Selasa, 11 Maret 2025

AKU TERPESONA OLEH TEMAN SUAMIKU


 


Rokane, 45 th, adalah teman akrab suamiku yang sebaya dengannya sedangkan aku berumur 40 th. Mereka sering bermain bersama, entah mengapa setiap Rokane datang kerumahku ia selalu menyapaku dengan senyumnya yang khas, sorotan matanya yang dalam selalu memandangi diriku sedemikian rupa apalagi sewaktu aku memakai daster yang agak menerawang tatapannya seakan menembus menjelajahi seluruh tubuhku.

Aku benar benar dibuat risih oleh perlakuannya, sejujurnya aku merasakan sesuatu yang aneh pada diriku, walaupun aku telah menikah dengan suamiku, aku merasakan ada suatu getaran dilubuk hatiku ditatap sedemikian rupa oleh Rokane. Suatu hari suamiku pergi keluar kota selama 4 hari. Pas di hari minggu Rokane datang kerumah maksud hati ingin berkunjung, pada waktu itu aku sedang santai di rumah dengan memakai daster yang agak tipis.

Ketika kubuka pintu untuknya ia terpana melihat liku liku tubuhku yang seksi tercetak jelas lekuk tubuhku itu. Darahku berdesir merasakan tatapannya yang tajam itu. Kukatakan padanya suamiku keluar kota sejak 2 hari lalu, dia hanya diam terpaku dengan senyumannya yang khas tidak terlihat adanya kekecewaan diraut mukanya, tiba-tiba ia berkata “..Eny  boleh nggak aku singgah dulu di sini sambil menunggu suamimu?..”ohh… boleh aja nggak apa-apa kok..”tapikan nggak enak suamimu nggak ada..”ach kaya sama siapa aja ,nggak apa-apa kali itung2 sambil nemenin buat aku ngobrol,anak2 lagi nggak ada kerumah neneknya, Giliran aku yang terpana selama menikah belum pernah aku tinggal berdua dengan laki laki selain suamiku tetapi terus terang aku senang mendengarnya karena dia mau singgah dulu disini, dimataku Rokane merupakan figure yang cukup ‘gentleman’.

Sementara aku aku kedapur untuk membuatkan secangkir kopi untuknya,namun ketika aku kembali dari dapur sambil membawa secangkir kopi untuk ku suguhkan padanya ,sehabis menaruh gelas di meja aku balik lagi namun naasnya kakiku kerkilir Karen memang di lantai agak basah karena air yang tertumpah,walhasil akhirnya aku terpeleset untuk rokane langsung menubrukku sehingga tangannya tak sengaja menyentuk payudaraku..”oh maaf aku tak sengaja kata rokane..”nggak apa-apa makasih ya kalau tadi nggak di tubruk mungkin aku sudah terjatuh tadi,tapi ini kakiku kayannya keseleo deh tadi..:ya udah aku bantu bantu kekamar ya dan akhirnya rokani langsung saja menarik tanganku di tempatkan di pundaknya,Rokane memapahku sampai ke kamar, lalu membantuku duduk di ranjang. Dengan manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, Rokane mengambilkan minuman dan kembali ke kamar ,aku yang sedang memijat betisku sendiri. Ia agak tersentak melihatku, karena aku mengangkat dasterku sampai kepaha serta kerak yang longgar yang membuat ketiak dan buah dadaku yang putih mulus itu mengintip nakal, posisi kakiku juga agak naik hingga pahaku yang juga putih mulus itu terbuka untuk menggoda matanya.

Tampak sekali ia menahan diri dan mengalihkan pandangan saat memberikan minuman kepadaku. Memang “gentleman” pria ini. penampilannya agak kaku tetapi disertai sikap yang lembut, kombinasi yang tak kudapatkan dari suamiku, ditambah berbagai macam kecocokan di antara kami. Mungkin inilah yang mendorongku untuk melakukan sesuatu hal yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang wanita yang sudah bersuami. Aku menggeser posisiku mendekatinya, lalu kucium pipinya sebagai ucapan terimakasihku. Rokane terkejut, namun tak berusaha menghindar bahkan ia menggerakan wajahnya sehingga bibirku beradu dengan bibirnya. Kewanitaanku bangkit walaupun aku tahu ini adalah salah tetapi tanpa kusadari ia mencium bibirku beberapa saat sebelum akhirnya aku merespon dengan hisapan lembut pada bibir bawahnya yang basah.

Kami saling menghisap bibir beberapa saat sampai akhirnya aku yang lebih dulu melepas ciuman hangat kami. “rok..” kataku ragu. Kami saling menatap beberapa saat. Komunikasi tanpa kata-kata akhirnya memberi jawaban dan keputusan yang sama dalam hati kami, lalu hampir berbarengan, wajah kami sama-sama maju dan kembali saling berciuman dengan mesra dan hangat, saling menghisap bibir, lalu lama kelamaan, entah siapa yang memulai, aku dan Rokane saling menghisap lidah dan ciuman pun semakin bertambah panas dan bergairah.

Ciuman dan hisapan berlanjut terus, sementara tangan Rokane mulai beralih dari betisku, merayap ke pahaku dan membelainya dengan lembut. Darahku semakin berdesir. Mataku terpejam. Entah bagaimana pria bukan suamiku ini bisa menyentuh ragaku selembut ini, semakin kupejamkan mataku semakin melayang perasaanku, dan menikmati kelembutan yang memancing gairah ini. Kembali Rokane yang melepas bibirnya dari bibirku. Namun kali ini, dengan lembut namun tegas, ia mendorong tubuhku sambil satu tangannya masih terus membelai pahaku, membuat kedua tanganku yang menahanku pada posisi duduk tak kuasa melawan dan akupun terbaring pasrah menikmati belaiannya, sementara ia sendiri membaringkan tubuhnya miring di sisiku.

