menjadi manager operasional di kantornya sekarang berhubung posisi tersebut sedang kosong. Maka sebagai istri aku hanya bisa rela saja, toh kalo dia dipromosikan sebagai manager maka kami akan mendapatkan rumah dinas sehingga tidak perlu kost lagi.Malam harinya aku pergi keluar kost untuk mencari makan diluar, dan seperti biasa aku membungkusnya karena aku kurang nyaman jajan di luar tanpa suamiku. Saat aku sampai di kost aku melihat suasana kost sudah sepi, Roni tak terlihat disini karena biasanya dia selalu stand by di pintu masuk kost ini seperti satpam saja pikirku. Mungkin dia masih sibuk mengerjakan skripsinya sehingga harus kembali menginap di rumah temannya.Lantai satu seperti tanpa penghuni begitu juga lantai dua. Semuanya sepi bahkan disaat seperti ini aku sempat berharap kalau Sam ada di kost karena sejujurnya aku ini tipe orang yang penakut jika sendirian. Sejenak aku mendengar suara tape dari lantai 3, aku lega karena ternyata ada orang juga di kost ini selain aku.Jam 11 malam dan suasana kost masih tidak berubah, hanya terdengar suara kaset tape dari lantai tiga dan nyanyian merdu dari Bryan Adams. Saat aku akan tertidur tiba-tiba pintu kamar terbuka. Memang aku tidak menguncinya tetapi aku yakin kalau aku sudah menutupnya dengan rapat sehingga tidak mungkin ada angin yang mendorongnya. Dengan was-was aku melihat apakah ada orang dibalik pintu itu dan ternyata tidak ada. Ah mungkin cuma angin dan aku juga tidak begitu yakin telah menutup dengan benar pintu tersebut, pikirku dalam hati.

Saat aku akan menutup pintu itu kembali tiba-tiba muncul sebuah tangan pria yang langsung mencekal tanganku sementara tanganku yang satunya langsung dicekal kebelakang tubuh dengan kasar. Aku mencoba berteriak tetapi belum sempat suaraku keluar, pria tersebut membanting tubuhku keatas tempat tidur.Aku mencoba berontak tapi apalah daya karena tenaga pria ini benar-benar diatasku jauh. Pria ini menindihku yang sedang kesakitan karena bantingan tadi dan langsung mencoba melucuti pakaianku yang kala itu hanya menggunakan daster warna jingga. Aku melihat pria bertopeng ini dengan ketakutan yang amat sangat, aku tahu apa yang ingin dia lakukan kepadaku namun aku tak mampu untuk melawan dirinya itu.Dia sepertinya tidak sabar lagi dan merobek pakaianku sehingga sekarang aku tinggal mengenakan celana dalam mengingat aku tidak pernah memakai bra tiap kali aku tidur. Teriakan dan umpatanku juga tidak dia tanggapi sama sekali, pria ini hanya membisu sambil terus berusaha melucuti seluruh pakaianku hingga akhirnya lolos juga celana dalamku ditangan pria ini.Dia sepertinya terkesima melihat kemaluanku yang rapih tercukur. Dengan kulit putih mulusku ini memang sangat menggoda, bahkan mas Sawut yang sudah sering bercinta dengankupun tidak ada bosan-bosannya melihat tubuhku ini.Pria itu lalu membuka celananya dan membetot keluar batang kemaluannya. Sekarang keringat dingin mulai membasahi tubuhku. Teriakanku sepertinya tidak ada yang mendengarkan, mungkin karena struktur lantai dua kost ini yang sangat tertutup sehingga kedap suara.Aku sadar sebentar lagi pria misterius ini akan menyetubuhi diriku. Penisnya yang begitu besar bahkan sudah membuatku merasa ngilu hanya dengan melihatnya saja. Bahkan milik mas Masto saja paling hanya dua pertiga dari milik pria ini.Pria itu lalu mengangkat kedua pahaku dan menekannya kearah perutku sehingga aku menjadi sedikit sesak nafas. Aku yang sudah lemas melawan dari tadi hanya bisa pasrah melihat detik-detik dimana ujung kemaluan pria itu semakin lama semakin dekat saja dengan bibir vaginaku.Seperti yang kutakutkan sebelumnya, akhirnya pria itupun melesakkan batang kemaluannya yang sangat besar itu melewati himpitan bibir kewanitaanku yang masih rapat ini. Aku menjerit dan memohon ampun supaya dia tidak memperkosaku tetapi apa daya karena jeritanku tidak diindahkannya sama sekali. Sekarang bahkan ujung kemaluannya sudah melesak seluruhnya kedalam vaginaku tinggal bagian batang dan pangkalnya saja yang masih ada diluar.Akhh! sakit. Ampun! Jangan perkosa saya! jeritku memelas tapi lagi-lagi tak ada reaksi dari pria ini. Dia malah semakin mempercepat proses penetrasinya sehingga membuat rongga vaginaku semakin sakit saja. Bibir kemaluanku bahkan seperti robek menjadi dua karena dipaksa menerima batang kejantanan sebesar bonggol jagung itu.Lagi-lagi aku menjerit tetapi kali ini hanya jeritan kecil dan lemah karena aku sudah kehabisan tenaga untuk berteriak dan menjerit lagi. Sekarang tinggal suara desahan dan rintihan pelan yang terdengar tiap kali pria ini menyodokkan batang kemaluannya nyang besar itu didalam vaginaku dan mengaduk-aduknya dengan berbagai macam arah dan gaya. Setelah sekian lama baru kali ini aku kembali merasakan seperti diperawani untuk yang kedua kalinya. Dulu aku juga pernah merasakan rasa sakit seperti ini ketika diperawani oleh Masto, suamiku.Pria itu diam tak bicara ketika mendengar aku meminta ampun dan merintih kesakitan. Dia bahkan sepertinya semakin bernafsu saja begitu mendengar aku yang semakin lemah tak berdaya ini menjerit dan merintih. Dalam lima belas menit kemudian pria ini mempercepat sodokannya dan dia mengakhirinya dengan sebuah sodokan yang kencang dan dalam pada vaginaku. Aku mendongakkan kepalaku menahan rasa sakit yang hebat ketika pria itu menyetubuhiku dengan kasarnya. Sesaat kemudian aku merasakan penis raksasa itu berkedut keras lalu aku merasakan adanya cairan hangat membasahi rongga rahimku. Aku shock bukan main ketika menyadari kalau pria ini berejakulasi didalam rongga kemaluanku. Aku takut hamil dan terlebih lagi aku jijik menyadari kalau ada pria asing yang tak kukenal memperkosaku dan menyemprotkan cairan spermanya didalam vaginaku. Aku pingsan entah untuk berapa lama.Begitu aku bangun aku mendapati sudah nyaris pagi dan tubuhku yang tergolek tanpa mengenakan sehelai benangpun ini merasakan dingin luar biasa. Kepalaku sedikit pusing dan mencoba untuk menyadarkan diri sendiri kalau aku telah diperkosa oleh orang asing. Tangisku tak pelak lagi meledak memenuhi ruangan ini. Tanganku meraba selangkanganku dan mendapati sedikit noda darah segar disertai cairan putih kental yang sangat banyak yang aku tahu itu adalah sperma dari pemerkosaku tadi. Entah sudah berapa kali dia memperkosaku sampai cairan maninya keluar begitu banyak dari kemaluanku ini. Sesaat kemudian terdengar suara sms masuk. Aku buka sms itu dan aku terkejut ketika sms itu berasal dari pemerkosaku yang berbunyi. Aku sudah ambil foto kamu pas lagi bugil. Awas kalau sampai lapor polisi. Aku bakalan sebarin keseluruh orang.Seketika aku lemas tak berdaya dan beberapa saat kemudian sms dari Masto muncul menanyakan keadaanku. Aku jawab kalau aku baik-baik saja dan menyuruhnya cepat pulang. Seandainya dia tahu kalau istri tercintanya telah habis dinikmati tubuhnya oleh orang lain entah apa reaksi suamiku itu.