Rokane mengambil inisiatif mencium bibirku kembali, yang serta merta kubalas dengan hisapan pada lidahnya. Mungkin saat itu gairahku semakin menggelegak akibat tangannya yang mulai beralih dari pahaku ke selangkanganku, membelai barang milikku yang paling sensitif yang masih terbalut celana dalam itu dengan lembut namun pasti.

“Mmhh.. Rokane..sudah terlalu jauh rok..” desahku di sela-sela ciuman panas kami. Aku agak lega saat tangan kekarnya meninggalkan selangkanganku, namun ia mulai menarik dasterku, lalu ia loloskan dari kepalaku. Buah dadaku yang montok dan puting susuku membayang menggoda dari BH-ku yang tipis dan seksi, membuatnya semakin penasaran. Ia kembali mencium bibirku, namun kali ini lidahnya mulai berpindah-pindah ke telinga dan leherku, untuk kembali lagi ke bibir dan lidahku.

Permainannya yang lembut dan tak tergesa-gesa ini membuatku terpancing menjadi semakin bergairah, sampai akhirnya ia mulai memainkan tangannya meraba-raba dadaku dan sesekali menyelipkan jarinya ke balik BH menggesek-gesek putingku yang saat itu sudah tegak mengacung. Tanpa kusadari aku mulai memainkan kaos bajunya, dan setelah bajunya kusingkap terlihat tampilan otot di tubuhnya. Aku melihat dada bidang dan kekar, serta perut sixpacknya di depan mataku. Tak lama ia pun memutuskan untuk mengalihkan godaan bibirnya ke buah dadaku yang masih terbalut BHku.

Diciumi buah dadaku sementara tangannya merogoh ke balik punggungku untuk melepas kait BH-ku. Sama sekali tidak ada protes dariku iapun melempar BH-ku ke lantai sambil tidak buang waktu lagi mulai menjilati putingku yang memang sudah menginginkan ini dari tadi. “Ooohh.. sshh.. aachh.. Rokane..” desahku langsung terlontar tak tertahankan begitu lidahnya yang basah dan kasar menggesek putingku yang terasa sangat peka.

Rokane menjilati dan menghisap dada dan putingku di sela-sela desah dan rintihku yang sangat menikmati gelombang rangsangan demi rangsangan yang semakin lama semakin menggelora ini, “..Oooh Rokane suuddhaah.. rokk.. stoop..!!” tetapi Rokane terus saja merangsangku bahkan tangannya mulai melepas celananya, sehingga kini ia benar-benar telanjang bulat. Penisnya yang besar dan berotot mengacung tegang, karuan aku terbelalak melihatnya, besar dan perkasa lebih perkasa dari penis suamiku, vaginaku tiba tiba berdenyut tak karuan. Oh..tak kupikirkan akibat dari keisenganku tadi yang hanya ingin mencium pipinya saja sekarang sudah berlanjut sedemikian jauh.

Rokane melepas putingku lalu bangkit berlutut mengangkangi betisku. Ia menarik rokku dan membungkukkan badannya menciumi pahaku. Kembali bibirnya yang basah dan lidahnya yang kasar menghantarkan rangsangan hebat yang merebak ke seluruh tubuhku pada setiap sentuhannya di pahaku. Apalagi ketika lidahnya menggoda selangkanganku dengan jilatannya yang sesekali melibas pinggiran CD ku, semili lagi menyentuh bibir vaginaku. Yang bisa kulakukan hanya mendesah dan merintih pasrah melawan gejolak birahi, rasa penasaranku menginginkan lebih dari itu tapi akal sehatku masih menyatakan bahwa ini perbuatan yang salah.

Akhirnya, dengan menyibakkan celana dalamku, Rokane mengalihkan jilatannya kerambut kemaluanku yang telah begitu basah penuh lendir birahi. “ggaahh.. rokanee..stoop..ohh..” bagaikan terkena setrum rintihanku langsung menyertai ledakan kenikmatan yang kurasakan saat lidah Rokane melalap vaginaku dari bawah sampai ke atas, menyentuh klitorisku.

Kini kami sama-sama telanjang bulat. Tubuh kekar berotot Rokane berlutut di depanku. Lobang vaginaku terasa panas, basah dan berdenyut-denyut melihat batang penisnya yang tegang besar kekar berotot berbeda dengan punya suamiku yang lebih kecil. Oohh..betul betul luar biasa napsu birahiku makin mengebu gebu. Entah mengapa aku begitu terangsang melihat batang kemaluan yang bukan punya suamiku.Oooh begitu besar dan perkasa, pikiranku bimbang karena aku tahu sebentar lagi aku akan disetubuhi oleh sahabat suamiku, anehnya gelora napsu birahiku terus mengelegak.

Kupasrahkan diriku ketika Rokane membuka kakiku hingga mengangkang lebar lebar, lalu Rokane menurunkan pantatnya dan menuntun penisnya ke bibir vaginaku. Kerongkonganku tercekat saat kepala penis Rokane menembus vaginaku.”Hngk! Besaar..sekalii..rokk..” Walau telah basah berlendir, tak urung penisnya yang demikian besar kekar berotot begitu seret memasuki liang vaginaku yang belum pernah merasakan sebesar ini, membuatku menggigit bibir menahan kenikmatan hebat bercampur sedikit rasa sakit.

Tanpa terburu-buru, Rokane kembali menjilati dan menghisap putingku yang masih mengacung dengan lembut, kadang menggodaku dengan menggesekkan giginya pada putingku, tak sampai menggigitnya, lalu kembali menjilati dan menghisap putingku, membuatku tersihir oleh kenikmatan tiada tara, sementara setengah penisnya bergerak perlahan dan lembut menembus vaginaku. Ia menggerak-gerakkan pantatnya maju mundur dengan perlahan, memancing gairahku semakin bergelora dan lendir birahi semakin banyak meleleh di vaginaku, melicinkan jalan masuk penis berotot ini ke dalam liang kenikmatanku tahap demi tahap.

Lidahnya yang kasar dan basah berpindah-pindah dari satu puting ke puting yang lain, membuat kepalaku terasa semakin melayang didera kenikmatan yang semakin bergairah. Akhirnya napsu birahikulah yang menang laki laki perkasa ini benar benar telah menyeretku kepusaran kenikmatan menghisap seluruh pikiran jernihku dan yang timbul adalah rangsangan dahsyat yang membuatku ingin mengarungi permainan seks dengan sahabat suamiku ini lebih dalam.

“Ouuch.. sshh.. aachh.. teruuss.. rokk.. masukin penismu yang dalaam..!! oouch.. niikmaat.. heerr..!! Baru kali ini lobang vaginaku merasakan ukuran dan bentuk penis yang bukan milik suamiku, yang sama sekali baru ..besaar dan perkasaa.., aku merasakan suatu rangsangan yang hebat didalam diriku. Seluruh rongga vaginaku terasa penuuh, kurasakan begitu nikmatnya dinding vaginaku digesek batang penisnya yang keras dan besaar..!

Akhirnya seluruh batang kemaluannya yang kekar besar itu tertelan kedalam lorong kenikmatanku, memberiku kenikmatan hebat, seakan bibir vaginaku dipaksa meregang, mencengkeram otot besar dan keras ini. Melepas putingku, Rokane mulai memaju-mundurkan pantatnya perlahan, “..oouch.. niikmaat.. heeruu..!!” aku pun tak kuasa lagi untuk tidak merespon kenikmatan ini dengan membalas menggerakan pantatku maju-mundur dan kadang berputar menyelaraskan gerakan pantatnya, dan akhirnya napasku semakin tersengal-sengal diselingi desah desah penuh kenikmatan.

“hh.. sshh.. hh.. rokkk.. oohh ..suungguuhh.. niikmmaat sahyangghh..” Rokane membalas dengan pertanyaan “Ohh.. eny nikmatan mana dengan penis suamimu..?” otakku benar benar terhipnotis oleh kenikmatan yang luar biasa..! jawabanku benar benar diluar kesadaranku “Ohh ssh Rokane. penismu besaar sekalii..! jauh lebih nikmaat ..!! Rokane makin gencar melontarkan pertanyaan aneh aneh, “..hh..eny lagi diapain guamu sama rudalnya Rokane..?” aku bingung menjawabnya, “Bilang lagi dientot..!” Rokane memaksaku untuk mengulangnya, tapi dasar aku lagi terombang ambing oleh buaian birahi akupun tidak malu malu lagi mengulangnya “hh.. hh.. sshh.. mmhh..lagi dientot sayaang..”

Terus menerus kami saling memberi kenikmatan, sementara lidah Rokane kembali menari di putingku yang memang gatal memohon jilatan lidah kasarnya. Aku benar benar menikmati permainannya sambil meremas-remas rambutnya. Rasa kesemutan berdesir dan setruman nikmat makin menjadi jadi merebak berpusat dari vagina dan putingku, keseluruh tubuhku hingga ujung jariku. Kenikmatan menggelegak ini merayap begitu dahsyat sehingga terasa seakan tubuhku melayang. Penisnya yang dahsyat semakin cepat dan kasar menggenjot vaginaku dan menggesek-gesek dinding vaginaku yang mencengkeram erat.

Hisapan dan jilatannya pada putingku pun semakin cepat dan bernafsu. Aku begitu menikmatinya sampai akhirnya seluruh tubuhku terasa penuh setruman birahi yang intensitasnya terus bertambah seakan tanpa henti hingga akhirnya seluruh tubuhku bergelinjang liar tanpa bisa kukendalikan saat kenikmatan gairah ini meledak dalam seluruh tubuhku. Desahanku sudah berganti dengan erangan erangan liar kata kataku semakin vulgar. “Ahh.. Ouchh.. entootin terus sayaang.. genjoott.. habis memekku..!! genjoott.. rudalmu sampe mentok..!!” Ooohh.. rokk.. bukan maiin.. eennaaknyaa.. ngeentoot denganmu..!!” mendengar celotehanku, Rokane yang kalem berubah menjadi semakin beringas seperti banteng ketaton dan yang membuat aku benar benar takluk adalah staminanya yang bukan maiin perkasaa.., tidak pernah kudapatkan seperti ini dari suamiku.

Aku benar benar sudah lupa siapa diriku yang sudah bersuami ini, yang aku rasakan sekarang adalah perasaan yang melambung tinggi sekali yang ingin kunikmati sepuas puasnya yang belum pernah kurasakan dengan suamiku. Rokane mengombang ambingkan diriku di lautan kenikmatan yang maha luas, seakan akan tiada tepinya.

Akhirnya aku tidak bisa lagi menahan gelombang kenikmatan melanda seluruh tubuhku yang begitu dahsyatnya menggulung diriku “Ngghh.. nghh .. nghh.. Rokaneu.. Akku mau keluaar..!!” pekikanku meledak menyertai gelinjang liar tubuhku sambil memeluk erat tubuhnya mencoba menahan kenikmatan dalam tubuhku, Rokane mengendalikan gerakannya yang tadinya cepat dan kasar itu menjadi perlahan sambil menekan batang kemaluannya dalam dalam dengan memutar mutar keras sekalii.. Clitorisku yang sudah begitu mengeras habis digencetnya. “..aacchh.. Rokane.. niikmaat.. tekeen.. teruuss.. itilkuu..!!”

Ledakan kenikmatan orgasmeku terasa seperti ‘forever’ menyemburkan lendir orgasme dalam vaginaku, kupeluk tubuh Rokane erat sekali wajahnya kuciumi sambil mengerang mengerang dikupingnya sementara Rokane terus menggerakkan sambil menekan penisnya secara sangat perlahan, di mana setiap mili penisnya menggesek dinding vaginaku menghasilkan suatu kenikmatan yang luar biasa yang kurasakan dalam tubuhku yang tidak bisa kulontarkan dengan kata kata.