Ngentot Dengan Kakak Dan Adik Kandungku

Namaku Fani, mahasiswi tingkat tiga di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung. Aku dan saudaraku empat bersaudara, aku anak nomor tiga. Kakakku yang paling besar, Mbak Ine sudah menikah dan tinggal bersama suaminya di Jakarta. Kakakku nomor dua, Mas Doni bekerja di Batam, dan adikku Toni yang paling bungsu masih kelas satu SMU negeri di Bandung.

Pertama kali aku melakukan hubungan seks dengan kakakku nomor dua saat aku masih kelas dua SMU. Saat itu kakakku sedang cuti dan pulang ke Bandung, aku sangat senang sekali. Kami bertiga pergi ke Cipanas dan kami menyewa sebuah pondokan di sana. Malam harinya saat aku sedang tertidur lelap di kamarku, aku merasa ada sesuatu di kemaluanku. Mula-mula rasanya enak sekali seperti ada yang membelai dan menghisapnya, tetapi tiba-tiba rasanya sangat sakit seperti ada yang menekan dan berusaha masuk, dan kurasakan juga seperti ada yang sedang menindihku.

Saat aku membuka mataku, aku melihat kakakku sedang menindihku dan berusaha memasukkan batang kemaluannya, aku mencoba berontak tapi tenagaku kalah kuat.

“Mas Doni jangan, aduh sakit Mas.., sakit..!”

“Ah diem aja dan jangan coba teriak..!” kata kakakku.

Malam itu kegadisanku diambil oleh kakakku sendiri. Tidak ada rasa nikmat seperti yang kubaca di buku, melainkan rasanya sakit sekali. Aku hanya bisa pasrah dan menahan sakit di bagian liang kewFanitaanku saat kakakku bergerak di atas tubuhku. Gerakannya kasar seperti ingin mencabik-cabik tubuhku. Aku hanya bisa menangis tersedu-sedu. Saat kulihat tubuh kakakku mengejang dan kurasakan ada sesuatu yang hangat menyemprot ke dalam liang senggamaku, semakin hancurlah perasaan hatiku.

Pagi harinya aku hanya terdiam di kamar, karena tubuhku rasanya lemas dan sakit. Saat kakakku mengajakku pergi, aku hanya memalingkan wajahku dan menangis. Sore harinya kakakku masuk ke kamarku, dia minta maaf atas kejadian semalam dan berusaha untuk memperbaikinya, tapi aku hanya diam saja. Malam harinya kakakku datang lagi ke kamarku. Aku sangat ketakutan, tapi dia hanya tersenyum dan mencoba mencium bibirku, aku kembali berontak. Aku memaki-maki kakakku, tapi dia tidak peduli dan kembali mencium bibirku sambil meremas payudaraku, lama-lama aku menjadi terangsang karenanya. Dan malam itu kembali aku dan kakakku melakukannya, tapi lain dari malam yang kemarin, malam ini aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dan kami melakukannya dua sampai kali.

 

Kamis, 03 April 2025

nikmatnya saat kemping


 


 

Cerita kenangan terindahku ini tak akan mungkin aku lupakan. Aku ngentot sama pacarku waktu camping, sungguh sensasi sex yang sangat aku rasakan berbeda, sehingga sampai kapanpun aku tak kan pernah melupaknnya sampai aku menulis cerita ini. Langsung saja mari kita baca ceritaku ini.
“Bagus…….!!”

Aku medengar ada seseorang yang memanggilku. Aku berputar-putar mencari siapa yang memanggilku. Lalu mataku tertuju pada suatu sosok wanita. Dia memakai baju merah ketat, celana pendek dan memakai sandal high hils. Aku sejenak berpikir siapa wanita itu. Dan tak salah laginitu benar Anggi. Aku agak lupa karena kita sudah lama banget gak ketemu. Kita terakhir bertemu saat SMP dan betemu lagi saat kuliah. Anggi sekarang agak berubah, badannya sekarang lebih langsing, rambut panjang tapi tingginya Tak terlalu tinggi hanya sekitar 159cm. aku lalu menuju ketempat Anggi berdiri dan aku memeluknya. Hingga terasa buah dadaya nempel didadaku. Terasa lumayan besar. Dan Lalu kita cipika cipiki.

 

Anggi adalah sosok wanita yang aku lihat dan aku langsung menyukainya. Aku bertemu Anggi saat ospek. Usia kita terpaut tiga tahun, itu karena Anggi kecepetan masuk sekolahnya. Dia juga bias dibilang cewek yang pintar. Meskipun kita berbeda jurusan tapi kita sering bertemu dalam organisasi kampus. Dia rajin ikut organisasi, Rapat bersama dan melakukan kegiatan bersama membuat aku semakin mengenalnya tapi dia agak sulit untuk ditaklukan. Dia selalu sibuk dengan organisasi kampus, latihan basket, komunitas seni lukisnya dan juga dengan kuliahnya karena dia paling pantang kalau nilai-nilainya jelek. Hal ini sangat membuatku putus asa untuk mendekatinya karena kesibukannya, sampai akhirnya aku sempat melupakannya dan sibuk dengan duniaku sendiri dan pacar baruku. Entah mengapa ketika aku memulai KKN cinta lamaku padanya bersemi kembali, tapi aku memberanikan diri untuk lebih nekat mendekatinya dan menyatakan cinta ketika aku telah di wisuda. Saat itu rasanya benar-benar bahagia aku hanya ingin dia lah yang menjadi pendamping hidupku selamanya.

Cerita Seks Ngentot Pacar Saat Camping  - Sesudah kepulanganku dia berencana mengajakku pergi camping, katanya dia ingin merasakan berkemah. Masalah tempat dia yang menentukannya tapi untuk perlengkapan camping aku yang mengaturnya karena dia sama sekali belum pernah camping, sedangkan aku sudah berkali-kali camping dengan temanku terutama jika naik gunung. Paginya dia datang menjemputku, barang-barangnya sudah dia siapkan di bagasi mobilnya, benar-benar terlalu banyak pakaian, memangnya dia mau menginap berapa lama untuk camping sih??. Dia hanya menyisakan sedikit tempat untuk barang-barangku.

Begitu sampai di lokasi hari telah mulai senja karena kami sempat kesasar pada awalnya, langsung saja aku mendirikan tendaku, tapi dia Tak mendirikan apa-apa karena tendanya ketinggalan. Aku sebenarnya heran melihatnya, tenda yang begitu penting malah tertinggal sedangkan bagasinya penuh dengan bantal, bad cover, makanan dan pakaian. Mungkin ini resiko camping dengan orang yang belum pernah camping sebelumnya. Akhirnya, kami memutuskan untuk berbagi ruang di tendaku, karena hari mulai gelap dan kami lelah sekali Sesudah kesasar lumayan lama, kami memutuskan malam itu untuk segera makan bekal yang telah dibawa dan tidur saja.

“Danang, kapan kamu mau menikah?” tanyaku memecah kesunyian malam di tendaku yang lumayan sempit karena penuh dengan bantal dan bad cover miliknya.
“Mungkin 2 sampai 3  tahun lagi”
“Lama sekali Danang”
“Nggak, aku masih muda kali, hehehe. Memangnya kamu sudah tua”
“Huuuuuuu….. sok muda, ingat ya umur kita tu sama-sama udah kepala dua tahu!!”
“Hahaha. Masih banyak yang mau aku kerjakan sebelum menikah dan semuanya udah aku rencanakan, kalu dihitung ya jatuhnya 2 sampai 3 tahun lagi”
“Nggak bisa kurang?”
“Nggak programku udah kaya gitu. Kenapa? kebelet kawin ya?? sana cepet-cepet cari cewek yang mau nikah sama kamu!!”
“Hm…….. emang susah kalau ngomong sama orang utan!!”
“Hahaha. Udah ah.. mau bobo nie….. Good night!”
“Night”

Tak lama Sesudah itu, dia pun tertidur pulas. Aku memandanginya dengan tatapan lembut dari mataku yang kata orang tajam bagai elang, lalu tanpa sadar aku semakin mendekatkan wajahku ke wajahnya, wajahnya begitu cantik dan putih mulus, bibirnya mungil kemerahan. Aku pun menggesek-gesekan hidung mancungku ke hidungnya dengan lembut dan berlahan, entah mengapa jantungku berdebar dengan cepat, tubuhku mulai tegang dan dadaku mulai sulit untuk bernafas apalagi ketika aku merasakan hawa hangat yang keluar dari mulutnya yang sedikit terbuka mungkin karena dia agak kesulitan bernafas dengan hidungnya yang kugesek-gesekan dengan hidungku.