Beberapa detik kenikmatan yang terasa seperti ‘forever’ itu akhirnya berakhir dengan tubuhku yang terkulai lemas dengan penis Rokane masih di dalam vaginaku yang masih berdenyut-denyut di luar kendaliku. Tanpa tergesa-gesa, Rokane mengecup bibir, pipi dan leherku dengan lembut dan mesra, sementara kedua lengan kekarnya memeluk tubuh lemasku dengan erat, membuatku benar-benar merasa aman, terlindung dan merasa sangat disayangi. Ia sama sekali tidak menggerakkan penisnya yang masih besar dan keras di dalam vaginaku. Ia memberiku kesempatan untuk mengatur napasku yang terengah-engah.

Setelah aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yang memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciumannya, memancing Rokane untuk kembali memainkan lidahnya pada lidahku dan menghisap bibir dan lidahku semakin liar. Sekarang aku tidak canggung lagi bersetubuh dengan teman suamiku ini. Gairahku yang sempat menurun tampak semakin terpancing dan aku mulai kembali menggerak-gerakkan pantatku perlahan-lahan, menggesekkan penisnya pada dinding vaginaku. Respon gerakan pantatku membuatnya semakin liar dan aku semakin berani melayani gairahnya yang memang tampaknya makin liar saja.

Genjotan penisnya pada vaginaku mulai cepat, kasar dan liar. Aku benar-benar tidak menyangka bisa terangsang lagi, biasanya setelah bersetubuh dengan suamiku setelah klimax rasanya malas sekali untuk bercumbu lagi tapi kali ini Rokane memberiku pengalaman baru walau sudah mengalami klimax yang maha dahsyat tadi tapi aku bisa menikmati rangsangannya lagi oleh genjotan penisnya yang semakin bernapsu, semakin cepat, semakin kasar, hingga akhirnya ledakan lendir birahiku menetes lagi bertubi-tubi dari dalam vaginaku.

Lalu Rokane memintaku untuk berbalik, ooh ini gaya yang paling kusenangi “doggy style” dengan gaya nungging aku bisa merasakan seluruh alur alur batang kemaluan suamiku dan sekarang aku akan merasakan batang yang lebih besar lebih perkasa oohh..! dengan cepat aku berbalik sambil merangkak dan menungging kubuka kakiku lebar, kutatap mukanya sayu sambil memelas “..Yeess..rokk..masukin rudal gedemu dari belakang kelobang vaginaku..” Rokane pun menatap liar dan yang ditatap adalah bokongku yang sungguh seksi dimatanya, bongkahan pantatku yang bulat keras membelah ditengah dimana bibir vaginaku sudah begitu merekah basah dibagian labia dalamku memerah mengkilat berlumuran lendir birahiku mengintip liang kenikmatanku yang sudah tidak sabar ingin melahap batang kemaluannya yang sungguh luar biasa itu.

Sambil memegang batang penisnya disodokannya ketempat yang dituju ”Bleess..” ..Ooohh.. Rokaneu.. teruss.. rook.. yang.. dalaam..!! mataku mendelik merasakan betapa besaar dan panjaang batang penisnya menyodok liang kenikmatanku, urat urat kemaluannya terasa sekali menggesek rongga vaginaku yang menyempit karena tertekuk tubuhku yang sedang menungging ini. Hambatan yang selalu kuhadapi dengan suamiku didalam gaya ‘doggy style’ ini adalah pada waktu aku masih dalam tahap ‘menanjak’ suamiku sudah terlalu cepat keluar, suamiku hanya bisa bertahan kurang dari dua menit.

Tetapi Rokane sudah lebih dari 15 menit menggarapku dengan gaya ‘doggy style’ ini tanpa ada tanda tanda mengendur. Oh bukan maiin..! bagai kesurupan aku menggeleng gelengkan kepalaku, aku benar benar dalamkeadaan ekstasi, eranganku sudah berubah menjadi pekikan pekikan kenikmatan, tubuhku kuayun ayunkan maju mundur, ketika kebelakang kusentakan keras sekali menyambut sodokannya sehingga batang penis yang besaar dan panjaang itu lenyap tertelan oleh kerakusan lobang vaginaku. kenikmatanku bukan lagi pada tahap “menanjak” tapi sudah berada di awang-awang di puncak gunung kenikmatan yang tertinggi.

“Hngk.. ngghh..Rokane..akuu mau keluaar lagii.. aargghh..!!” aku melenguh panjang menyertai klimaksku yang kedua yang kubuat semakin nikmat dengan mendorong pantatku ke belakang keras sekali menancapkan penisnya yang besar sedalam-dalamnya di dalam vaginaku, sambil kukempot kempotkan vaginaku serasa ingin memeras batang kemaluannya untuk mendapatkan seluruh kenikmatan semaksimum mungkin.

Setelah mengejang beberapa detik diterjang gelombang kenikmatan, tubuhku melemas dipelukan Rokane yang menindih tubuhku dari belakang. Berat memang tubuhnya, namun Rokane menyadari itu dan segera menggulingkan dirinya, rebah di sisiku. Tubuhku yang telanjang bulat bermandikan keringat terbaring pasrah di ranjang, penuh dengan rasa kepuasan yang maha nikmat yang belum pernah aku rasakan sebelumnya dengan suamiku.

Rokane memeluk tubuhku dan mengecup pipiku, membuatku merasa semakin nyaman dan puas. “eny aku belum keluar sayang..! tolongin aku isepin rudalku sayaang..!” Aku benar benar terkejut aku sudah dua kali klimaks tapi Rokane belum juga keluar, bukan main perkasanya. biasanya malah suamiku lebih dulu dari aku klimaksnya kadang kadang aku malah tidak bisa klimaks dengan suamiku karena suamiku suka terburu buru.

Merasa aku telah diberi kepuasan yang luar biasa darinya maka tanpa sungkan lagi kuselomot batang kemaluannya kujilat jilat buah zakarnya bahkan selangkangannya ketika kulihat Rokane menggeliat geliat kenikmatan, “..Ohh yess en.. nikmat sekalii.. teruss enn.. lumat rudalku iseep yang daleemm.. ohh.. heestyy.. saayaangg..!!” Rokane mengerang penuh semangat membuatku semakin gairah saja menyelomot batang kemaluannya yang besar, untuk makin merangsang dirinya aku merangkak dihadapannya tanpa melepaskan batang kemaluannya dari mulutku, kutunggingkan pantatku kuputar putar sambil kuhentak hentakan kebelakang, benar saja melihat gerakan erotisku Rokane makin mendengus dengus bagai kuda jantan liar, dan tidak kuperkirakan yang tadinya aku hanya ingin merangsang Rokane untuk bisa cepat ejakulasinya malah aku merasakan birahiku bangkit lagi vaginaku terasa berdenyut denyut clitorisku mengeras lagi.

Ohh.. beginikah multiple orgasme yang banyak dibicarakan teman temanku? Selomotanku makin beringas, batang yang besar itu yang menyumpal mulutku tak kupedulikan lagi kepalaku naik turun cepat sekali, Rokane menggelinjang hebat, akhirnya kurasakan vaginaku ingin melahap kembali batang kemaluannya yang masih perkasa ini, dengan cepat aku lepas penisnya dari mulutku langsung aku merangkak ke atas tubuhnya kuraih batang kemaluannya lalu kududuki sembari ku tuju ke vaginaku yang masih lapar itu. Bleess.. aachh..aku merasakan bintang bintang di langit kembali bermunculan.

“..Ooohh..eny..kau sungguuh seksxyy.. masuukin rudalku..!!” Rokane memujiku setinggi langit melihat begitu antutiasnya aku meladeninya bahkan bisa kukatakan baru pertama kali inilah aku begitu antusias, begitu beringas bagai kuda betina liar melayani kuda jantan yang sangat perkasa ini. “..Yess.. Rokaneu.. yeess.. kumasukkan rudalmu yang perkasa ini..!” kuputar-putar pinggulku dengan cepatnya sekali kali kuangkat pantatku lalu kujatuhkan dengan derass sehingga batang penis yang besar itu melesak dalaam sekali..

“..aachh.. Ennyy.. putaar.. habiisiin rudalku.. eennakk.. sekaallii..!!” giliran Rokane merintih mengerang bahkan mengejang-ngejangkan tubuhnya, tidak bisa kulukiskan betapa nikmatnya perasaanku, tubuhku terasa seringan kapas jiwaku serasa diombang ambing di dalam lautan kenikmatan yang maha luas kucurahkan seluruh tenagaku dengan memutar menggenjot bahkan menekan keras sekali pantatku, kali ini aku yang berubah menjadi ganas dan jalang, bagaikan kuda betina liar aku putar pinggulku dan bagai penari perut meliuk meliuk begitu cepat.

Batang kemaluannya kugenjot dan kupelintir habiss.. bahkan kukontraksikan otot-otot vaginaku sehingga penis yang besar itu terasa bagai dalam vacum cleaner terhisap dan terkenyot didalam liang vaginaku. Dan yang terjadi adalah benar benar membuatku bangga sekali, Rokane bagai Layang-layang putus menggelinjang habis kadang mengejangkan tubuhnya sambil meremas pantatku keras sekali, sekali-kali ingin melepaskan tubuhku darinya tapi tidak kuberikan kesempatan itu bahkan kutekan lagi pantatku lebih keras, batang penisnya melesak seluruhnya bahkan rambut kemaluannya sudah menyatu dengan rambut kemaluanku, clitorisku yang lapar akan birahi sudah mengacung keras makin merah membara tergencet batang kemaluannya. Badanku sedikit kumiringkan ke belakang, buah zakarnya kuraih dan kuremas-remas, “..Ooohh.. aachh.. yeess.. Heess.. yeess..!!”
Rokane membelalakan matanya sama sekali tidak menyangka aku menjadi begitu beringass..begitu liaar.. menunggangi tubuhnya, lalu Rokane bangkit, dengan posisi duduk ia menylomot buah dadaku… aachh tubuhku semakin panaas.. kubusungkan kedua buah dadaku. “..selomot.. pentilku.. dua. duanya.. rok..yeess..!! …sshh.. …oohh..!! mataku menjadi berkunang kunang, “..Ooohh.. eny.. nikmatnya bukan main posisi ini..! batang rudalku melesak dalam sekali menembus memekmu..!” Rokane mendengus-dengus kurasakan batang penisnya mengembung pertanda spermanya setiap saat akan meletup, “..Ohh.. sshh..aahh.. Rokaneu ..keluaar.. bareeng..sayaannghh..!! jiwaku terasa berputar putar..! “..yess..en..aku… keluarkan diluar apa didalam..?”. “..Ohh.. Rokane rudalmu.. jaangaahhn..dicabuut..keluarin.. didalaam..!!

Tiba tiba bagaikan disetrum jutaan volt kenikmatan tubuhku bergetar hebat sekalii..! dan tubuhku mengejang ketika kurasakan semburan dahsyat di dalam rahimku, “..aachh. jepiit kontoolku.. yeess.. sshh.. oohh.. nikmaatnya.. memekmu enyy..!!” Rokane memuncratkan air maninya di dalam rongga vaginaku, terasa kental dan banyak sekali. Akupun mengelinjang hebat sampai lupa daratan “..Nggkkh.. sshh.. uugghh.. rokane.. teekeen rudalmu.. sampe mentookkhh.. sayaahng.. aarrgghh..!! gelombang demi gelombang kenikmatan menggulung jiwaku, ooh benar benar tak kusangka makin sering klimaks makin luar biaasaa rasa nikmatnya jiwaku serasa terbetot keluar terombang ambing dalam lautan kenikmatan yang maha luas. Kutekan kujepit kekepit seluruh tubuhnya mulai batang penisnya pantatnya pinggangnya bahkan dadanya yang kekar kupeluk erat sekali.