Aku Tak tahu apa yang mendorongku untuk melakukan ini tapi aku tanpa sadar mulai mendekatkan bibir tipisku kebibirnya, bibir bagian atasnya aku kecup dengan lembut, aku kulum sehingga masuk jauh ke dalam mulutku, untuk beberapa detik aku Tak melepasnya. Lalu aku melepaskan bibirku dari bibirnya, bibir kami masih bersentuhan tipis, bibir atasnya basah dan nafasku memburu.

Cerita Seks Ngentot Pacar Saat Camping  - Kuperhatikan wajahnya, takut jika dia sadar tapi Tak ada reaksi yang lebih jauh darinya hanya erangan karena kesulitan bernafas mungkin karena aku mendekap tubuhnya dan menaruh wajahku terlalu dekat dengan wajahnya. Nafasku masih memburu, jantungku semakin berdebar kencang, upayaku untuk menenagkan diri Tak ada hasilnya malah bibirnya yang sewaktu-waktu terbuka dan bergesekan tipis dengan bibirku karena mencari-cari udara membuat darahku kembali berdesir, apakah ini yang disebut dengan nafsu birahi. Aku Tak tahu mengapa gerakan mencari-cari udaranya itu malah membuatku kembali melumat bibirnya, kali ini benar-benar Tak lagi selembut yang tadi, benar-benar aku melumat bibirnya penuh dengan nafsu.

Aku mencintainya, aku Tak mau memperlakukan dia seperti ini, tapi aku juga Tak mau melepaskan bibirnya dari bibirku, hatiku terasa sakit jika harus melepasnya. Rasa rinduku selama bertahun-tahun Tak bertemu dengannya, rasa cintaku Tak ingin kehilangan dirinya benar-benar aku tumpahkan saat itu juga.

Lama aku mengulum bibirnya, kulepaskan sedetik lalu kukulum lagi, mataku terpejam saat melakukannya, menikmati rasa bibirnya yang menyatu dengan bibirku dan kini telah basah sepenuhnya. Tidur lelapnya mulai terusik karena perlakuanku, tangannya mulai meraba-raba punggung dan lengan tanganku, kepalanya bergerak kekanan-ke kiri dengan perlahan, kurasakan nafasnya memburu dan mulutnya semakin terbuka lebar sehingga aku pun bisa memasukan lidahku ke dalam mulutnnya, rasanya begitu aneh ketika lidahku menyentuh lidahnya tapi aku merasakan kepuasan tersendiri ketika aku benar-benar bisa melumat habis mulutnya.

Ciumanku semakin menjadi, dan tanganku pun mulai kumasukan ke dalam kaos bagian belakangnya sehingga kulit pinggangnya yang hangat dan lembut bisa kurasakan sampai akhirnya aku tersentak kaget ketika tangan kanannya memegang erat tangan kiriku yang mulai meraba punggungnya. Aku membuka mataku dan spontan melepaskan bibirku dari bibirnya sehingga bibir kami berjarak 10 cm, aku melihat wajahnya. Matanya telah terbuka, mulutnya ternganga, nafasnya terenggah-enggah. Dia benar-benar kaget menatap wajahku, bibirnya bergetar tapi Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya. Seharusnya aku merasa bersalah tapi Tak, aku Tak merasakan perasaan bersalah sedikitpun kepadanya.

Selama menjadi kekasihku dia memang belum pernah kucium bibirnya secara langsung, aku hanya mencium kening, pipi dan tangannya itu pun hanya pada saat-saat tertentu saja. Dia Tak selalu memberikan kesempatan itu kepadaku. Pernah suatu ketika, saat kami sedang di toko souvenir, dia mengambil sebuah selendang, memakainya menjadi kerudung serta sisa kain selendangnya dia lilitkan di bagian bawah wajahnya, menjadikannya cadar dan menunjukannya padaku sambil menggoyang-goyangkan kepala layaknya penari India.

Aku hanya bisa tertawa geli melihatnya karena gemas, aku memegang wajahnya yang ditutupi selendang dan aku mencium bibirnya yang bersembunyi dibalik cadar selendang tipis itu dengan cepat. Aku hanya menganggapnya suatu hal yang biasa, memang aku tetap bisa merasakan bibirnya bersentuhan dengan bibirku tapi kenyataannya aku mencium sebuah selendang, hanya selendang, tapi apa yang terjadi, dia malah menamparku, lalu menatapku dengan tajam seperti tatapan seorang yang ingin membunuh untungnya saat itu Tak ada orang disekitar kami kalau ada mungkin aku akan sangat malu sekali atau mungkin saja dia Tak jadi menamparku karena aku tahu Anggi Tak akan mempermalukan orang di depan umum. Sesudah kejadian itu, dia masih bisa memberikan senyum kepada penjaga toko tapi Tak kepadaku. Lama kami Tak bicara, Sesudah aku memberanikan diri meminta maaf, dia baru bisa kembali seperti semula. Sejak saat itu aku Tak pernah lagi mengungkit-ungkit hal itu dan aku Tak pernah berani lagi untuk melakukannya.

Cerita Seks Ngentot Pacar Saat Camping  - Apa yang kulakukan sekarang benar-benar membutakan aku akan ingatan hal itu. Aku Tak tahu harus berbuat apa ketika dia tersadar, aku juga Tak bisa berkata maaf karena entah mengapa aku benar-benar merasa Tak bersalah, tapi aku takut kepadanya sehingga aku hanya bisa memalingkan wajahku dengan menyandarkan kapalaku ke dadanya yang Tak seberapa besar dan Tak pula kecil itu. Aku semakin menguatkan pelukanku kepadanya benar-benar seperti orang yang kedinginan dan mencari sebuah kehangatan. Aku bisa merasakan kehangatan tubuhnya dan debar jantungnya yang berdetak begitu cepat.

Sesudah kira-kira 10 menitan, kurasakan jantungnya mulai berdetak semakin teratur, ketakutanku pun semakin berkurang, kucari-cari telapak tangannya dan Lalu kudekatkan ke bibirku dan kucium dengan lembut, tangannya begitu dingin sekarang, Lalu aku melingkarkan tangannya ke leherku. Aku berusaha mengangkat kepalaku dan memutarnya kearah kiri sehingga aku dapat melihat wajahnya dengan jelas. Dia Tak bergerak sedikitpun, wajahnya sedang menghadap ke kanan, bibirnya sedikit terbuka karena sedang mengigit-gigit jari tangan kanannya, tatapan matanya kosong. Dia Tak menangis, marah atau merasa bahagia, dia seperti kosong dan sedang menenagkan diri.

Aku mendekatkan wajahku ketelinga kirinya, dan berbisik lembut kepadanya “Danang…”. Aku memberanikan diri mencium rambutnya, lalu dengan berlahan turun mencium lehernya. Tak ada reaksi. Aku pun mencium keningnya pelan-pelan, dan mencium setiap jengkal pipinya, Lalu aku menarik tangan kanannya yang ditempelkannya kebibirnya pelan-pelan, mendekatkan bibirnya ke wajahku, lalu menciumnya dengan lembut, tetap Tak ada reaksi, hanya terdengar nafasnya yang kembali memburu. “It’s OK! Everything it’s OK,” aku membisikinya lembut sambil tetap terus mencium bibirnya pelan-pelan. Aku melingkarkan kedua tangannya di leherku dan Lalu tangan kananku kusisipkan ke punggungnya dan kulingkarkan dibahunya sedangkan tangan kiriku kulingkarkan dipinggangnya. Aku menciumnya pelan tapi semakin lama semakin dalam, kurasakan bibirnya masuk kedalam mulutku, dan kumasukan lagi lidahku ke mulutnya.