Seluruh tetes air maninya kuperas dari batang kemaluannya yang sedang terjepit menyatu di dalam liang vaginaku. aarrgghh.. Nikmatnya sungguh luar biaasaa!! Oohh Rokane aku kuatir akan ketagihan dengan batang penismu yang maha dahsyat ini!! Akhirnya perlahan lahan kesadaranku pulih kembali, klimaks yang ketiga ini membuat tubuhku terasa lemas sekali, Rokane sadar akan keterbatasan tenagaku, akhirnya ia membaringkan tubuhku di dadanya yang kekar, aku merasakan kenyamanan yang luar biasa, kepuasanku terasa sangat dihargainya. Tiga kali klimaks bukanlah hal yang mudah bagiku untuk mendapatkannya didalam satu kali permainan seks.

Rokane telah menaklukan diriku luaar.. dalaam..!! akan kukenang kejadian ini selama hidupku. Tiba tiba Rokane melihat jam lalu dengan muka sedih ia mengatakan kepadaku bahwa ia harus menemui seseorang 10 menit lagi, akupun tak kuasa menahannya, aku hanya mengangguk tak berdaya.

Sepeninggal Rokane dari rumah, aku termenung sendirian di ranjang. Suatu kejadian yang sama sekali tak terpikir olehku mulai merebak dalam kesadaranku. Aku telah menikmati perbuatan seks dengan sahabat suamiku bahkan harus kuakui, aku betul betul menikmati kedahsyatan permainan seks dengan sahabat suamiku itu. Tetapi aku telah mengkhianati suamiku. Aku mulai merasakan sesuatu yang salah, sementara di lain pihak, aku sangat menikmatinya dan sangat mengharapkan Rokane melakukannya lagi terhadapku.

Hati dan akal sehat terpecah dan menyeretku ke dua arah yang berlawanan. Pergumulan batin terjadi membuatku limbung. Akhirnya kuputuskan untuk mencoba melupakan Rokane. Namun tak bisa ,aku selalu di bayang-bayangi rudalnya yang besar masuk menerobos lubangku,akhirnya aku terpaksa menyuruhnya agar seminggu dua kali dia dating kerumahku untuk menuntaskan hasrat birahiku,Setelah kejadian itu akhirnya rokane mau untuk dating kerumah dua kali dalam seminggu.

 Setelah tiga hari Rokane datang tanpa ada curiga dari suamiku rokane akhirnya menginap di rumahku,selama waktu malam hari rokane asyik ngobrol dengan suamiku karena memang dia akrab banget,dan setelah waktu sudah subuh aku bangun setelah melihat suamiku tertidur pulas aku langsung mendatangi kamar yang di tempati rokani sambil memakai gaun tidur yang tipis tanpa memakai BH serta CD aku langsung masuk kekamarnya,kulihat rokane sedang maen hp aku langsung tubruk dari belakang dan rokane pun langsung berbalik serta menciumku kami berpagut saling melumat payudaraku pun tak luput dari serangan tangannya yang nakal sambil meremas payudaraku,aku melenguh menahan nikmat karena remasannya dan juga lidahnya akhirnya berpindah ke putting payudaraku sambil di jilat serta di hisap..aaccchh…nikmat sekali sayang teruss…hisap putingku.

Tanganku pun tak tinggal diam kugenggam rudal yang besar dan sudah mengacung itu sambil kuarahkan masuk kelubang vaginaku…..aaaccchhh….sllleppp…bless…nikmat banget sayang…achh genjot terus sayangg…plok…plok…polk…suara irama itu begitu syahdu…hingga akhirnyaaa….aacchhh…aku mau keluarr sayaaanngg”..aku juga en kita keluar bareng sayannnggg….dan akhirnya  crrrattt…ccrrattt..ccrratt…keluarlah lahar kenikmatan itu secara bersamaan,makasih ya sayang kamu udah ngasih kenikmatan di pagi ini,sama-sama sayang aku juga puas banget.

 

AKIBAT FANTASI ISTRIKU DENGAN BULE


 


 Kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan istriku, namanya Reni, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. istriku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya proporsional jadi kata temanku dia sangat montok.

Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 20 tahun.

Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yang melakukan hal ini dengan batang kemaluan yang besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga tidak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tidak menyeleweng, tapi yang terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.

Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di kota. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yang tidak berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Reni belum puas, katanya merengek.

Habis aku lagi capai sih.. kataku.
Ah, gitu terus alasannya.. katanya.
Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tidak fit, kataku.
Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yang hot yang lama 2 jam dan batang kemaluannya gede, kata Reni.

Enak kali ya.. sama bule, katanya menyambung.
Memang kamu berani Ren.. kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu, katanya.
Memang kamu pengen batang kemaluan yang gede dan yang hot? tanyaku.
Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu! katanya.
Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.
Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.

Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras.

Akkhh.. desah Reni keenakan.
Mhh.. enak ren.. tanyaku.
Iyyaa.. desahnya keenakan.
Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yang gede Ndii.. Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
Yang lamaa.. yang hot.. akhh.. desah dia keenakan.

Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya, Kamu mau sama yang gede kayak bule ren..? tanyaku.
Mauu.. desahnya sambil badannya bergetar.
Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
Kamu pengen yang hot yaa? tanyaku lagi.
Akhh.. aahh iyaa.. katanya.
Ya sudah kamu cari aja.. kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.

Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Reni, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Reni tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yang mengeras dan bulu-bulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Reni dan melihat ke dalam sambil berbicara,

Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf.. katanya sambil terbelalak matanya.
Dia kaget melihat posisi Reni terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dengan puting yang telah mengeras dan bulu halus kemaluan Reni terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.

Reni tidak kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.
Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih.. wajahnya merah karena malu.
Sudah tidak apa-apa.. kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya, Maaf, ini pacar saya. Apa yang bisa saya bantu.
Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Reni dia bilang, Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan, kata si bule.
Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini, katanya lagi.
Ya sudah, anda masuk saja ke belakang, kataku.
Ooh ya, terima kasih.. katanya sambil melirik ke arah Reni.
Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Reni masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, Aku kan malu.. katanya.
Katanya pengen bule, kataku berbisik.
Tapi kan tidak begini dong.. katanya merajuk.
Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.

Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman, Dan ini Reni..
Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, Kamu punya body bagus ren..
Reni mencubit pahaku, Aku kan maluu..
Terus aku bilang, Katanya kamu pengen tahu ren, gedenya seberapa, kataku.
Yaa, aku kan cuma.. kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya jordi) menyeletuk.
Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja, katanya sambil tersenyum.
Tidak apa-apa kok.. kata si bule.

Aku yang sudah penasaran sejak tadi oleh keinRenin Reni terus menimpali, Ya sudah ren.. kamu ke belakang saja ren.. kataku.
Aakhh, tidak ahh. Gila kali.. kata Reni tersenyum.
Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran, kataku.
Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.

Kalau kamu penasaran ya lihat saja, katanya tersenyum.
Karena terus diajak bicara dan Reni antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
Lihat saja yaa.. kata Reni tersenyum malu.
Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara jordi kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Reni yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai jordi mengeluarkan batang kemaluannya yang besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Reni.
Reni melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yang besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.

Kamu lihat ini dan pegang saja! kata jordi.
Wihh takut akhh.. desah Reni dengan suara serak.
Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi, kata jordi.
Reni terpaku melihat batang kemaluan jordi di samping tangannya. jordi mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Reni perlahan, karena Reni diam saja maka wajah Reni dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Reni dengan perlahan dan perlahan kulihat Reni membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta jordi melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.

Emmhh.. desah Reni perlahan.
Kamu suka ren.. bisik jordi di kuping Reni.
Melihat reaksi positif dari Reni, tangan kiri Reni diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata jordi sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yang ditutupi rambut kemaluan. Reni mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Reni penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah, Aakkhh gedee bangeet.. desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.

Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian jordi sambil mencium telinga Reni berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tidak tahan keenakan.
Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Reni menuruti permintaan jordi dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Reni. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.

Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.
Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Reni terus mengocok kejantanan jordil. jordi pun dengan nafsunya mengulum bibir Reni dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Reni, karena Reni belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari jordi langsung meremas susu Reni yang ternyata telah mengeras dan menonjol.

Akhh enak jordi.. desah Reni menggelinjang. Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Reni dilepas ciumannya maka mulut jordi langsung mendekat ke dada Reni sambil terus meremas perlahan. Puting Reni dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga, Akhh.. uuff.. erang Reni keenakan. Wajah Reni sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan jordi yang besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.

Ooohh.. Anndii.. desahnya keenakan lupa kalau yang sedang bersamanya itu si jordi. Tangan kanan Reni menekan kepala jordi ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.

jordi menyadari yang diminta Reni dan tangan kiri jordi segera membuka kancing celana Reni dan menarik ke bawah reitsleting celana Reni. Tahu atau pura-pura tidak tahu Reni membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Reni tangan jordi itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Reni yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Reni di atas dengkul Reni sedikit. Tersembul sudah batang paha Reni yang putih mulus dan gundukan kemaluan Reni yang ditutupi oleh rambut kemaluannya yang halus berwarna hitam ikal.

Kamu mulus sekali Reni.. bisik jordi sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Reni.
Ahh kamuu.. Reni tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Reni hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari jordi itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Reni yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari kemaluan Reni. Mereka benar-benar telah tidak memperhatikanku yang membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang sudah seperti orang kepanasan.

Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.
Saya suka sekali wanita Indonesia.. desah jordi.
Wanginya sangat enak sekali, kata jordi sambil mendesah.
Emmhh.. desah Reni sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Reni sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat jordi dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Reni sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala jordi dan kadang-kadang mengusap punggung jordi dengan sangat merangsang sekali. jordi sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Reni , tangan kanannya terlihat meremas buah dada Reni , sementara itu mulutnya menghisap puting Reni  yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Reni  atau mengulum bibir Reni  dengan emosi yang teratur.

Kurang lebih 20 menit jordi telah merangsang sekujur tubuh Reni  sementara baju Reni  telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Reni  tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari jordi dan dia pun menciumi seluruh tubuh Reni  yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.

Sungguh sensasi luar biasa. Reni  sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Reni  telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Reni  dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut.  jordi hal terus membelai belahan kemaluan Reni  tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan reni yang telah terpampang dengan pasrah. Sementara Reni  telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.

jordi melihat Reni  sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Reni . Dia berlutut di depanReni yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Reni  yang mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka jordi mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.

Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan jordi yang panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Reni  yang telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yang terbuka dengan desahan, Jangan jordi.. desah Reni .
Takuut.. erang Reni .
Tidak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar, desah jordi sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Reni .
Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek.. kata Reni  sambil ketakutan melihat batang kemaluanjordiyang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.

Kamu harus mencobanyaReni .. pelan-pelan saja.. desah jordisambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Reni  yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari jordi yang terus membelai belahan kemaluan Reni . Rupanya Reni  benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yang ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau.. katajordimerayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Reni . Reni  yang keenakan lalu membiarkan jordi melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggangjordidengan kedua kakinya, Reni  melihat batang kemaluan jordi yang besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Reni  yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Reni sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Reni , Reni  merasa dengan posisi yang aman menerima kuluman jordi dan merasakan batang kemaluan besar milik jordi mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

Oohh.. jordi.. enaakk.. emmhh.. erang Reni .
Uuuff.. desah jordi keenakan.
Yaa enakk Gin.. kata jordi.
Teruss digeseek dan ditekan jordi.. pinta Reni .
Ya sayang.. kata jordi mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Reni . Dengan cara naik turun posisi badan jordi terlihat seperti ingin naik dan tidak.
Tekan teruuss jordi.. erang Reni  yang makin lama semakin keenakan.
Enaakk.. oohh.. puasin aku jordi.. ahkk.. desah Reni dengan suara yang telah parau.