Kulihat matanya mulai terpejam perlahan dan bibirnya mulai membalas ciumanku perlahan sangat perlahan lalu aku pun memejamkan mataku berusaha merasakan setiap jengkal kenikmatannya. Ketika dia membalas ciumanku beban berat yang kurasakan menyesakkan dadaku seakan-akan lenyap begitu saja, dan tanganku pun mulai bermain-main masuk kedalam kaosnya untuk meraba-raba punggungnya dengan liar, saat itu kurasakan tangannya mulai meremas-remas punggung dan rambutku. Aku dan dia mulai terangsang. Kurasakan dia menaik turunkan kakinya dengan gelisah dan semakin membuka lebar selangkanan kakinya perlahan hal itu secara Tak langsung membuat Tongkolku menjadi bergesekan dengan alat kelaminnya yang tersembunyi di dalam celana dalam miliknya sehingga membuat Tongkolku semakin berdenyut-denyut.

Tanganku mulai berani meraba-raba punggungnya mencari-cari tali BHnya dan dengan cepat melepaskan kaitnya sehingga kurasakan dadanya yang kencang dan menempel dengan dadaku mengendur sedikit. Tangan kiriku meremas pundaknya dari belakang dan tangan kananku mulai berani berbalik mengarah ke perutnya dan semakin menuju ke atas memasukannya ke dalam BH yang telah terlepas dari pengaitnya, kurasakan gumpalan daging yang terasa mulus dan kenyal, Lalu jariku menyentuh pada bagian yang mengeras.

Dia tersentak kaget saat aku mulai memilin putingnya. Aku melepaskan ciumanku dan mulai berkonsentrasi pada Buah dadanya, aku menegapkan diriku sehingga berubah posisi jadi mendudukinya Lalu menaruh tangan kiriku meraba kaos putihnya dan mengarah ke Buah dadanya yang kanan lalu kuremas-remas Buah dadanya dengan ganas sedangkan tangan kiriku masih memainkan puting Buah dada kirinya yang masih tersembunyi dibalik kaos putihnya. Puting di Buah dada kanannya yang mulai mengeras terlihat menonjol keluar dari balik kaos putihnya, benar-benar pemandangan yang merangsang birahiku, aku pun lansung mengulum puting Buah dadanya yang menonjol keluar dari balik kaosnya itu. Tangannya berusaha menarik kepalaku untuk Tak melakukannya, tapi aku semakin menghisap putingnya dalam-dalam dan memainkanya dengan lidah dan gigitan-gigitan kecil.

“Aaaaarg… haaaah…”, Anggi mengerang nikmat. Saat ini kaos putih di bagian dadanya yang kanan telah basah olehku, dapat terlihat samar-samar warna putingnya yang kecoklatan menempel di kaosnya yang basah. Aku Tak bisa lagi menahan diriku untuk mengusap putingnya yang menempel di bajunya itu, putingnya aku usap-usap dan aku puntir secara perlahan sedangkan tanganku yang kanan masih meremas-remas puting Buah dada kirinya. Kedua tangannya memegang lengan tanganku yang sibuk menjamah Buah dadanya, berusaha menarik tanganku lepas, tapi itu usaha yang sia-sia. Kenikmatan yang dirasakan olehnya semakin menghilangkan tenaganya untuk melepaskan cengraman tanganku di kedua Buah dadanya itu. Kurasakan dadanya yang kenyal dan putingnya yang telah mengeras di kedua telapak tanganku, dadanya lebih besar sedikit yang sebelah kiri. Aku jadi teringat kata guru Biologiku dulu waktu SMA, kalau Buah dada perempuan Tak ada yang sama ukurannya pasti ada yang lebih besar, saat ini aku baru benar-benar merasakannya sendiri.


Cerita Seks Ngentot Pacar Saat Camping  - Kulihat lagi wajah Anggi yang mulai mengerang kenikmatan, tangannya mulai meremas-remas bantal dan bad cover yang ada disekitanya, nafasnya memburu dengan cepat, melihatnya nafsuku semakin memburu. Aku angkat kaosnya berlahan sehingga terlihat perutnya di balik remang-remang cahaya lampu sentir. Aku jilati pusarnya, dia mengerang nikmat, lalu aku ciumi perutnya naik terus sampai ke Buah dadanya yang kanan sedang tangan kananku masih meremas-remas puting Buah dadanya yang kiri. Kaosnya pun akhirnya tersingkap ke atas, aku bisa melihat jelas bentuk Buah dadanya yang Tak kecil dan Tak besar itu tapi cukup setangkap telapak tanganku sehingga aku bisa meremas-remas Buah dadanya yang kenyal itu dengan pas di tangan.

Kulihat Buah dadanya berwarna putih mulus dengan putingnya yang berwarna kecoklatan menonjol keluar dengan indahnya, aku pun langsung melahap Buah dadanya dengan mulutku, aku mainkan putingnya dengan lidahku dan dia semakin gelisah kenikmatan sambil menjambak rambutku. Kali ini kuberanikan tanganku melepas tali celana bahannya yang mengikat kencang dipinggangnya sehingga aku bisa dengan leluasa memasukan tanganku untuk memegang Memeknya yang masih terbungkus CD, kurasakan tubuhnya mengejang saat kupegang Memeknya dengan lembut. Aku Lalu menarik celana bahan dan CDnya turun agar terlepas, pelan-pelan kulihat bulu Memeknya yang lembut dan rapi, sepertinya dia merawatnya dengan baik. Tapi belum lepas semua celananya karena aku baru menurunkannya sampai paha, Anggi memegang tanganku dengan erat, wajahnya terlihat kaget dengan perlahan dia menggelengkan kepalanya, mulutnya terbuka tapi Tak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya.

Aku tahu dia Tak ingin aku melakukannya tapi aku Tak menghiraukannya, nafsuku telah memburuku yang kurasakan saat ini Tongkolku semakin berdenyut-denyut lebih kencang dari biasanya. Aku Lalu menindih tubuhnya, dia pun tersentak kaget, tapi tanganku masih memegang Memeknya yang kini telah basah. Aku gosok-gosokkan telapak tanganku ke Memeknya lalu aku meraba-raba mencari klistorisnya.

Aku memang Tak pintar soal berhubungan seks karena ini yang pertama bagiku aku juga sebenarnaya Tak suka menonton blue film, karena entah mengapa film itu bisa membuatku muntah saat melihatnya. Aku hanya menambah ilmu pengetahuanku seputar seks lewat buku dan melihat adegan seminya melalui film-film Hollywood yang memang sebenarnya Tak di sensor jika belum masuk ke Indonesia. Hal itu membuat aku sedikit tahu bagain-bagian tubuh mana yang mudah terangsang saat melakukan hubungan seks.

“Aaaaargh… Aaaargh….”, dia mulai mengerang lirih saat aku memainkan klistorisnya. Aku Lalu melumat kembali bibirnya, lalu aku tekuk kedua kakinya untuk menjilat klistorisnya. Aku mencium aroma Memeknya yang telah basah, sangat aneh bagiku, tapi Memeknya Taklah berbau amis seperti dugaanku mungkin karena dia rajin merawatnya, aku mulai menempelkan lidahku ke klistorisnya dan memainkannya, kurasakan pahanya mendekap kepalaku dengan erat, tubuhnya mulai mengejang lagi. “Apakah dia akan orgasme?” aku bertanya-tanya dalam hati. Kutunggu-tunggu Tak ada cairan hangat yang keluar hanya terdengar suara erangannya yang begitu lemah, kulanjutkan niatku untuk menjilat lubang vaginanya yang masih sempit itu, sambil berusaha memasukan lidahku ke dalam lubang vaginanya, dia kembali mengerang kali ini semakin keras.

“Aaaaah… Aaaaah… Aaaaaah… haaah” mendengarnya Tongkolku semakin mengeras, semakin menegang. Ku buka celana jeans dan celana dalamku dengan cepat dan kuturunkan sampai lutut, sehingga Tongkolku kini dapat dilihat olehnya. Dia kaget melihatnya, tapi aku yakin dia bukan kaget melihat ukuran Tongkolku yang agak sedikit besar tapi dia kaget mengenai apa yang akan kulakukan kepadanya. Dia berusaha menahan badanku yang kini telah menindihnya tapi aku tetap Tak menghiraukannya apalagi dia kini sedikit agak lemas karena kenikmatan yang tadi kuberikan kepadanya. Sebenarnya aku ingin dia mengulum Tongkolku tapi itu jelas-jelas Tak mungkin, saat ini dia Tak melakukannya dengan senang hati walaupun kebutuhan biologis telah menyerangnya.

Aku kembali menciumi lehernya dan meremas-remas Buah dadanya, “Jangan”, katanya lirih. “I love you.. I love you… I love you…”, kataku membalasnya. Kata-kata itu aku ulang semakin cepat, semakin cepat. Nafasku semakin memburu dan aku melepaskan celananya yang tadi hanya dapat kuturunkan sampai paha sehingga membuatnya Tak mengenakan apa-apa lagi saat ini hanya kaos putih yang masih menutupi tubuhnya. Aku lalu membuka jaket dan kaos oblongku dengan cepat sehingga tubuh bagian atasku yang berotot itu dapat terlihat jelas olehnya, Lalu aku kembali menindih tubuhnya dan mencium bibirnya. Kali ini bisa kurasakan Tongkolku menempel dengan Memeknya, aku pun mulai menggesek-gesekannya perlahan-lahan, lalu semakin cepat, semakin cepat. Saat ini aku hanya bisa mendengar nafas kami yang memburu dan merasakan Tongkolku yang mulai menegang.

“Haaaaah… Haaaaaah…”, “Aaaaaah… Aaaaaaah…”. Aku menciumi bibirnya, lalu menganggat kaki kirinya ke bahuku, dia tersentak kaget tapi aku benar-benar sudah Tak tahan lagi. Kali ini Tongkolku sudah benar-benar menegang. Aku melumat bibirnya semakin dalam agar dia Tak menjerit saat aku memasukan Tongkolku ke dalam vaginanya, tangannya mulai meremas-remas, memukul dan mendekap punggungku dengan erat saat aku memulai memasukan Tongkolku tapi aku Tak menhiraukannya tenaganya Tak berarti apa-apa pada tubuhku yang agak atletis itu.

Cerita Seks Ngentot Pacar Saat Camping  - Aku masih tetap berusaha terus untuk memasukan Tongkolku ke lubang vaginanya, susah sekali lubang vaginanya terlalu sempit, Tak seperti yang aku bayangkan. Aku semakin mengangkat kaki kirinya lebih tinggi lagi dan membuka kaki kanannya sehingga aku lebih leluasa untuk memasukkannya. “Krek…”, akhirnya Tongkolku berhasil memasuki lubang vaginanya. “Aaaaaargh….” dia berteriak dan terisak seperti mau menangis, aku Tak tahu apakah dia sedang menahan sakit atau mungkin luka dibatinnya karena keperawanannya telah kurenggut. Kurasakan cairan sedikit agak lengket keluar perlahan membasahi Tongkolku dan selangkangannya, aku tahu itu adalah darah keperawanannya.

Aku terdiam sejenak, aku sempat bingung apa yang harus kulakukan, yang kurasakan hanya denyutan-denyutan yang ada di Tongkolku di dalam lubang vaginanya dan rasanya begitu nikmat berjuta-juta kali lebih nikmat dari waktu aku menggesek-gesekan Tongkolku di Memeknya. Dia masih terisak dan merintih menahan sakit ketika aku berusaha untuk mengayunkan Tongkolku di lubang vaginanya.

“Plak… Plak… Plak….”, Ayunan Tongkolku semakin lama semakin cepat di lubang vaginanya yang benar-benar telah basah, aku serasa berada di puncak kenikmatan saat ini. Dia pun sudah Tak lagi terisak hanya meringis kesakitan bercampur kenikmatan, tangannya semakin memegang erat punggungku, lalu dia mulai mengejang, kurasakan cairan hangat keluar meyentuh batang Tongkolku, dia telah orgasme untuk yang pertama kalinya. Tangannya terkulai lemas, aku memelankan ayunan Tongkolku sesaat sambil melumat bibirnya dan menggulum puting Buah dadanya, Sesudah dia kembali mulai terangsang, aku mempercepat kembali ayunan Tongkolku kali ini lebih cepat daripada sebelumnya.

“Aaaaaah…. Aaaaaah…”
“Haaaaaah… Haaaaaah.. Oooh… Oooh…”

Suara kenikmatanku dan dirinya bersahut-sahutan. Aku semakin mempercepat ayunan Tongkolku lagi, kali ini dia pun juga ikut menggoyang-goyangkan pinggulnya naik turun. Ayunan Tongkolku semakin cepat dan kulihat Buah dadanya bergoyang-goyang dibalik kaos putihnya. Aku mernarik kaos putihnya keatas sehingga Buah dadanya yang indah dan sedang bergoyang-goyang itu dapat kulihat seutuhnya. Tubuhnya sudah mulai lagi mengejang, dia mau orgasme untuk yang kedua kalinya, tapi aku ingin orgasme berbarengan dengannya, aku menghentikan ayunan Tongkolku sejenak lalu aku menegapkan posisi tubuhkku yang tadinya menindih tubuhnya, aku pegang kedua pinggulnya sehingga sedikit terangkat lalu kudorong masuk lebih dalam Tongkolku ke lubang vaginanya dengan keras sehingga batang Tongkolku telah masuk sampai kepangkalnya ke dalam vaginanya. “Aaaaaaah…” dia pun tersentak, tapi aku langsung kembali mengayunkannya dengan cepat, semakin lama semakin cepat.

“Oooooh…. Ooooh… Oooooh… Yeaaah..”
“Bagus… Bagus…. Aaaaaah”

Erangan kenikmatan kami semakin terdengar kencang. Tangannya kembali meremas-remas bantal dan bad cover yang ada di sekitarnya. Dia telah berada di puncak kenikmatan yang lebih nikmat dari sebelumnya, aku pun melepaskan tangan kiriku dari pinggulnya untuk memilin-milin klistorisnya. “Aaaaaaaah…. Aaaaaah…. Noo…!!” Dia berteriak semakin keras ketika aku semakin cepat memilin klistolisnya dan mengayunkan Tongkolku. Tubuhnya kembali mengejang, kali ini akupun juga, tubuhku mengejang, dan cairan kenikmatan kami keluar berbarengan.

Aku merasakan cairan spermaku keluar menyembur ke dalam rahimnya, aku telah membasahi rahimnya dengan spermaku. Rasanya nikmat sekali. Kami berdua pun terkulai lemas, badanku kurebahkan ke badannya lalu kulumat bibirnya pelan-pelan, dia Tak membalasnya, dia hanya terdiam dan memejamkan matanya, kulihat pipinya yang putih mulus itu telah basah oleh air mata, bibirnya yang kemerahan masih basah dan sedikit bengkak karena aku menciuminya dengan ganas, suasana saat itu benar-benar hening, hanya terdengar sayup-sayup suara jangrik dan nafas kami yang masih memburu. “Danang, I love you”, aku berbisik ditelinganya, tapi Tak ada reaksi, matanya masih terpejam sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

Camping seru


 


Langsung saja simak selengkapnya berikut ini. Cerita Terbaru ini sebenarnya sangat seru, karena dalam cerita dewasa seks ini terdapat banyak sekali hal yang mungkin akan terasa berbeda dari cerita seks yang lain, dalam cerita dewasa ini ada berbagai macam petualangan, mulai dari petualangan gunung, selanjutnya ada petualangan cinta dan bahkan yang paling seru adalah petualangan seks yang sungguh membuat hati berdebar, ok kita mulai ceritanya namun maaf ya kalo ceritanya acak-acakan, maklum…masih baru dalam hal ginian..