Posisi kaki Reni telah mengangkang dengan lebar membuat jordi lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Reni . Kulihat kemaluan Reni  telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan jordi yang terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Reni , sementara terlihat batang kemaluan jordi mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir kemaluan Reni dengan sedikit tekanan yang terus menerus. Kepala batang kemaluan jordi mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Reni  yang telah terbuka.

Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh, desah Reni  sementara tangan Reni  telah berada di belakang punggung jordi dan sambil menekan pantat jordi, Reni membetulkan arah gerakan batang kemaluan jordi yang terus berusaha mendobrak klitoris Reni
Emh.. uff.. erang jordi menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Reni  tapi kerena Reni  tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinReninnya yang telah di kepalanya.

jordi.. jordi.. eeng.. Reni  bergumam, aku tahu kalau Reni  telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu. Terlihat tangan Reni  gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantatjordisedangkan posisi kepala batang kemaluan jordi telah terbenam melewati klitoris Reni  . Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Reni  mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Reni  yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar jordi. Kepala Reni  sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, Ahhkk.. sakiitt.. ahh.. jordi menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yang telah terbenam di dalam kemaluan Reni. Dia melihat Reni  dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

Reni Reni .. akhh, desah jordi meminta kepastian kesiapan Reni  apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Reni . Tapi Reni  sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.
Ekhh.. akkhh.. oohkk, dengan keraguan jordi terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kemaluan jordi terus berusaha menekan lubang kemaluan Reni  dengan kepala batang kemaluannya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Reni  mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan.

Uuff.. uff.. uuff.. desah jordi sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya. Kepala batang kemaluan jordi terus menekan klitoris Reni  berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan. Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg.. Reni  mencengkeram pantat jordi kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan, Oohh.. akuu.. keluaarr.. jordi.. uuff.. aahh.. enaak.. erang Reni  kelonjotan dan bergetar seluruh badan Reni di dalam pelukan jordi. jordi merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Reni yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.

Kamuu.. keluar Reni . sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh.. desah jordidengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.
Eeennakk.. oohh akuu.. puaass, Reni  terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan jordi di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan jordi di bibir dan dinding luar kemaluannya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan jordi yang dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Reni  dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Reni  terus menerus.
Teruss.. jordi.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh.. Reni tersenyum puas melihat jordi masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya. jordi melihat Reni  tersenyum dan ikut tersenyum puas.
Kamu puass.. Reni .. enak.. kan.. senyum jordi sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
Biar kamuu.. puaas Reni .. kata jordi sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Reni .

Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Reni  terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan jordi yang terjepit di lubang kemaluan Reni .
Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah Reni .. untuk masuk.. jordi penasaran sekali dengan kemaluan Reni  yang terlalu sempit. Gila memang, batang kemaluan jordi yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Reni , posisi Reni  sudah ditindih oleh badan jordi. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat jordi melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.

Benar-benar membuat penasaran karena gerakan jordi, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan jordi yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Reni , sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Reni  terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kemaluan jordi terus dapat menerobos dinding kemaluan Reni .

Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot.. Reni kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan jordi masuk menembus kemaluan Reni . Tangan Reni  terus memberikan remasan di pantat jordi dan kadang menekan pantat itu ke bawah.

Kamuu kuat.. Reni .. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennakjorditersenyum melihat Reni  merem-melek keenakan. Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Reni  setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat jordi memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Reni  sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung jordi dan sekali menjambak rambut jordi kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.

Dengan gerakan itu jordi telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Reni yang tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Reni , sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Reni yang sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Reni  tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan jordi, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.

Kamuu berbalik Reni . desah jordi, lalu jordimenarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Reni  mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kami juga. Melihat bibir kemaluan Reni  dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Reni yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, jordi mengambil posisi tepat di belakang pantat Reni  setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Reni  dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Reni dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Reni  yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan jordi. Dengan sedikit demi sedikit jordi mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Reni  dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Reni .

Aahh.. ennaak.. jordi. desah Reni  terpejam.
Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. jordi. setelah delapan gesekan naik turun Reni  mendesah.
Masukin jordi.. aku mau ngentot.. yang enak.. aahhk, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan jordi mulai menerobos dinding kemaluan Reni. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat jordi. Terlihat mulai membuat batang kemaluan jordi sebagian tenggelam di dalam kemaluan Reni.
Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak! jordi terlihat mengeram dengan nafas yang memburu begitu juga Reni .
Ookk.. yak.. yak.. jordi mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Reni  untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan jordi yang menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Reni .

Hee.. aakhh.. okh.. nafas jordi memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Reni  terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Reni .
Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus.. erang Reni. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh jordi.

Reni .. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Reni .. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh.. jordi terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Reni . Sementara Reni  hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan jordi mentok di dinding rahimnya.
Aku keluarr lagi.. jordil.. aahk ah.. ahk enak.. erang Reni  terpejam.

Telah 20 menit jordi memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Reni, keringatnya telah menetes ke punggung Reni . Sementara punggung Reni  telah terdapat lima bekas gigitan jordi, tiga di pundak Reni  dua di leher belakang Reni . Sungguh buas si jordi ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Reni  dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan jordi. Reni  benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat

Aahk jordi, aku.. lemes.. gila.. keluarin jordi.. pinta Reni  memelas.
Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Reni . aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Reni .. jordi melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Reni  dengan paha Reni  dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Reni  yang mengetahuijordimulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluanjordidengan lubang kemaluannya.
Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. jordi.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak.. jordi tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Reni  dan mulutnya mencium bibir Reni  yang telah terkulai lemas di jok mobilku.

Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, jordi tetap dalam posisi memeluk Reni  dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan jordi walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Reni  terlihat masih berada di dalam kemaluan Reni , belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.