 Sebutlah namaku Ari, cerita ini terjadi beberapa tahun yang lalu, dan merupakan awal mula aku mengenal seks….yang kumaksud adalah praktek..he..he…kalo untuk menonton film porno dan kenakalan lainnya sih aku tentu saja sudah pernah…tapi hanya sebatas itu…. 

Saat itu aku baru lulus kuliah dan mendapatkan kesempatan magang disebuah institusi negara di Jakarta untuk sekitar 9 bulan. Magang berjalan lancar, dan aku dengan mudah berteman dengan pegawai yang senior maupun junior, sehingga dipercaya untuk “mengasuh” peserta magang lain yang datang dari luar kota Jakarta. Termasuk seorang gadis yang berasal dari Joga bernama Niken. Niken seorang pribadi yang kalem, berparas ayu dan sopan, seperti kebanyakan orang Jogja yang terbiasa dengan tradisi keraton. Tapi yang tak kusangka, ternyata Niken penyuka kegiatan outdoor sepertiku, dibalik sikapnya yang lemah lembut dia seorang yang suka tantangan. Hampir semua gunung di Jawa tengah pernah dia daki. Maka tak heran ketika dia pun tau aku penyuka kegiatan outdoor, langsung diajaknya mendaki gunung yang terdekat dari Jakarta, hanya seminggu setelah perkenalan kami. 

“Ri, weekend ke mana nih? Hiking trus kemping yuk ke Gn. Gede” 
“Yah elo, baru bilang sekarang, hari ini kan udah kamis, kalo mau naek ke Taman Nasional sekarang kan harus pake surat ijin, dan permohonannya 3 hari sebelum pendakian, minimal 3 orang sama ditambah guide juga…mepet kayak gini gak bisa..trus susah nyari orang 1 lagi…tau sendiri di sini jarang yang suka outdoor” 
“Lo juga gak kasih tau gw sih Ri…., coba bilang dari kemaren2…kita ngurus ijin sama nyari orang kan waktunya cukup” 
“Mana tau kalo lo udah mau hiking, di sini aja belum ada seminggu……dasar!!!…hmmmh…kecuali lo mau hiking illegal…he..he…” 
“Illegal gimana maksudnya Ri?” 
“Di mana2 yang illegal gak pake ijin…” 
“Itu gw tau……maksudnya gimana caranya Ri…….???” 
“Gw dulu pernah, bersepuluh sama temen2 sekampus naek sekitar jam 10 malem…waktu itu pos udah sepi, jadi langsung aja ngendap2” 
“Wah..seru tuh, yuk berangkat…..” 
“Nah satu lagi orangnya siapa ken???” 
“Kata lo mau illegal….ya gak usah ikut aturan 3 orang..kalo sampe besok sore gak ada yang mau…kita aja berdua tetep berangkat….” 
“Oke lah….kalo gitu ntar balik kantor kita belanja ya…trus packing” 

Setelah pulang kantor pun kami belanja bahan makanan untuk dibawa hiking, karena kami sudah memiliki perlengkapan jadi tidak khawatir untuk packing. Sampai Jum’at sore kami tidak menemukan orang lain yang ingin gabung bersama kami karena terlalu mendadak. Maka sekitar jam 7 malam kami pun pergi ke kampung rambutan untuk naik bus ke bandung via puncak. 

Singkat cerita kami sampai di persimpangan menuju kebun raya cibodas, lalu kami pun naik ojek untuk sampai ke pasar yang merupakan awal masuk k area gunung gede. Keadaan di pasar sangat sepi, hanya ada beberapa pendaki yang tidur di lapak2 warung untuk menunggu esok. Saat itu waktu menunjukan pukul 22.33, dan kami pun langsung berjalan menyusuri jalan setapak yang cukup besar untuk menuju pintu masuk gunung gede, di mana terdapat pos lapor dan juga kantor perijinan. Di situ pun kami menemui banyak pendaki yang sedang tertidur menunggu esok hari untuk naik, sesuai dengan peraturan. Kami mengendap-ngendap di antara mereka…untung saja sedang bulan purnama…jadi keadaan agak terang, dan kamipun tak perlu menggunakan senter…dan tidak takut ketahuan.. 

Kami mendaki dengan menaiki tangga2 dari batu yang tersusun rapi, dengan menggunakan senter karena di dalam area ini sinar bulan tidak dapat menembus pohon2 rindang sepanjang perjalanan…kami berjalan berdampingan…hanya jika jalan sempit dia di depan dan aku di belakang mengawasi sekitar….sampai kami ke area yang terbuka di atas jembatan kayu yang membentang sepanjang jalur pendakian…kami pun beristirahat sebentar…. mungkin karena suasana yang sepi dan hanya ada kami berdua….pikiran ku ke mana2..menghayalkan bersetubuh dengan Niken di tempat itu..pasti akan menjadi pengalaman tak terlupakan….pucuk dicinta ulampun tiba…tak kusangka khayalnku menjadi kenyataan secepat itu..he..he… 

Awalnya saat kami istirahat di tempat itu, sepertinya karena terbawa susana…tempat sepi, di bawah sinar bulan….obrolan kami mulai menjurus setelah aku iseng2 bercanda yang agak porno…yang ternyata dia tanggapi dengan tertawa dan tidak merasa risih….mulai dari seks dari segi kesehatan sampai kepuasan…he..he…, dan tiba2 dia pun bertanya dengan agak canggung (terilhat dari biasnaya pake gw elo, jadi aku kamu..jadi campur deh…). 

“kamu pernah ML Ri?” 
“hmmh….belum…kamu pernah ken?” 
“belum juga..he..he…” “tapi kamu pernah nonton bokep kan?” 
“ya pernah lah…gw laki2 normal…tulen….” “lo juga pernah ya…hayo ngaku….” 
“he..he….iya pernah…buat referensi….he..he..” 
“hahahaha…bisa aja….udah cukup referensinya?, kapan prakteknya” ….tanyaku seenaknya sambil bercanda….(padahal dalam hati aku sangat berharap dia menjawab mau praktek sekarang…denganku…hehehe) 
“Dasar…praktek mbah mu..” jawab niken sambil bangkit dan mengambil minum dari dalam carrier yang ada disampingku kananku, sementara niken duduk dismaping kiriku…dan saat itulah tiba kesempatanku…entah dengan sengaja atau tidak….niken meraih minuman dari carrier dengan menjulurkan tangan kirinya melewati depanku…sehingga tubuhnya condong kearahku dan payudaranya menempel didadaku….tanpa berfikir panjang aku sentuh payudaranya dengan tangan kananku, dan ternyata dia diam saja…sambil berlama-lama mencari botol minum dalam carrier…..dan sepertinya dia kesulitan sehingga tubuhnya lebih condong yang tentu saja payudaranya jadi lebih menekan ketanganku yang menyentuhnya…dan tanpa kukira…tangan kanannya mencari tumpuan untuk menopang badannya yang mencondong..dan tangan niken akhirya mendarat diatas kemaluanku yang memang sudah agak menegang…. 

Akupun makin berani dan mencondongkan tubuh ku ke arahnya dan mencium pipinya, niken masih diam..tapi tangan kanannya agak meremas kemaluanku. Akupun menciumi pipinya dan lehernya sambil tangan kananku meremas payudara kanannya dan tangan kiriku meraih pantatnya dan meremas-remasnya…niken mulai merubah posisi dan sudah tidak mencari-cari botol minum lagi di carrier..sekarang tangan kirinya mengelus rambutku dan diapun melenguh….

”aaaahhh…aaahh…”, hanya suara itu yang kudengar dari mulutnya….akupun semakin nafsu mendengar lenguhan niken..aku ciumi dan jilati lehernya dari kanan ke kiri (saatnya mempraktekan semua yang aku lihat dari film2 bokep dan artikel seks..he..he…), hingga sampai ke bibirnya…dan langsung disambut oleh niken dengan ciuman penuh nafsu…lidah kami saling menjilat saat berciuman..saling menyedot ludah masing2….sensasi yang kurasakan benar2 luar biasa….

posisi kamipun berubah menjadi saling berhadapan dari samping…sehingga meudahkanku untuk menjamah payudaranya sambil tangan kiriku merangkul niken untuk menopangnya…..mulut kami saling berpagutan dan tangan saling menjamah….tangan kiri niken mengelus-ngelus dada ku…dan tangan kanannya mengelus-ngelus dan meremas kemaluanku yang semakin mengeras….akupun tak ketinggalan meremas-remas payudaranya sambil menggerakan jempolku untuk mengelus dengan gerakan memutar putingnya..dengan sekali-kali aku tekan….kuremas payudara niken bergantian yang kiri dan kanan dengan tangan kananku…sedangkan tangan kiriku mengelus lehernya dan telinganya…niken makin liar memagutku…dan mulai menarik-narik kaosku untuk segera dilepaskan… 

Tangan kananku mulai meraba kebagian perut niken lalu terus kepaha dan selangkangannya…kulepaskan mulutku dari mulutnya dan mulai menjilati lehernya lalu menciumi payudaranya dari balik kaosnya…. dan niken pun makin melenguh…..

”aaahhh…aaahh….eeeuuuhh….”gerak an tangannya berhenti dan tampak menikmati elusan tangan kananku ke arah selangkangnnya….niken mengigit gigit bibirnya sendiri menahan kenikmatan yang dia rasakan…kedua tangannya ia topangkan ke lantai kayu jembatan ini sambil kepalanya menghadap keatas….menikmati setiap jilatan ku ke lehernya dan elusan tanganku diselangkangannya…diapun membuka kakinya..supaya aku lebih leluasa mengelus selangkangannya dan lalu ke vaginanya yang masih ditutupi oleh celana lapang…aku gerakan secara memutar telapak tanganku di atas vaginanya….. 

Dengan dada yang terbuka karena tangan niken menopang tubuhnya…aku dengan leluasa mengangkat kaosnya dan meremas payudaranya dari balik bra dengan tangan kiriku…lalu tangan kananku mulai melepas kancing celana lapangnya dan menurunkan resletingnya dan menyelusup ke bagian luar celana dalamnya…aku rasakan celana dalam niken sudah lembab..rupanya vagina niken sudah dibanjiri cairan birahinya……niken seperti terkejut saat kuelus vaginanya naik turun dari balik celana dalamnya…”Ri…terus Ri…aaahhh….eeemmmmh…..eeemmmh….” hanya kata2 itu yang kudengar dari niken….akupun semakin nafsu dibuatnya…. 

Tanpa kuminta, niken membuka kaosnya….terbukalah payudara yang agak menyembul dari balik bra hitam yang ia pakai…payudara niken putih dan ranum, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, payudaranya menyembul karena branya model cup setengah…ukuran payudara niken pas dan proporsional dengan tinggi badannya yang 160 cm dan berat badan 50 kg… ketika kutarik cup itu ke bawah untuk menciumi dan menjilati payudaranya….niken membuka sendiri pengait branya….wuuih,…terbeaslah gunung kembar niken….siap kujilat dan kulumat…dengan penerangan sinar bulan purnama…kulihat putingnya niken berwarna pink..meskipun aku tak yakin karena sinar bulan pun terangnya terbatas…tapi apa peduliku dengan warnanya…langsung kuciumi kujilati dan kuemut puting payudara niken yang kiri…sedangkan tangan kiriku meremas payudara kanannya sambil memilin putingnya dengan jari telunjuk dan jempolku….tangan kananku tak lepas dari bagian bawah niken yang kemudian aku masukan ke celana dalam niken…owwwwh….hangat sekali vagina niken….lalu kuingat mengenai klitoris dan letaknya…maka aku raba2 daerah vagina niken untuk menemukan klitorisnya….niken menggelinjang pelan dan berusaha menjilati telingaku….erangan dan lenguhan makin sering keluar dari mulutnya….”aaahhh….Ri….terus Ri….eeemmmhh….”

Akhirnya tangan kananku menemukan sesuatu yang menonjol, dan ketika kusentuh, niken langsung menggelinjang….saat itu aku tau bahwa ini pasti klitoris niken, akupun mengelus-ngelusnya dengan gerekan memutar dengan ujung 3 jari tangan ku….dan kadang hanya jari tengahku yang bermain…pinggul niken bergoyang-goyang pelan dan mengangkat-angkat..seolah memintaku untuk lebih menekankan jari2ku….gerakan tangan kananku kupercepat…dan emutan mulutku diputing payudara niken kuperkuat dan bergantian antara yang kanan dan kiri…..tubuh niken semakin bergoyang dengan lenguhan2 yang semakin keras….aku yakin binatang2 liar yang ada disekitar langsung menjauh karena lenguhan2 niken…semakin cepat gerakan tangan kananku semakin keras lenguhannya…dan gerakan2 niken diakhiri dengan badannya yang menegang…tangan kananku dijepit oleh pangkal pahanya….dan diapun memelukku erat….terasa sekali tubuh niken menegang dan bergetar-getar…..matanya memejam dengan keras….pasti ini yang dinamakan orgasme….keadaan niken yang sepeti ini bertahan sampai beberapa menit….dan akhirnya terkulai lemas….

Dengan keadaan lemas niken mengelus-ngelus kemaluanku….dan membuka kancing celanaku dan membuka resletingnya….meskipun hanya dengan cahaya remang2 bulan, terlihat kemaluanku menggunung dari balik celana dalam….bahkan kepalanya menogol keluar…meskipun niken masih lemas, dia masih bisa bercanda…

“ih..itunya kejepit….hehehehe” dan diapun mengelus kemaluanku dari balik celana dalam, setiap gerakan mengelus ke bagian atas (karena sudah keliatan, sekarang bilangnya penis aja..he..he..) penisku, kepalanya dia elus dengan gerakan memutar dengan jari telunjuk dan jempolnya… 

Ternyata tak sia2 niken menjadikan film porno referensinya, dia dengan sigap membuka celana dalamku dan mulai menjilati penisku yang sudah mulai tegak…tanpa ragu niken tarik celana dalamku ke bawah dengan celanaku dan membukanya….dan diapun langsung membuka bajuku…lalu dia jilati putingku dengan ujung lidahnya…dan mengocok penisku dengan telaten….dengan gerakan memutar dan juga jempolnya mengelus-ngelus kepalanya….lalu niken menciumi dadaku terus turun ke perut dan akhirnya sampai ke penisku…yang langsung dia ciumi dan jilati….setelah puas lalu niken tanpa ragu memasukan penisku ke dalam mulutnya….ooowwwwhhhh…sensainya luar biasa…saat penisku diciumi dan dijilati saja sudah nikmat…sekarang penisku dia kulum dan dengan lidahnya yang terus menari memanjakan penisku….aku tak dapat berkata apa2 selian melenguh..

”aaahhh….aaah…” dan pinggangku bergerak-gerak kegelian…..saat itu posisiku mengangkang..dan niken membungkuk diantara kakiku..mengocok dengan tangan dan mengulum penisku yang tidak tertutupi tanganya…..diapun menjilatin kebagian pangkal penisku dan pelerku…dia kulum dan sedot2 pelerku secara bergantian….aaaahhhhh…sungguh nikmat…… 

Akupun meraih kaki niken yang kiri dan menariknya sehingga bagian bawah tubuh niken tertarik ke bagian atas tubuhku, niken yang tahu apa yang cob aku lakukan , melangkah menyamping tanpa melepaskan mulutnya dari penisku…akupun tiduran dan saat ini vagina niken ada didepan mukaku….posisi kami sekarang 69…aku mengambil carrier sebagai bantalan kepalaku dan mulai kujilati selangkangan niken…..dengan lenganku melingkar dipahanya dan tanganku meremas pantatnya…sambil kusentuh2 lubang duburnya….niken makin kencang mengocok dan mengulum penisku….sepetinya dia terangsang oleh sentuhan jari di liang duburnya….lalu kujilati vaginanya..dari clitoris sampai pangkal lubang vaginanya dan kusentuh…ku ulang berkali-kali…hmmh….vagina niken wangi..dan bulu2nya halus….akupun semakin nafsu dibuatnya….pinggul niken bergerak-gerak menahan kenikmatan jilatan lidahku….pinggulku pun tak mau diam maju mundur mengiringi kuluman niken atas penisku….. 

Selang sekitar sepuluh menit dengan posisi 69, aku tau niken sudah tidak konsentrasi karena semakin terangsang saat dia tidak mengulum penisku lagi…dan cairan birahinya kembali membasahi vaginanya….niken pun memaju mundurkan pinggulnya…sehingga lidahku lebih menekan vaginanya…. akupun sudah tak tahan ingin menikmati lubang vagina niken…
”Ri…aaahhh…masukin punyamu Ri…udah gak tahan nih…aaaahhh…..aaahhh….” 

Akupun menghentikan jilatanku dan kami langsung berubah posisi, aku baringkan niken dilantai jembatan itu dengan mengangkang, akupun berada diantara kakinya dengan berjongkok…dengan memegang pinggul niken….dan niken memegang penisku untuk diarahkan ke lubangnya….hehehehe..maklum baru pertama..ntar meleset….saat kepala penisku merasakan hangat bibir vagina niken aku langsung bilang

“kalo sakit bilang ya…..” niken pun mengangguk…lalu aku tekan pelan2 penisku…sangat pelan2….ketika niken agak memejam dam mencengkram lenganku..aku hentikan tusukanku dan memutar-mutar penisku….sampai niken rileks lagi dan otot vaginanya mengendur..lalu aku teruskan gerakan menusukku…dapat kurasakan cengkraman dinding vagina niken….ooowwwhhh…sungguh nikmat lubang ini….padahal belum sepenuhnya penisku masuk…baru kepalanya saja….pikirku pasti ada darah yang keluar…karena inipun kali pertama niken ML….tapi selama dia tidak meras kesakitan..aku teruskan gerakan menusuk ke lubang vaginanya….setelah beberapa kali berhenti menusuk dan gerak memutar penis..akhirnya seluruh penisku masuk ke lubang vagina niken…..niken menahan lenguhannya dengan mengigit bibir bawahnya dengan pelan dan memejamkan mata….setelah masuk semua, akupun mendiamkan penisku untuk sementara..dan menciumi niken….kami saling berpagutan….terdengar decak2 lidah kami yang beradu dengan air ludah….niken memeluk ku dengan erat….dan saat itu aku mulai menggerakan pinggulku..sehingga penisku maju mundur memasuki lubang vagina niken….aku tahu saat2 awal ini hrs pelan2…jadi tidak terasa sakit dan makin nikmat…setidaknya itu yang dikatakan artikel2 kesehatan seks…..dan ternyata itu terbukti…. hehehehe… 

Aku lepaskan pagutanku dari mulut niken dan mengulum puting payudaranya, bersamaan dengan gerakan pinggulku untuk menyodok-nyodokan penisku ke vaginanya…..niken meracau tak karuan dan mengacak-acak rambutku….

“aaaahhhh…Ri…eeemmmmhhh…nikmat Riii…eeeemmmhhh…..penismu enak Rii….aaaahhhhhh…terus Rii….”…racauan niken semakin membuatku nafsu…akupun mengambil posisi push up…dengan niken yang mengangkang…penisku lebih leluasa untuk menyodok vagina niken…aku angkat pantatku dan dengan kencang aku sodok2 vagina niken….maju mundur dengan ritme yang naik….niken semakin meracau

“aaahhhh Riii…terus sodok Rii…aaahhh…uuuuhhhhh….”….kedua tangan niken mencengkram lantai jembatan…..oooowwwwwgggghhhh…sungguh luar biasa nikmat lubang niken…sangat legit…..tanganku berpindah dari pinggul ke payudara niken dan meremas-remasnya…..sambil kupilin putingnya…..niken menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil menggit bibir bawahnya dan memejamkan mata…. 

Niken menyadari aku mulai pegal dengan posisi ini saat genjotanku mulai memelan…..lalu dia berusaha bangkit dan mendorong badanku sehinggak aku terlentang…saat itu niken ada diatasku…dengan berjongkok…dia memasukan penisku ke lubang vaginanya….karena dia yang mengendalikan skrg….niken bisa mengira-ngira seberapa pelan dia menurunkan badannya sehingga penisku dapat masuk kembali ke lubang vaginanya tanpa kesulitan….setelah masuk semua penisku ke vaginanya…niken menggoyang-goyang kan pinggulnya….ooowwwwhhhh….sungguh nikmat aku dibuatnya….akupun meremas payudaranya…..goyangan niken semakin kencang…diiringi dengan naik turun pinggulnya…..sambil melenguh dan tampak sangat menikmati setiap gerakan penisku didalam vaginanya…..
”aaaahhhh….eeemmhhh…..Rii…..pe nis kamu mantap nikmatnya…..”..
”vagina kamu juga enak banget ken…..aaaahhhh….”akupun mengiringi gerakan nikan dengan menaik-naikkan pinggul ku….sungguh tak terbayang kenikmatannya…..aaaaahhhhhhh…… 

Lalu niken menopang tubuhnya dengan memegang pahaku…badannya condong kebelakang…..lalu menaik turunkan pinggulnya…oooooaaaahhhh….nikmat sekali…..naik turun pinggulnya diiringi pula dengan goyangan2…..seluruh batang penisku merasakan kenikmatan pijatan dinding vagina niken…dan diapun nampak sama…sangat menikmatinya…..”aaahhh….ooohhh….Riii…. “ goyangan dan naik turun pinggul niken makin kencang….dan semakin kencang… 

Untuk lebih nikmat aku rubah posisi ku menjadi memangku niken diatasku, dia melingkarkan kakinya dipinggangku dan niken pun melingkarkan tangannya di pundakku….aku raih pantatnya dan aku remas2…niken pun menaik turunkan badannya yang megunci badanku…..sambil kujilati juga payudaranya….aaahhh…kami berdua sama2 melenguh…meresapi setiap kenikmatan yang kai rasakan…..sekitar lima menit kami dengan gaya ini..niken mempercepat gerakannya….dan akupun imbangi dengan gerakan pinggulku…
”aaahhh Rii…aku mau keluar…”
“aku juga ken…” “aaahh….oohh….” hanya lenguhan2 kami yang ada setelahnya…
dan tak berapa lama aku merasakan pijatan dinding vagina niken makin tak beraturan….akupun merasakan desakan di penisku…dan…
”aaaaahhhhhhhhhhhh…..aaahhhh…. ”niken mengejang dan memeluk kencang tubuhku…akupun semakin membenamkan penisku…..dan menegang….dan keluarlah spermaku didalam vagina niken…bersamaan dengan keluarnya cairan orgasme niken…sungguh nikmat yang sulit digambarkan……kami saling memeluk erat untukbeberapa saat…..dan tubuh kami basah bercucuran keringat…..dinginnya malam itu sungguh tidak terasa….. 

Kamipun lunglai dan lemas diatas lantai jembatan itu….aku melihat wajah puas niken…..dan diapun tersenyum….dibawah sinar bulan….ditengah belantara pegunungan…diatas lantai jembatan kayu..kami berbaring tanpa busana…telanjang bulat…..hanya diiringi oleh suara alam di malam hari…. 

Kamipun sadar ketika rasa dingin malam itu sudah terasa, badan kami sudah tidak panas lagi akibat pergumulan tadi, dan segera memakai pakaian utnuk menghindari masuk angin….dan berdiam sejenak untuk memulihkan tenaga…kami baru seper enam perjalanan…dan sudah menghabiskan sekitar 2 jam lebih di tempat itu…. 

Begitulah bro dan sis…pengalaman pertamaku praktek ML, ternyata tak sia2 aku mengikuti saran2 di artikel2 kesehatan seks, seperti senam kegel…yang ternyata terbukti memperkuat daya tempurku…..nah tadi itu baru seperenam perjalanan…masih ada lima perenam lagi perjalananku dengan niken kala itu…..lain kali disambung yaaa….hehehehehe……END